almuhtada.com- Ketika membahas tentang sedekah, biasanya yang sering dibicarakan adalah siapa yang paling berhak menerima, bagaimana cara agar tetap ikhlas saat memberi, atau pahala apa yang akan Allah Swt berikan kepada orang yang bersedekah. Semua pembahasan itu tentu penting. Namun, ada satu hal yang sering kali terlupakan, yaitu kualitas dari apa yang kita berikan.
Tanpa disadari, sebagian dari kita menjadikan sedekah sebagai momen untuk menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak diinginkan. Pakaian yang lusuh, barang yang lama tidak dipakai, atau sesuatu yang kondisinya sudah kurang layak, akhirnya diberikan dengan alasan “masih bisa dimanfaatkan orang lain.”
Padahal, sedekah bukanlah tempat membuang barang yang sudah tidak kita butuhkan atau tidak layak dipakai. Hakikat sedekah adalah berbagi dengan penuh kepedulian dan penghormatan kepada sesama. Yang di dalamnya ada nilai kemanusiaan, empati, dan ketulusan hati dalam diri kita.
Allah Swt telah mengingatkan hal ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 267:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ ٢٦٧
“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya, melainkan dengan memicingkan mata (enggan terhadapnya). Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.”
Ayat tersebut seakan menjadi teguran bagi hati kita. Allah Swt mengajarkan bahwa apa yang diberikan kepada orang lain seharusnya adalah sesuatu yang layak dan baik. Sebab jika kita sendiri merasa enggan menerimanya, mengapa kita merasa pantas memberikannya kepada orang lain?
Sering kali, kita merasa berat untuk memberikan sesuatu yang masih bagus karena terlalu mencintai apa yang kita miliki. Kita merasa telah bekerja keras untuk mendapatkannya sehingga sulit untuk melepaskannya. Padahal, dalam setiap rezeki yang Allah Swt terdapat hak orang lain yang harus disampaikan.
Mencintai harta adalah hal yang manusiawi. Namun, jangan sampai rasa memiliki membuat kita lupa bahwa harta hanyalah titipan. Ketika seseorang hanya rela memberikan yang buruk dan menyimpan semua yang terbaik untuk dirinya sendiri, bisa jadi itu tanda bahwa hatinya masih terlalu terikat pada dunia.
Sedekah sejatinya bukan tentang kehilangan. Sedekah adalah cara membersihkan harta dan hati. Dengan bersedekah, kita sedang mengeluarkan bagian yang memang bukan sepenuhnya milik kita, lalu mengembalikan hak orang lain yang Allah Swt titipkan melalui harta tersebut.
Karena itu, jika ingin benar-benar membersihkan diri melalui sedekah, maka berikanlah sesuatu yang layak, bermanfaat, dan berkualitas. Berikan sesuatu yang jika kita berada di posisi penerima, kita pun akan merasa senang dan dihargai saat menerimanya.
Sebab pada akhirnya, sedekah bukan sekadar tentang seberapa banyak yang kita keluarkan, melainkan tentang ketulusan hati dalam memberi. Dari situlah harta yang tersisa menjadi lebih bersih, lebih ringan, dan insyaAllah dipenuhi keberkahan. [] Shokifatus Salamah











