Penerimaan Mahasantri Baru Angkatan 2019

Pesantren Al-Muhtada – Semarang,  Pesantren Riset Al-Muhtada kembali membuka pendaftaran mahasantri baru mulai tanggal 25 Maret s.d. 16 Mei 2019 (Tahap I) dan 17 Juni s.d. 20 Juli 2019 (Tahap II). Persyaratan yang dibutuhkan di antaranya: mahasiswa Universitas Negeri Semarang Angkatan 2019,  laki-laki dan perempuan, beragama Islam, bisa membaca Al-Quran, tidak merokok, bersedia mematuhi tata tertib asrama, bersedia mengikuti Program Pesantren Riset Al-Muhtada, melakukan pendaftaran dengan mengisi dan mengirim formulir pendaftaran, serta mengikuti wawancara dan dinyatakan lulus seleksi.

📚PROGRAM
 Kajian Agama
 Kajian Sosial dan Analisis Kritis Masalah Aktual
 Pelatihan Riset dan Menulis Karya Ilmiah
 pelatihan bahasa (inggris & arab)
Program Penelitian
Bimbingan untuk mendapatkan beasiswa studi lanjut S2/S3 di dalam dan luar negeri

 *TIMELINE*
📌Pendaftaran Gelombang 2:  17 Juni s.d. 20 Juli 2019
📌Seleksi Gelombang 2: 15 Juli s.d. 20 Juli 2019 di Pesantren Riset Al-Muhtada (One-Day Service)

🚨 *MEKANISME PENDAFTARAN*
📝Mengisi formulir pendaftaran secara online dan mengunduh formulir pendaftaran di laman http://almuhtada.org (formulir disertakan saat seleksi)
📝 Konfirmasi pendaftaran via WA (PESANTREN RISET AL-MUHTADA_NAMA_PROGRAM STUDI_ALAMAT) ke 085712034537( Rikha)
📝 Pengumuman dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2019 di laman http://almuhtada.org

*_Daftarkan diri anda dan jadilah muslim intelektual, yang berprestasi dan berakhlak mulia_*

🌾 *Wassalamualaikum wr.wb.*🌾

Narahubung:
Putra: +6285212207680(Arif)
Putri: 081555870381(Anfa’)
Ig : Pesantren_almuhtada
Fb: Pesantren Riset Al Muhtada
Yt: Pesantren Riset Al Muhtada

Seminar Hasil Penelitian Mahasantri

 

Selama dua hari, 10-11 Februari 2019, para mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada  melaksanakan salah satu kewajibannya, yaitu mempresentasikan hasil penelitian mereka selama liburan semester.

Tema besar yang diusung dalam agenda penelitian mahasantri kali ini adalah tentang pengelolaan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT). Para mahasantri meneliti pengelolaan BMT ini dari berbagai aspek, baik dari aspek pengelolaan, pendanaan, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan BMT. Penelitian dilakukan di beberapa tempat antara lain  Semarang, Grobogan, Kudus, Magelang, Kendal, Nganjuk dan Blitar.

Sebelumnya, para mahasantri telah mempelajari metode penelitian kualitatif selama satu semester, yang dibimbing oleh Ayon Diniyanto, S.H. selaku mentor di pesantren riset ini. Presentasi yang berlangsung selama dua hari ini menampilkan berbagai judul penelitian individual oleh para mahasantri. Seperti milik salah seorang mahasantri, Rikha Zulia, yang meneliti tentang “‘Efektivitas Program BMT Bina Ummat Sejahtera terhadap Perekonomian Masyarakat.’

Presentasi ini merupakan langkah terakhir yang dilakukan oleh para mahasantri setelah sebelumnya melakukan penelitian di lapangan selama kurang lebih satu bulan. Setelah pengumpulan data di lapangan, mereka diharuskan untuk membuat laporan akhir hasil  penelitiannya masing-masing, yang kemudian di presentasikan di hadapan Bapak Dani Muhtada, M.Ag., M.A., M.P.A., Ph.D. selaku pengasuh di pesantren .

Selain untuk menyampaikan hasil-hasil penelitian, presentasi ini juga bertujuan untuk melatih kemampuan public speaking dari  para mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada. (Penulis Alda Gemellina Munadhiroh).

Studi Banding ke Monash Institute dan Bina Insani

Pada hari Sabtu, 9 Februari 2019, para mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada melakukan kunjungan studi banding ke dua pesantren mahasiswa di daerah Ngaliyan, Semarang. Dua pesantren tersebut yaitu Monash Institute, yang dibina oleh Bapak Mohammad Nasih, dan Pesantren Bina Insani yang berada di bawah Yayasan Bina Insani Semarang.

Kami tiba di Monash Institute sekitar pukul setengah sembilan pagi. Sekitar dua puluhan deciples, begitu sebutan untuk para santri di Monash Institute, menyambut hangat kedatangan kami dengan menggunakan seragam kebanggaan mereka. Tujuan kedatangan kami adalah untuk mengetahui dan membandingkan seperti apa kegiatan di Monash Institute.

