Almuhtada.org – Pergerakan bumi menjadi salah satu fenomena alam yang sejak lama menarik perhatian manusia.
Dalam ilmu astronomi modern, bumi diketahui berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari.
Menariknya, beberapa ayat dalam Al-Qur’an juga sering dikaji oleh ulama dan cendekiawan muslim sebagai isyarat mengenai pergerakan benda-benda langit, termasuk bumi.
Salah satu ayat yang banyak dibahas terdapat dalam Surah Az-Zumar ayat 5, yang menjelaskan bahwa Allah “menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam.” Kata yukawwiru pada ayat tersebut berasal dari kata yang berarti menggulung, seperti menggulung sorban.
Beberapa pengkaji tafsir menilai bahwa gambaran ini menunjukkan bentuk bumi yang bulat dan mengalami perputaran secara terus-menerus.
Selain itu, Surah An-Naml ayat 88 juga menyebut gunung-gunung yang tampak diam padahal sebenarnya berjalan seperti awan.
Ayat ini sering dikaitkan oleh sebagian ulama dengan gerakan bumi.
Tokoh tafsir seperti Ibnu Katsir menjelaskan ayat-ayat kauniyah sebagai tanda kekuasaan Allah yang dapat dipahami manusia melalui pengamatan alam.
Sementara itu, cendekiawan muslim modern seperti Zaghlul El-Naggar menafsirkan ayat-ayat tersebut dengan pendekatan ilmiah, termasuk pembahasan tentang rotasi bumi dan keteraturan tata surya.
Pendekatan ini juga didukung oleh sejumlah pengkaji pra mujtahid dan ahli falak yang melihat adanya kesesuaian antara wahyu dan ilmu pengetahuan.
Dalam sejarah Islam, ilmuwan seperti Al-Biruni telah melakukan penelitian astronomi jauh sebelum teknologi modern berkembang.
Ia menghitung ukuran bumi dan mempelajari gerakan benda langit dengan metode ilmiah yang sangat maju pada masanya.
Hal ini menunjukkan bahwa tradisi keilmuan Islam memiliki perhatian besar terhadap fenomena alam.
Meski demikian, para ulama juga mengingatkan agar penafsiran ilmiah terhadap Al-Qur’an dilakukan secara hati-hati.
Tujuan utama Al-Qur’an bukan sebagai buku astronomi, melainkan petunjuk hidup manusia.
Namun, keselarasan antara ayat-ayat Al-Qur’an dan penemuan sains menjadi salah satu bukti bahwa Islam mendorong umatnya untuk berpikir, meneliti, dan memahami ciptaan Allah secara mendalam.
Pada akhirnya, pembahasan mengenai bumi yang berputar tidak hanya memperlihatkan kehebatan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengajarkan manusia untuk semakin menyadari kebesaran Sang Pencipta melalui keteraturan alam semesta. [SYUKRON YULI YANTO]











