almuhtada.org – Teman-teman semua pasti pernah ada di posisi ini. To-do list sudah disusun rapi, target hidup sudah dibuat, dan berbagai rencana telah dipersiapkan dengan matang. Namun pada akhirnya, tidak semua berjalan sesuai harapan. Ada saja hambatan yang datang dan membuat rencana tinggal rencana.
Saat itu terjadi, kita sering merasa seolah keadaan tidak berpihak kepada kita. Padahal, bisa jadi Allah Swt sedang mengingatkan bahwa selama ini kita terlalu fokus pada rencana sendiri dan lupa melibatkan-Nya dalam perjalanan hidup.
Allah Swt berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 162:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”
Ayat ini mengajarkan bahwa hidup bukan hanya tentang target dan pencapaian. Semua yang kita lakukan seharusnya bermuara kepada Allah Swt. termasuk mimpi dan rencana yang sedang kita perjuangkan.
Melibatkan Allah Swt bukan berarti berhenti berusaha. Kita tetap perlu bekerja keras, belajar, dan berikhtiar. Bedanya, kita tidak memaksakan hasil sesuai keinginan kita, melainkan percaya bahwa Allah Swt lebih tahu apa yang terbaik.
Sering kali kita menjalani hidup hanya untuk mengejar target. Ibadah menjadi rutinitas, sementara hubungan dengan Allah Swt perlahan terasa jauh. Padahal, tanpa keberkahan dari-Nya, pencapaian sebesar apa pun tidak akan menghadirkan ketenangan.
Melibatkan Allah Swt juga tidak harus menunggu urusan besar seperti karier atau jodoh. Kita bisa memulai dari hal-hal sederhana: berdoa sebelum mengambil keputusan, meminta petunjuk saat bingung, dan menyerahkan setiap urusan kepada-Nya.
Apa yang kita anggap sebagai kehilangan belum tentu benar-benar kehilangan. Bisa jadi itu adalah bentuk perlindungan Allah Swt yang belum mampu kita pahami saat ini. Sebab Allah Swt melihat keseluruhan perjalanan hidup kita, sementara kita hanya melihat satu bagian kecil darinya. Karena itulah mempercayai rencana Allah Swt sering kali jauh lebih menenangkan daripada memaksakan rencana yang kita inginkan.
Karena itu, ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan, jangan langsung berputus asa. Bisa jadi Allah Swt sedang mengarahkan kita ke jalan yang lebih baik daripada yang telah kita susun sendiri. Jika berhasil, bersyukurlah karena Allah Swt yang memberi. Jika gagal, tetaplah tenang karena Allah Swt pasti memiliki rencana lain. Sebab ketenangan bukan berasal dari semua rencana yang terwujud, tetapi dari keyakinan bahwa Allah Swt selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. [Shokifatus S]