Pada pukul sembilan tepat, kegiatan saling memaparkan program pada masing-masing pesantren pun dimulai. Perwakilan dari Pesantren Riset Al-Muhtada memaparkan kegiatan harian, mulai dari mengaji dan menghafal Alquran, menambah kosa kata bahasa Inggris dan Arab, sampai pelatihan menulis dan melakukan riset atau penelitian. Selanjutnya, para pengurus di Monash Institute bergantian menjelaskan program kerja mereka. Presiden Monash Institute, yaitu Kodrat, mengungkapkan bahwa struktur kepengurusan di Monash Institute sendiri dibuat seperti sebuah negara. Ada berbagai menteri yang mengurusi berbagai bidang. Ada juga partai-partai yang didirikan oleh para pengurus, ketika mendekati pemilihan presiden di Monash Institute. Satu periode berjalan selama kurang lebih 4 bulan. Kemudian beliau mengungkapkan juga bahwa syarat untuk mencalonkan diri menjadi presiden Monash Institute yaitu, memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 7 juz, sebanyak 10 tulisan telah dipublish, baik di media cetak ataupun media lainnya, dan tentu saja bergabung di sebuah partai yang mereka dirikan.

Setelah Presiden menjelaskan beberapa hal, gantilah menteri kesekretariatan yang berbicara. Jika biasanya media pesantren hanya dikelola oleh pembina, maka berbeda di sini. Media sosial dan web dikelola sendiri oleh deciples, terutama bidang sekretaris. Sekretaris juga bertanggung jawab atas surat ijin apabila deciples tidak dapat hadir dalam perkuliahan. Tak hanya itu, ada berbagai menteri-menteri yang tersusun atas 2 sampai 3 orang per kementerian. Ada menteri kependidikan yang bertanggung jawab atas kegiatan harian di Monas. Salah satu kegiatan unggulannya yaitu I’robul Qur’an, yaitu mengkaji Al-Qur’an perkata dengan mengetahui hukum-hukum bacaanya. Para deciples juga harus mengumpulkan tulisan-tulisan mereka tiap minggunya. Kemudian ada menteri hukum yang bertanggung jawab atas kelalaian para diciples atau keterlambatan ketika melakukan suatu kegiatan. Untuk hukuman yang diberlakukan, mereka lebih memikirkan tentang moral daripada hanya hukuman fisik. Menteri hukum juga menerapkan sistem surat peringatan apabila pelanggar telah melewati batasan yang ditentukan.

Selanjutnya, ada menteri bahasa yang bertanggung jawab atas kebahasaan di sini. Beberapa programnya yaitu pemberian kosa kata bahasa inggris dan arab, juga menerapkan berbicara dengan bahasa asing setiap hari bagi para deciples. Juga ada ujian bahasa setiap 2 minggu sekali. Ada juga Menteri Peribadatan dan akhlak, mereka yang bertanggung jawab atas jama’ah Shalat, dan bidang peribadatan lainnya, mereka juga bertanggung jawab atas ketepatan berpakaian para deciples. Ada juga Menteri kesehatan dan kebersihan yang mengatur jadwal piket dan olahraga para deciples. Tak lupa juga Menteri sarana prasarana yang bertanggungjawab atas inventaris-inventaris di Monash Institute.

Setelah pemaparan tersebut selesai, dilanjutkan oleh motivasi singkat dari Abah Nasih bahwa kami sebagai para santri dan mahasiswa harus menjadi santri yang berintelektual islam dan juga berkuasa. Maksudnya, tak hanya cerdas, kita juga bermanfaat bagi orang lain dengan ilmu yang kita miliki. Tidak lupa juga kaya, agar bisa menunjang beberapa hal tersebut.

Selepas dari Monash Institute, kami melanjutkan perjalanan ke Pesantren Bina Insani. Sangat banyak sekali santri di sana yang menyambut kami dengan hangat. Kemudian seperti yang kami lakukan di Monash sebelumnya, di sini kami juga membahas tentang bagaimana kepengurusan dan kegiatan di Pesantren Bina Insani. Tak jauh berbeda dengan Monash Institute, kepengurusan di sini pun juga menggunakan Presiden sebagai pimpinannya dan Menteri-menteri sebagai penanggung jawab bidang.

Mulai dari Menteri Pendidikan, Kominfo, Olahraga, Bahasa, hingga Menteri Sarana Prasarana semuanya berjalan sangat baik dan tidak jauh berbeda dengan Monash Institute. Namun ada satu hal yang sangat menonjol dari Pesantren Bina Insani ini, yaitu di bidang jurnalistiknya. Sudah banyak santri Bina Insani yang menulis tentang berbagai hal dan di publish di media cetak maupun online. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan bukan.

Begitulah kunjungan singkat yang telah kami lakukan hari itu. Walau hanya beberapa jam kami berkunjung, namun akan selalu berkesan karena banyak hal baik yang bisa kami contoh untuk membangun program-program di Pesantren Riset Al-Muhtada ini. (Penulis Zakiyah Azzahro Haidar).

