Resensi Buku Ubur-Ubur Lembur Karya Raditya Dika

Oleh: Nisaana ‘Azzalatifa

Buku ini sama halnya dengan buku-buku yang dibuat oleh Raditya Dika dengan  menggunakan nama-nama hewan, seperti kambing, marmot, ikan salmon, hingga koala. berisi tentang kumpulan-kumpulan kisah nyata dengan berbagai tema, yang diawali dari pertemanan, percintaan, karier, hingga cerita masa kecilnya yang dibungkus dengan komedi, sehingga pembaca ingin senantiasa membuka lembaran demi lembaran kata yang ditulis Raditya dika didalamnya. Di dalam novel ini, kita akan dihadapkan dengan masalah pendewasaan dengan kata lain novel ini berisi tentang pahit manisnya perjalanan hidup. kita akan mengetahui bahwasanya semakin kita menua, dunia akan semakin berubah.

Kelebihan

Dilihat dari covernya saja sudah menarik, karena menggunakan ilustrasi ubur-ubur yang berwajah Raditya Dika, walaupun buku ini dibungkus dengan kata-kata yang membuat tertawa, akan tetapi tidak meninggalkan amanat didalamnya, seperti dalam judul “dua orang yang berubah”, walaupun di dalamnya menggunakan bahasa yang humoris, tetapi tetap mengandung makna, dijelaskan bahwasanya ada sebuah perbedaan antara cowok dan cewek ketika putus cinta, masing-masing memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi teman yang sedang putus cinta. Seorang perempuan akan segera bergerak dengan sigap dan siaga ketika tau temannya putus cinta, untuk memberikan kenyamanan bagi temannya yang sedang dilanda kegalauan yang dahsyat. Berbeda dengan seorang pria ketika tau temannya tertimpa hal tersebut, mereka lebih banyak diam, mungkin hanya bisa bilang,” yang sabar aja, mungkin itu bukan jodohmu”.

Baca Juga:  Terbiasalah dalam Keniscayaan

Dari penggalan kisah tersebut, ada sebuah pesan yang terkandung yakni senantiasa untuk memahami satu sama lain, bukan meninggikan egonya masing-masing, pria dan wanita memiliki pandangan yang berbeda-beda, bukan hanya dalam menghadapi kawan yang patah hati saja, akan tetapi juga dalam hal yang mereka alami sendiri. seperti sedang dilanda asmara, meskipun memiliki cara yang berbeda-beda akan tetapi mempunyai kesamaan yakni sama-sama buta.

Kekurangan

Buku ini tidak cocok dibaca oleh anak yang belum cukup umur, karena kata humorisnya banyak yang tak senonoh dan belum pantas diketahui oleh anak dibawah umur seperti percintaan. Karena di zaman ini banyak sekali fenomena yang terjadi dikalangan anak-anak terkait dengan pacaran dan cinta, yang pada hakikatnya mereka tidak seharusnya pantas untuk melakukan hal tersebut. Tatanan bahasa dalam novel ini juga tidak rapi, mungkin karena buku ini di cetak hanya untuk hiburan semata tetapi tidak menghilangkan amanat-amanat yang dapat di ambil oleh anak zaman milenial.

Judul : Ubur-Ubur Lembur

Pengarang : Raditya Dika

Penerbit : Gagas Media

Tahun Terbit: 2018

Jumlah Halaman: 232

Related Posts

Latest Post