Biologi, Bukti Teramat Apik Sang Pencipta Menata Jagat Raya

Oleh:

Rikha Zulia

Pernakah Anda ditanya atau malah Anda yang bertanya, Mengapa pohon tidak bisa berpindah tempat sendiri? Kenapa daun berwarna hijau dan berbentuk helaian tipis?Kenapa lubang hidung manusia menghadap ke arah depan? Kenapa telapak kaki manusia lebih lebar daripada telapak tangan? Mengapa ada rasa lapar? Mengapa ketika ada bahaya, tubuh kita merespon dengan menghindar? Mengapa ada siang dan ada malam? Mengapa ada bulan? dan pertanyaan cukup membingungkan lainnya. Apa jawaban saudara ketika disuguhkan dengan pertanyaaan demikian?

Pertanyaan-pertanyaan demikian tentunya akan membuat kita berpikir. Namun tak sedikit orang yang akan menjawab “SUDAH TAKDIR”. Benar itu memang sudah takdir, takdir dengan suatu alasan dan perhitungan yang sangat apik yang telah di rancang pemiliki semesta dalam menata jagat raya. Bayangkan saja, jika ada seseorang yang memiliki tangan berbentuk seperti kaki. Naudzu billahi mindalik (semoga kita dijauhkan dari hal yang demikian), pasti akan teramat sulit dalam melakukan berbagai pekerjaan, benar bukan?

Setiap hal yang terjadi di jagat raya ini, sudah barang tentu atas kuasa dari Sang Pencipta yakni Allah SWT. Bukan tanpa alasan atau hanya kebetulan, namun setiap apa yang Allah ciptakan pasti dengan perhitungan dan susunan yang sempurna. Allah telah mengisyaratkan apa maksud dan tujuan penciptaan. Isyarat-isyarat yang telah diberikan Allah membuat manusia mulai berfikir dan mencoba menemukan jawaban dari tujuan sebuah penciptaan. Mulai muncul berbagai bidang ilmu pengetahuan yang menelisik bukti keagungannya, Biologi misalnya. Biologi, berasal dari kata “bios” dan “logos”. Bios yang artinya hidup dan logos yang artinya ilmu pengetahuan, sehingga Biologi dapat dimaknai sebagai suatu ilmu pengetahuan tentang kehidupan. Jika ada yang mengatakan bahwa biologi hanya melulu menghafal nama ilmiah dan hafalan lainnya memang tidak dapat disalahkan, namun kurang tepat saja. Karena Biologi berusaha membuktikan keagungan-Nya.

Baca Juga:  Bukan Lika-Liku, Namun Maksiatku yang Semakin Kukuh

Biologi sebagai suatu ilmu pengetahuan mampu menjawab berbagai fenomena mengenai kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Para ahli biologi juga telah mengembangkan berbagai disiplin ilmu untuk mempelajari dan mengungkap tanda-tanda kekuasannya. Salah satu fenomena luar biasa yang mungkin disepelekan oleh banyak orang, yakni sistem kerja keamanan tubuh manusia. Tubuh manusia telah dirancang dengan begitu maha dasyatnya, ketika ada benda asing (virus, kuman dan benda berbahaya lainnya), tubuh telah siap sedia dengan tameng yang berlapis-lapis. Misalkan saja ada suatu virus yang akan masuk melalui hidung manusia, apa respon tubuh untuk mencegahnya masuk? Benar, hidung akan merespon dengan bersin agar si virus terpental. Rambut-rambut hidung dan lendir akan medeteksi keberadaannya dan mencegahnya masuk dengan respon bersin tadi. Namun bagaimana jika si virus tetap berhasil menerobos masuk? Pasukan pelindung ke dua yakni rambut-rambut yang berada dalam batang tenggorokan akan menjadi tameng untuk menghalangnya, ini ditunjukkan dengan respon tubuh berupa batuk-batuk. Apabila si virus masih lolos lagi, tubuh akan mengerahkan pasukan sel darah putih untuk memakannya, membuang dan mengeluarkannya dari tubuh. Begitu seterusnya, hingga pertahanan tubuh memang benar-benar telah dikalahkan virus yang kuat. Begitu luar biasanya Sang Pencipta mencipatakan jagat raya.

Jadi, bagaimana? Masih tidak mau bersyukur? Masih ingin kufur dengan nikmat-Nya?

Penulis merupakan mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada dan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.

Baca Juga:  Pemimpin Cerdas vs Pemimpin Cerdik

Related Posts

Latest Post