Guest Lecture: Politik Agraria Pasca Orde Baru

Pesantren Riset Al-Muhtada kembali mengadakan kegiatan Guest Lecture pada hari Senin, 28 Januari 2019. Kali ini yang memberikan perkuliahan tamu adalah Dr. Iqra Anugrah, peneliti LP3ES yang saat ini sedang mengerjakan project bersama New Mandala, Australian National University, Australia. Dr. Anugrah menyampaikan pandangan-pandangannya tentang politik agraria pasca orde baru di Indonesia. Beliau menulis disertasi dengan tema yang sama dan meraih gelar doktor dari Departemen Ilmu Politik Northern Illinois University, Amerika Serikat.

Malam Hari di Gwenellda

Oleh : Alda Gemellina Munadhiroh

Pagi itu, ditemani secangkir coklat panas aku memilih untuk duduk di sudut kamar tepat di balik jendela kayu. Aku melihat pemandangan pagi yang indah. Aku melihat bangunan- bangunan yang nampak rapuh dimakan usia, namun masih terasa kokoh di dalam. Di tengah-tengah bangunan itu ada sebuah taman dengan air mancur. Banyak orang orang yang entah sedang mereka lakukan, yang jelas tempat itu ramai sekali. Sembari menyeruput coklat yang masih panas ini, aku bertanya dalam hati. Tempat apa ini? Kenapa orang tuaku dengan senang hati membawaku kemari? Belum habis aku bertanya-tanya pada diri ini, tiba tiba seseorang mengetuk pintu kamarku. Ttokk…ttok…ttokk.. “Alexa, open the door please..!!” “okee waitt..”.”hey what are you doing? Lets go to the hall! , there will be opening ceremony for new students, c’mon dont be late! Five minute again!”.”okee you can go first betty, i’ll leave soon.” Segera kututup pintu kamarku dan bersiap untuk upacara pembukaan. Untung saja seragam kebanggan sekolah ini sudah melekat di tubuhku. Sempat kulirik sebuah logo di bagian kanan atas bajuku. Logo yang bertuliskan ‘Gwenellda Female Leadership School”. Setelah semua siap, aku percepat langkahku menuju aula. Ruangan ini telah ramai rupannya. Kulihat sekelilingku para siswa asik berbincang, mungkin sedang berkenalan, pikirku.

Aku terus mengarahkan pandanganku berharap menemukan betty. Teman pertamaku disini.  Belum juga kumenemukan wujudnya, mataku tidak sengaja melihat seorang kakek-kakek usia sekitar 70 an dengan rambut putih dan kaca mata tebalnya. Entah apa yang sedang di kerjakan sang kakek, namun ia nampak sangat buru-buru melewati ruangan ini. Mungkin dia profesor di sekolah ini, pikirku. “Alexa! Come here!” aku mengenali suara itu “hey betty, you’re there? Okee.” Sahutku sembari mendekatinya dan upacara pembukaan dimulai. Seseorang berbadan gemuk namun cantik dengan rambut ikalnya yang tergerai rapi di tambah kacamata bulat bertengger di matanya menambah kesan elegan pada wanita paruh baya itu. Miss Denada begitu dia dipanggil. “okeyy..good morning every body!? Iam so glad to see all of you in this room. Now all of you has become family of gwenellda female leadership school. enjoy your every day here, and work as you wish and show the world than woman is great! Okeeyy girl?” “okeeyyy.” Jawab kita semua serentak disertai suara gemuruh tepuk tangan.

Alexa, lets go to the dinning room! The lunch time will start soon” ujar betty mengajakku ke ruang makan disamping aula”. Hmm iam sorry you can go first betty, i want to take something in my room first, i will overtake you soon…!, bye betty”. Jawabku sambil berlari ke luar ruangan. Sesampai di luar ruangan aku menerka-nerka kemana arah perginya si kakek tua itu. Aku putuskan untuk menyusuri lorong di sebelah kanan aula berharap menemukannya disana. Benar saja, kulihat kakek itu dari celah pintu yang tak tertutup rapat. ”How lucky I am!” teriakku dalam hati. ”What is he doing in there?” pikirku. Tak sengaja tubuhku mendorong pintu hinnga menimbulkan suara berdecit. “Who is there?!” pekik kakek tua itu. “Hmm I am sorry sir, iam just passed bye, and accidentally saw you”. Jawabku sedikit menunduk. Antara takut dan malu. Wow! Whats amazing room!. Pikirku. Banyak sekali barang-barang canggih yang tak pernah kulihat sebelumnya. He is really a professor!. Okey because you are already in this room, please close the door first, and come here!” perintahnya.”are you new students?” tanya nya. ”Yes I am” jawabku. “Okey now, listen to me! Dont tell anyone about this room and all of what you see inside this room and dont tell anyone about me! Do you understand?”. “Yes sir iam understand, but could I know the reason sir?”. Tanyaku sedikit penasaran. ”you dont need to know the reason.” Jawabnya penuh penolakan. Misterius sekali orang ini, pikirku.

