Memahami Etika dan Adab Bersin yang Sesuai Syariat Islam

Ilustrasi seseorang yang sedang bersin (pinterest.com – almuhtada.org)

almuhtada.org – Islam adalah agama yang indah dan detail. Bahkan dalam perihal bersin, ada tuntunan yang tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menjaga kenyamanan orang-orang di sekitar kita. Yuk, kita simak bersama apa saja etika dan adab bersin yang sesuai dengan syariat Islam!

  1. Merendahkan Suara dan Menutup Wajah

Saat bersin, dorongan udara yang keluar biasanya sangat kuat. Rasulullah SAW mencontohkan bahwa ketika bersin, beliau akan menutup wajahnya dengan tangan atau pakaian, serta merendahkan suaranya.

Menutup mulut dan hidung saat bersin sangat penting dari sisi kesehatan agar percikan cairan yang keluar tidak menyebar dan menularkan kuman ke orang lain. Selain itu, menahan agar suara bersin tidak terlalu keras adalah bagian dari sopan santun agar tidak mengagetkan orang di sekitar kita.

  1. Mengucapkan “Alhamdulillah”

Bersin sebenarnya adalah sebuah nikmat yang besar. Saat bersin, tubuh kita sedang mengeluarkan jutaan kuman dan melepaskan tekanan di kepala. Oleh karena itu, syariat Islam mengajarkan kita untuk bersyukur setelah bersin dengan mengucapkan:

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ

“Segala puji bagi Allah.”

Ucapan ini adalah bentuk pengakuan bahwa Kesehatan tubuh kita adalah pemberian dari Allah SWT.

  1. Saling Mendoakan Antar Sesama Muslim

Keindahan Islam semakin terlihat dari adab yang satu ini, yaitu saling mendoakan. Jika kita mendengar saudara sesama muslim bersin dan mengucapkan Alhamdulillah, maka kita yang mendengarnya wajib mendoakannya. Ucapan doa untuk orang yang bersin adalah:

Baca Juga:  Bahaya Dosa Kecil Yang Bisa Melalaikan Banyak Orang

 يَرْحَمُكِ الله / يَرْحَمُكَ الله

“Semoga Allah merahmatimu.”

Setelah didoakan, orang yang bersin tadi tidak boleh diam saja. Beliau dianjurkan untuk membalas doa tersebut dengan mengucapkan:

يَهْدِيْكُمُ الله وَيُصْلِح بَالَكُمْ

“Semoga Allah memberikan petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu.”

Bayangkan betapa indahnya interaksi ini. Dari satu kali bersin saja, terjalin hubungan saling mendoakan kebaikan antar sesama.

Kemudian, Adab yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sejak ribuan tahun lalu ini ternyata sangat sejalan dengan dunia medis saat ini. Dokter pun selalu menyarankan kita untuk menutup hidung menggunakan tisu atau siku tangan ketika bersin supaya tidak menularkan penyakit kepada orang yang ada disekitar kita.

Selain itu, Islam juga melarang kita untuk menahan bersin secara sengaja karena bisa berbahaya bagi tekanan di dalam telinga dan pembuluh darah di kepala. Jadi, biarkan bersin tersebut keluar secara alami, namun tetap menjaga etika.

Kesimpulannya, Mempraktikkan adab bersin itu bukan sekadar menjalankan rutinitas, melainkan bagian dari menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Langkahnya sangat sederhana, hanya dengan cara menutup hidung, mengecilkan suara, mengucapkan hamdalah, dan jangan lupa balaslah doa kebaikan dari orang lain. Berawal dari hal kecil yang sederhana ini, kita bisa mendapatkan pahala sekaligus menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama. [Maulida Auliyah]

Related Posts

Latest Post