almuhtada.org – Setiap perasaan yang dianugerahkan kepada manusia adalah bentuk nikmat dari Allah Swt. Sebagai makhluk sosial, kita hidup dikelilingi oleh banyak orang. Banyak aktivitas kita yang selalu melibatkan orang lain.
Hingga tanpa kita sadari, kita membangun jalinan yang jauh lebih bermakna dari sekadar pertemanan biasa. Ada sahabat, guru, rekan kerja, yang selalu melengkapi hari kita. Pada akhirnya, mereka ikut andil membentuk siapa diri kita saat ini.
Namun seiring berjalannya waktu, orang-orang di sekitar kita tidak akan menetap selamanya. Ada yang berpindah tempat, ada yang kesibukannya berubah, ada yang jalannya memang berbeda arah. Hubungan yang dulu rapat bisa menjadi renggang karena berkurangnya interaksi satu sama lain.
Pada saat itulah, silaturahmi perlu kita sempatkan. Silaturahmi bukan semata-mata tradisi budaya atau rutinitas hari raya, melainkan amalan yang membawa keberkahan, sejalan dengan hadis yang disampaikan oleh Imam Bukhari, yaitu:
عَن ابْن شهاب أَخْبَرَنٍيْ أَنَس بْن مَالِك أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ – رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Sihab (dimana) telah menginformasikan padaku Anas bin Malik ra., bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang suka diluaskan rezekinya dan dipanjangkan (sisa) umurnya, maka sambunglah (tali) kerabatnya.” (HR. Bukhari)
Silaturahmi bukan tentang seberapa sering kita bertemu, tetapi tentang seberapa tulus kita menyapa. Kita hidup di zaman digital, sehingga komunikasi menjadi hal yang sangat mudah untuk dilakukan.
Sebuah pesan singkat, panggilan video, atau reaction “suka” bisa menjadi kunci bagi kembalinya sebuah hubungan. Kita tidak perlu menunggu momen seperti lebaran, ulang tahun, ataupun reuni untuk menyapa orang-orang yang kita rindukan.
Kita pasti pernah merasa canggung untuk menjalin kembali sebuah hubungan. Tapi, yakinlah! Orang yang kita rindukan insyaallah juga merindukan kita. Jangan menunggu siapa yang berani lebih dulu menyapa.
Silaturahmi adalah investasi jangka panjang yang bunganya lebih bernilai daripada uang. Akan ada seseorang yang sedia mengulurkan tangan, akan ada doa tulus yang mengalir dari orang yang menyayangi kita, dan akan ada barakah yang insyaallah menghampiri kita. [] Nihayatur Rif’ah