Saat jam makan siang pikiranku terus bertanya tanya mengapa dia merahasiakan ruangan itu? Dan mengapa aku tidak boleh menceritakan tentangnya pada orang lain? “I should to go there again!”, tapi karena rasa ngantuk yang lebih dulu menghampiri, aku putuskan untuk kembali ke kamar dan tidur. ”Betty, dont forget to wake me up when dinner time, okey!”. Pintaku pada betty teman sekaligus tetangga kamarku. “Hey alexa! Wake up! Come here! I’ll show you something.” Tidak terasa tubuhku begitu saja mengikutinya. Tiba-tiba tubuhku telah berada di ruangan canggih itu. “enter and see!” suara itu menyuruhku masuk. Didalam ruangan otakku serasa berputar. Tiba-tiba saja ruangan canggih itu berubah menjadi ruangan puluhan tahun silam. Kulihat ramai anak-anak bermain di ruangan ini. Di tengah tengah mereka terdapat seorang lelaki tampan nan berwibawa duduk bercerita pada anak anak tersebut. Dalam hati ku bertanya, sepertinya aku kenal orang ini?.

Alexa!!.. Alexa!! Wake up! What time its it! Its time to have dinner lets wake up Alexa!” suara nyaring betty membangunkanku dari mimpi aneh ini. ”Yess betty i have wake up, thanks for wake me up. Please wait me a minute!”. Bergegas aku ke kamar mandi untuk cuci muka. Aku tidak sempat lagi untuk mandi. Disaat makan malam tengah berlangsung, Miss Denada ditambah seorang perempuan lainnya memasuki ruangan. Ruangan hening seketika. “Do you know who is she?” tanya Betty setengah berbisik. “I dont know well may be she is boarding mother” jawabku menebak. ”Good evening girls..please give me attention for a fiew minute. I know all of you defininitely curios whose are standing beside me right?, okeey, she is your mother in this dormitory you can call her madam Gisell” Wanita dengan perawakan tak jauh beda dengan Miss Denada kecuali ikatan rambut yang membedakan, kemudian membukuk memberi hormat. Kami semua membalasnya seraya mengucap “Haii madam Gisell”.

Setelah mengenalkan madam gisell kepada kami, Miss Denada kembali ke ruangannya. Tersisa Madam Gisell dan kami. ”Girls, I will tell you some rules that must be obeyed as long as you are student here”, Madam Gisell memulai membacakan peraturan peraturan itu. Diantaranya adalah jam tidur, Siswi sudah harus diatas tempat tidur masing masing sebelum jam 10. Tidak ada yang boleh berkeliaran diatas jam 10 malam kecuali ke kamar mandi. “The rules start now!!, thank you girls hope you can stay at this dormitory happily..good evening” ucap Madam Gisell menutup pembicaraannya. “I need to fast it’s have 09.00 pm. I still have time one hour to meet with the professor”. Gumamku seraya berlari ke ruangan canggih itu. Dugaanku tepat professor itu masih disana. ”Excuseme.., sir..may I enter?” tanyaku dengan lembut. ”Yess just enter and close the door again. Why you come here you should go to your room right?” tanyanya. “Yes sir, but i still have one hour till 10 pm so I decided to come here. Because there are so many question that i wanna ask to you” jawabku jujur. ”You can tell me What you want to ask, but I will not answer it now. You can come here again tomorrow morning before breakfast time and I will tell you all what you want to know” terangnya meyakinkanku.” Are you sirious?” tanyaku sambil tidak percaya. ”Yess little girl, just tell me what you want to ask” pintanya. Segera kuceritakan mimpi aneh yang baru saja aku alami dan beberpa pertanyaan mengenai seputar dirinya serta sekolah ini. “Okee little girl it’s almost 10 pm, you can belate, if you not go back to your room now. Dont forget to come here again tomorrow okey” ujarnya mengingatkanku.” Thank you sir, good night..” ucapku.

Keesokan harinya sembari menunggu breakfast time sesuai janjinya. Aku pergi menemuinya, ”Excuse me sir..are you in there?”, Tidak ada jawaban. Aku putuskan untuk masuk sambil berpikir mungkin dia belum sampai ke ruangan ini. Mataku terpaku pada sebuah lukisan dengan gambar sama persis dengan apa yang kulihat dalam mimpiku. Lukisan apa ini? Kenapa gambarnya sama persis dengan mimpiku?. “Hey little girl, you have come, what do you see?”, kakek itu mendekatiku. ”Yess sir, emm.. nothing. just look this picture, this picture are really same as what I see in my dream. Can you explain it to me ?” tanyaku dengan tidak sabar. Ia memintaku duduk di sofa samping jendela tua ruangan ini dan menyuguhiku secangkir coklat panas. Kemudian ia mulai bercerita tentang bangunan ini. Bangunan ini dulu adalah rumahnya dan sering di jadikan tempat bermain anak-anak di lingkungan sekitar. Tempat canggih itu dulu adalah ruang baca pribadinya. Sejak ada suatu tragedi yang menghancurkan rumah serta membinasakan anak-anak. Membuatnya beralih menekuni hobinya yaitu menjadi professor. Dia mendirikan sekolah ini dan menjadi professor tanpa sepengetahuan para siswa.

