almuhtada.org – Pernah tidak merasa pikiran kita berisik, padahal sedang berusaha santai. Misalnya saat sedang scroll tiktok ataupun nongkrong bareng teman, tiba-tiba muncul bayangan laporan tugas yang baru setengah kita kerjain mutar di kepala. Padahal bersantai ini kita niatkan agar healing sejenak, tetapi kita malah merasa feel guilty.
Kemudian, saat sedang belajar ujian dengan sistem kebut semalam, kita lupa materi yang sudah dipelajari semalam saat keluar ruang ujian. Ataupun saat menonton serial yang belum selesai dan harus menunggu episode berikutnya, kenapa kita sepenasaran itu pada kelanjutannya? Jadi, sebenarnya ini itu apasih? Nah, secara psikologi fenomena ini dinamakan Zeigarnik effect.
Pengertian Zeigarnik Effect
Zeigarnik effect merupakan suatu keadaan dimana otak memiliki kecenderungan mengingat suatu hal yang belum selesai dibandingkan dengan hal yang telah tuntas. Kemudian, ketika seseorang memulai sebuah tugas, otak akan menciptakan sistem sesuai kebutuhan yang bersifat spesifik terhadap tujuan.
Kondisi inilah yang menciptakan tegangan dalam memori kerja yang hanya bisa dilepaskan ketika tugas telah mencapai simpulan atau penyelesaian. Hal ini sendiri juga mempunyai sisi negatif serta positif. Sisi negatifnya, ketika banyak tugas yang tertunda, otak akan mengalami overload yang bisa menyebabkan cemas, sulit tidur, stress dan sebagainya. Sedangkan sisi positif yang bisa kita ambil seperti alarm alami diri. Maka, kita bisa memanfaatkan hal ini seperti:
- Menggunakan Jeda
Kita dapat menggunakannya seperti jangan memaksakan belajar satu bab full dalam satu waktu sekaligus jika merasa jenuh. Kemudian berhenti sebentar tepat di bagian bab yang menarik ataupun di tengah-tengah paragraf. Karena, efek ini akan membuat otak akan terus mengolah informasi tersebut di bawah sadar, sehingga saat kembali belajar akan lebih fokus dan tertarik. Beberapa teknik belajar yang bisa digunakan yakni pomodoro, space repetition, dan pause procedure.
- Mencicil Materi
Dengan mencicil materi, kita dapat menjaga tegangan kognitif pada otak agar tetap aktif dalam jangka panjang, sehingga materi lebih menempel pada memori jangka panjang. Jadi, sebisa mungkin untuk mengurangi sistem kebut semalam dan mulai mencicil materi apa yang akan dipelajari.
- Menulis To Do List Sebelum Tidur
Jika pikiran penuh dengan agenda besok atau tugas yang ada dan membuat cemas, susah tidur, maka kita bisa menulis hal tersebut baik di kertas maupun di smartphone. Karena ini bisa memberikan sinyal ke otak bahwa hal itu sudah aman atau sedang diproses, sehingga tegangan kognitif berkurang dan tidur bisa lebih nyenyak.
Kesimpulan yang dapat diambil, Zeigarnik Effect sendiri dapat menjadi pedang bermata dua. Bisa menjadi penggerak produktivitas atau justru menjadi sumber kecemasan jika terlalu sering menunda. Jadi, rasa cemas sebenarnya cara alami otak untuk mengingatkan. Jangan dilawan dengan menunda, melainkan dengan cara kerjain pelan-pelan. Karena, begitu tuntas rasa cemas itu bakal pergi, dan kitab isa merasakan healing sejenak tanpa rasa bersalah. [] Nisrina zalfa sadidah