Tidak terasa air mataku menetes. “from now, just call me grandpaa sam” ujarnya sembari mengacak acak rambutku, “and how i call you little girl?” tanyanya kemudian. ”Oh, you can call me Alexa, grandpaa”.jawabku sambil tersenyum. ”Thank you for telling me your story. I must to go to the dinning room now, I’ll be back before dinner time, see you..” ujarku seraya melambaikan tangan dan pergi meninggalkan ruangan itu. Entah mengapa ada kehangatan tersendiri saat kakek itu berbicara. Membuatku ingin menghabiskan waktu bersamanya diruangan itu. Sekarang, hari-hari yang aku miliki, aku habiskan dengan melakukan eksperimen bersama grandpaa di ruangan itu. Grandpaa mengajariku banyak hal dari beberapa mata pelajaran yang belum aku pahami termasuk ilmu-ilmu dunia yang luar biasa. Hari demi hari, bulan berganti bulan, grandpaa masih menyembunyikan karyanya padaku. Aku tidak terlalu memperdulikaknnya, yang ada dibenakku saat ini, grandpaa yang sudah membuat aku betah disini. “so, ineed to repay his kindness to me. I want to give my best in this school for my gift to him”.

Ujian akhir tahun sudah di depan mata. Aku bertekad untuk membuat grandpaa tersenyum semakin kuat. Semakin banyak buku yang aku baca dari perpustakaan sekolah. Tidak jarang pula aku meminjam buku-buku dari ruangan grandpa. Hampir setiap malam aku ke kamar betty untuk berdiskusi. Suatu ketika, aku tidak sengaja mendengar seseorang terbatuk batuk, arahnya dari ruangan Grandpaa. Segera ku berlari ke arahnya. “Grandpaa are you okay?” tanyaku khawatir.”Yess Alexa, I am okay dont worry, dont think about me, just think for your exam tomorrow!” ujarnya menegaskan. ”Are you sure? You look not healthy”. ”Iam okey Alexa, just go..” pintanya. ”Okeyy take care of your self, grandpaa”.ujarku sembari meninggalkan. Ujian akhir tahun berlangsung selama tiga hari. Selama itu perasaanku tidak bisa tenang. Malam hari setelah ujian akhir tahun berakhir, aku putuskan untuk istirahat diruangan grandpaa. Saat itu grandpaa sedang menyelesaikan proyeknya ”it’s the last step”. Ujarnya sambil tersenyum. Tidak terasa aku tertidur diruangan grandpaa. Entah apa yang dilakukan grandpaa tapi aku merasa ada sesuatu menetes dan membasahi tanganku. Keesokan harinya aku terlambat bangun waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 am. Waktu breakfast sudah lewat. Aku segera menuju kamar dan berganti pakaian. “I dont need to be late! Today is announcement of exam results”pikirku.

Aku segera menuju ke auditorium, all of students have been there. Miss Denada dengan gaya khas memasuki ruangan. ”Good morning students..in this good opportunity I will announce some one of you who will get rewards from school because of her cleverness and she was do the exam succesfully. Please give big aplause to our sister she is…AALLEEXXAA!!!.” semua orang bersorak bahagia. Aku segera ku naik ke atas podium. ”Thanks for the reward that have given to me. I can’t get this without all of you in beside me, and there is someone which is the most take effect in my daily life in this school. for you, I say big thanks!” ujarku penuh semangat. Setelah acara penghargaan selesai. Malam harinya, aku memutuskan memberikan hadiah ini kepada grandapa. Setengah berlari, aku menuju ruangan grandpaa. ”grandpaa…grandpaa sam..where are you? You know I get the reward from school..grandpaa..grandpaa sam..whre are you?? Why dont you answere me??”ujarku ketakutan. Aku melihat ada sebuah barang tertutup kain coklat muda diatasnya terdapat sebuah surat. Aku ambil dan baca surat itu. ”Alexaa, you are remind me to my grandchild. You are a good child, smart, and you have a kind heart like an angel. I want to keep you as long as I can. But I think time is not allow me to do that. Please take care of your self. And please continue my service in this place. I’ll give you all of my thing here. I dont know how long ican be with you..please dont looking for me after you read this letter..you will not find me every where..grandpaa will always love you my little angel”.

Aku diam terpaku setelah membaca surat itu. Rasanya seperti ada seseorang yang ingin mengerjaiku, namun siapa? untuk apa dia melakukan ini?. Aku memandang lagi tulisan tangan itu. Tulisan yang amat sangat aku kenali.  Tidak terasa air mata ini menetes. Rasa sesak didalam dada tak tertahankan lagi. Bagaimana bisa grandpaa pergi begitu saja, bahkan penghargaan ini belum sempat ku berikan padanya, sesalku sambil menangis. Seperti teringat sesuatu, aku mem buka kain coklat muda yang menutupi barang itu. Betapa terkejutnya diriku saat melihat sebuah teleskop besar nan indah. Ada sebuah kertas dengan tulisan tangan yang sama menggantung di ujung teleskop itu. Disitu tertulis “Alexa, my little angel, I give you this telescope for you, when you miss me just point it to the sky  and see it! I’ll be there” Aku mencoba melakukannya, Zonk!!. Tidak ada grandpaa disana. Dia memang hanya ingin menghiburku. Namun aneh, setelah berselang lama ada kedamaian tersendiri saat aku lihat langit malam Gwenellda. Hingga kini hal seperti itu tetap menjadi rutinitas aku sebelum tidur. Yaitu melihat indahnya langit malam Gwenellda, meski sebenarnya harapan untuk bertemu grandpaa masihlah ada. “I miss you so bad grandpaa sam” End.

Penulis merupakan Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada dan Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Semarang

Kembali, Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada Bawa Pulang Piala

Semarang, salah satu mahasantri Peantren Riset Al-Muhtada kembali membawa pulang piala. Setelah tiga hari sebelumnya Muhammad Miftahul Umam berhasil memboyong Piala Juara 2 Lomba Esai Nasional yang diselenggarakan Program Studi IPS Universitas Negeri Surabaya. Kali ini, Prestasi datang dari Nyoto Ribowo. Nyoto Ribowo yang merupakan mahasiswa semester awal Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang, berhasil menjadi Juara 3 dalam Pekan Olahraga Provinsi Tahun 2018. Nyoto berhasil menduduki peringkat II dalam Cabang olahraga Pancak silat kelas B (50-55).

Kegiatan yang berlangsung di Kota Surakarta selama 19 sampai dengan 25 Oktober 2018 telah membawa Nyoto mencapai prestasi perdana selama menjadi mahasiswa. Memang sebelumnya Nyoto merupakan salah satu atlit yang sering mendapakan gelar juara. Tapi, prestasi kali ini sangat berkesan mengingat perjuangan yang dilakukan mulai dari latihan malam hari dan proses karantina yang wajib dilaksanakan.

Nyoto Ribowo yang merupakan Kontingen dari Kabupaten Magelang merasa senang dengan prestasi yang diperoleh. Kendati demikian dia tidak berjanji tidak akan lengah. Kedepan dia akan terus berusaha dan berlatih lebih giat lagi untuk mencapai hasil yang optimal dan sesuai target. Hari ini saya belum mendapatkan sesuai target, tetapi saya harus bersyukur karena ini capain yang bagus. “Kedepan saya akan berlatih lebih keras lagi agar dapat mencapai target. Semoga hari-harii kedepan akan indah”, begitu ungkapan dari Nyoto Ribowo.

Prestasi yang ditorehkan oleh Nyoto telah menambah koleksi prestasi dari Pesantren riset Al-Muhtada. Bagaimana tidak, dalam kurang dari seminggu sudah terdapat 2 mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada berhasil menyabet piala dan piagam penghargaan. Hal ini harus menjadi mootivasi bagi mahasantri yang lain di Pesantren Riset Al-Muhtada untuk terus berprestasi.

Penulis: Ayon Diniyanto

Guest Lecture: Penguatan Hak-hak Sipil di Indonesia

Semarang, Pesantren Riset Al-Muhtada kembali mengadakan Guest Lecture dengan tema Penguatan Hak-hak Sipil di Indonesia. Awaludin Marwan yang merupakan kandidat doktor dari Utrecht University Belanda menjadi narasumber pada hari Selasa malam tanggal 23 Oktober 2018. Awaludin Marwan menyatakan bahwa hak-hak sipil sesungguhnya lahir karena tuntutan dari kaum liberal. Di Indonesia hak-hak sipil muncul begitu kuat setelah adanya reformasi tahun 1998. Sebelumnya hak-hak sipil sesungguhnya sudah ada, tetapi hak-hak sipil yang ada di Indonesia belum terlalu kuat dan pengaturannya belum sekuat sekarang. Pasca amandemen konstitusi, barulah hak-hak sipil di Indonesia menguat. Hal tersebut seperti yang ditentukan dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 A sampai dengan J. Penguatan hak-hak sipil yang ada di Indonesia menurut Awaludin Marwan menjadi poin penting. Beliau memberikan titik tekan bahwa dengan adanya penguatan hak-hak sipil di Indonesia. Ada bebrapa hal yang harus dilakukan oleh Warga Negara Indonesia khususnya warga sipil. Pertama hak-hak sipil terlebih dahulu harus diketahui. Kedua hak-hak sipil kemudian dipelajari serta dipahami secara rasional. Ketiga hak-hak sipil tersebut harus diperjuangkan sebagai bagian yang melekat pada diri manusia sebagai warga sipil.

Tiga poin penting yang disampaikan oleh Awaludin Marwan kemudian menjadi penarik peserta diskusi Guest Lecture untuk bertanya. Wihda Ikhvina Anfaul Ummat salah satu mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada bertanya terkait dengan bagaimana cara memperjuangkan hak-hak sipil yang melakat dalam diri manusia? Pertanyaan lain disampaikan oleh Rosalia Indah dan Dadang Prasetyo Aji yang juga merupakan mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada. Rosalia Indah menyatakan terkait dengan penegakan hak-hak sipil dalam realitas dilapangan. Adapun Dadang Prasetyo Aji menyatakan terkait dengan perbandingan hak-hak sipil di Indonesia dengan di Belanda. Awaludin Marwan yang juga merupakan peneliti di Satjipto Rahardjo Institute kemudian menjawab dan menjelaskan secara detail pertanyaan yang diajukan oleh mahasantri. Acara Guest Lecture diakhiri dengan foto bersama dan perkenalan antara mahasantri dengan narasumber. Acara yang berlangusng di Asrama Putera Pesantren Riset Al-Muhtada merupakan salah satu program rutin yang diselenggarakan untuk sharing ilmu dan pengalaman.

Penulis: Ayon Diniyanto

Piala Perdana untuk Pesantren Riset Al-Muhtada

Semarang, Muhammad Miftahul Umam yang merupakan mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada untuk pertama kalinya menjadi juara pada ajang National Essay Competition. Umam begitu akrab dipanggil berhasil menduduki Juara 2 Lomba yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya atau Unesa. Umam berhasil mengalahkan pesaing-pesaing lain dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia. Loma esai yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan IPS merupakan rangkaian dari event Pekan Ilmiah Sosial (PIS) II. Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 21 Oktober 2018 dihadiri oleh sepuluh besar finalis dari berbagai universitas. Kesepuluh finalis tersebut sebelumnya telah diseleksi dan lolos pada tahap pertama.

Hadir sebagai Juara 1 dalam kompetisi tersebut adalah Aziz Qomarul Firdaus dari Universitas Gajah Mada dan Juara 3 atas nama Fradana Putra Disantra dari Unesa. Capaian yang diperoleh Umam sesungguhnya merupakan capaian yang luar biasa. Hal tersebut dikarenakan Umam merupakan Mahasiswa semester 1 Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang. Umam pada kompetisi esai tersebut mempresntasikan karya dengan judul “Menanamkan Pendidikan Karakter Kepada Siswa sekolah dasar (SD) melalui Pelatihan Menanam Padi”. Menurut Umam, saat ini banyak sekali terjadi kenakalan anak. Salah satu penyebabnya adalah anak-anak masih belum banyak memiliki karakter. Oleh karena itu Umam menawarkan ide agar anak-anak mempunyai karakter dengan mengambil karakter dari tindakan menanam padi.

Uamam merasa gembira dengan capaian tersebut dan akan terus berusaha konssiten produktif dalam menulis. “Ini merupakan prestasi yang tidak terduga sebelumnya, dan saya akan berusaha untuk lebih baik lagi”, sambut Umam sambal tersenyum. Pesantren Riset Al-Muhtada sesunggunya mengirimkan dua wakil untuk presentasi di lomba tersebut. Selain Umam masih ada Arif Budiman yang juga mengikuti presentasi pada lomba itu. Namun Arif Budiman yang merupakan mahasiswa semester 1 Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang belum beruntung. Arif Budiman mengaku masih dalam tahap balajar mengingat ini merupakan karya dan lomba pertamayang diikuti sejak menjadi mahasiswa. “Bagi saya ini merupakan pengalaman yang sangat bagus, terlebih saya masih semester 1 jadi saya akan berusaha lebih baik lagi di kompetisi-kompetisi yang akan datang” kata Arif Budiman sambal bersemangat.

Prestasi yang ditorehkan Umam dan Arif merupakan prestasi yang membanggakan terutama bagi Pesantren Riset Al-Muhtada. Prestasi tersebut sekaligus menjadi prestasi atau piala perdana untuk Pesantren Riset Al-Muhtada. Dani Muhtada selaku pengasuh Pesantren Riset Al-Muhtada bangga melihat mahasantrinya mulai menunjukan produktifitas dan prestasi. Dani Muhtada juga berpesan kepada Umam agar “tetap rendah hati, bersyukur kepada Tuhan, dan berterimakasih kepada semua orang yang telah membantu. Tidak ada kesuksesan tanpa peran orang lain. Selamat”. Ungkap Dani Muhtada.

Penulis: Ayon Diniyanto

Guest Lecturer: Islam di Langit Eropa

Pesantren Riset Al-Muhtada akan kembali mengadakan Guest Lecturer dengan tema Islam di Langit Eropa. Dr. rer. nat. Adi Nur Cahyono, S.Pd., M.Pd. sebagai Alumnus W.v.Goethe-Universitat Frankfurt, Germany akan mengulas lebih dalam tentang bagaimana Islam di Langit Eropa. Pengin tahu lebih lanjut? Catat tanggalnya dan jangan lupa untuk hadir. Acara ini terbuka untuk umum.

Sisi Tidak Terlihat dari APBN

Oleh Dadang Prasetyo Aji

APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indoensia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). APBN berisi daftar sistematis yang terperinci memuat tentang rencana penerimaan dang pengeluaran anggaran negara selama satu tahun anggaran yang terhitung dari tanggal 1 Januari-31 Desember. APBN setiap tahunnya ditetapkan dengan undang-undang. APBN juga memiliki dasar hukum yaitu Undang-Undang Dasar 1945 atau UUD 1945 yang merupakan dasar hukum tertinggi dalam struktur perundang-undangan di Indonesia. Peraturan mengenai keuangan negara selalu didasarkan pada UUD 1945 Pasal 23 yang mengatur tentang APBN. Bunyi dari pasal 23 UUD 1945 yaitu :

  1. Anggaran pendapatan dan belanja negara sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan undang-undang dan dilaksanakan secara terbuka serta beratanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
  2. Rancangan undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara diajukan oleh Presiden untuk dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbngan Dewan Perwakilan Daerah.
  3. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui rancangan anggaran pendapatan dan belanja Negara yang diusulkan oleh Presiden, pemerintah menjalankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun yang lalu

Memang benar dengan adanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memberikan dampak positif yang sangat signifikan bagi Negara Indonesia untuk beberapa tahun terakhir. Pertanyaannya adalah, apakah  berhasilnya program APBN tersebut apakah semuanya baik-baik saja? Kenyatannya tiak sedikit adanya kasus-kasus tentang penyalahgunaan yang berkaitan dengan APBN. Berikut ini adalah beberapa contoh kasus penyalahgunaan APBN. Penyalahgunaan APBN di bidang pendidikan seperti adanya korupsi pengadaan pembanggunan sekolah dan korupsi pengadaan buku pembelajaran. Kasus penyalahgunaan APBN di dalam pemerintahan Desa juga terjadi. Pemerintah desa melakukan penyalahgunaan terhadap Dana Desa yang merupakan turunan dari APBN. Penyalahgunaan APBN juga terjadi dalam kasus penyalahgunaan anggaran pembangunan jalan dan penyalahgunaan anggaran pembuatan drainase.

Sebeneranya semua tentang penggunaan APBN telah dijesakan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2014 atau PP Nomor 60 Tahun 2014. PP Nomor 60 Tahun 2014 menyatakan bahwa APBN memiliki berbagai macam fungsi salah satunya adalah sebagai sumber pendapatan desa. Hal tersebut sesuai dengan Pasal 72 ayat (1) b dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa atau Undang-Undang Desa yang menyatakan bahwa salah satu sumber pendapatan desa berasal dari alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Desa menyatakan bahwa Dana desa digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan kemasyarakatan. Pasal 19 ayar (2) Undang-Undang Desa berbunyi bahwa dana desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Tujuan penggunaan dana desa yang telah dijelaskan Pasal 20 Undang-Undang Desa bahwa penggunaan dana desa mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah desa dan rencana kerja pemerintah desa. Sulit untuk mengetahui pelanggaran penyalahgunaan APBN karena pada dasarnya untuk penggunaan dana APBN harus bersifat transparan sedangkan untuk penerapannya sampai saat ini masih bersifat kurang transparan. Hal tersebut memberikan celah untuk terjadinya penyalahgunaan terhadap penggunaan APBN. Adanya kasus penyalahgunaan APBN membuat keuangan negara Indonesia saat ini mengalami kerugian hingga 40% dari APBN per tahun dan kemungkinan angka itu dapat terus bertamabah seiring marak terjadinya kasus penyalahgunaan APBN dan seiring berjalannya waktu.

Hal tersebut membuktikan bahwa dengan adanya APBN tidak selamanya selalu membawa dampak positif tetapi juga membawa dampak negatif bagi Negara Indonesia. Sebetulnya dampak negatif tersebut dapat diminimalisir dengan berbagai caradiantaranya pengawasan yang lebih ketat oleh badan audit dan anggaran yang dikeluarkan APBN harus sesuai dengan laporan kegiatan. Kasus inefisisensi KTP yang semula KTP elektronik ditargetkan untuk 172 juta penduduk wajib KTP tahun 2011-2012 dengan nilai proyek Rp5,59 triliun. Kemudian Badan Pemeriksa Keuangan menemukan antara lain 11 kasus ketidakefektifan  senilai Rp357,2 miliar dan kasus kerugian Negara senilai Rp24,9 miliar. Targetnya 145 juta keping E-KTP terdistribusikan. Faktanya baru 120,11 juta E-KTP yang sudah didistribusikan.

Ada solusi yang sebenarnya bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan APBN. Pendidikan anti korupsi merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan mulai dari sekarang untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan APBN. Pendidikan anti korupsi selama ini belum diterapakan secara maksimal di Negara Indonesia sedangkan untuk pendidikan anti korupsi telah diterapkan secara maksimal di beberapa negara maju seperti Jepang Sebetulnya semua tindak penyalahgunaan APBN terjadi karena kurang diterapkannya kesadaran anti korupsi pada setiap individu. Apabila Indonesia telah menerapkan pendidikan anti korupsi secara maksimal. Negara Indonesia tidak akan lagi terjadi adanya korupsi atau penyalahgunaan APBN untuk kedepannya. Hal tersebut karena seluruh masyarakat Indonesia sudah mengetahui pentingnya untuk tidak melakukan tindakan korupsi.

Jika APBN berjalan sesuai dengan harapan tanpa adanya penyalahgunaan maka Negara Indonesia untuk kedepannya akan menjadi negara yang maju. Negara Indonesia dengan didukung sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang handal sehingga akan membuat APBN mengalami kenaikan dari segi pendapatan. Indonesia sangat terkenal dengan Negara yang sangat kaya akan sumber daya alamnya yang melimpah, akan tetapi hanya sedikit dari sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan karena kurang adanya akses dan fasilitas yang dapat digunakan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Adanya APBN yang tidak disalahgunakan dapat dijadikan sebagai cara untuk menunjang akses serta fasilitas untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia dengan maksimal.

Penulis adalah santri Pesantren Riset Al-Muhtada dan Mahasiswa FH Universitas Negeri Semarang