almuhtada.org – Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang memerlukan bantuan orang lain dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, tidak ada satu pun manusia yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa melibatkan orang lain. Oleh karena itu, sikap saling menolong merupakan salah satu nilai yang sangat penting untuk ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Islam sendiri tidak hanya mengatur hubungan antara seorang hamba dengan Allah Swt., tetapi Islam juga telah mengatur hubungan antarsesama hamba. Dalam Islam, salah satu sikap yang sangat ditekankan adalah sikap saling menolong dalam kebaikan. Hal tersebut telah dijelaskan dalam firman Allah Swt., tepatnya di Q.S. Al-Maidah ayat 2 yang berbunyi:
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيم
وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ
Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan…” (Q.S. Al-Maidah:2)
Seperti yang telah dijelaskan dalam penggalan Q.S. Al-Midah ayat 2 di atas, Allah Swt. telah memerintahkan kita untuk senantiasa saling tolong-menolong dalam mengerjakan kebaikan dan takwa. Begitu pula sebaliknya, Allah Swt. melarang kita untuk tolong-menolong dalam berbuat dosa serta permusuhan. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim hendaknya kita membiasakan diri untuk menolong saudara kita yang sedang kesusahan atau memerlukan bantuan sesuai dengan kemampuan kita.
Sayangnya, di tengah perkembangan zaman yang semakin maju, kepedulian terhadap sesama mulai memudar dan sifat individualisme mulai mengakar di kehidupan bermasyarakat. Selain itu, pola pikir yang terlalu berorientasi pada keuntungan pribadi sering kali membuat seseorang menjadi kurang peka terhadap lingkungan di sekitarnya.
Padahal Allah Swt. telah memerintahkan kita selaku hamba-Nya untuk senantiasa menolong orang lain yang sedang kesusahan dan memerlukan bantuan. Selain itu, terdapat banyak sekali keutamaan yang dapat diperoleh dari menolong orang lain, antara lain:
Mendapatkan pertolongan dari Allah Swt.
Salah satu keutamaan yang diperoleh seseorang yang menolong orang lain adalah mendapatkan pertolongan dari Allah Swt. Hal tersebut dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim yang berbunyi:
وَ اللهُ فىِ عَوْنِ اْلعَبْدِ مَا كَانَ اْلعَبْدُ فىِ عَوْنِ أَخِيْهِ
Artinya: “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699)
Seperti yang telah dijelaskan dalam hadis di atas, Allah swt. akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya yang sedang memerlukan bantuan. Jadi, kita tidak perlu ragu untuk menolong orang lain yang sedang memerlukan bantuan karena Allah Swt. akan menolong kita jika kita memerlukan bantuan.
Menghilangkan kesulitan di dunia dan akhirat
Keutamaan lain dari menolong orang lain yang sedang kesusahan dan memerlukan bantuan adalah Allah Swt. akan menghilangkan kesulitan kita di dunia dan akhirat. Hal tersebut dijelaskan dalam suatu hadis riwayat Muslim yang berbunyi:
“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan melapangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allah Swt. memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)
Berdasarkan hadis di atas, dapat disimpulkan bahwasanya ketika kita membantu saudara kita dalam mengahadapi kesulitan di dunia, maka Allah Swt. akan menghilangkan kesulitan kita, baik di dunia maupun di akhirat.
Hal ini menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap sikap tolong-menolong dan kepedulian kepada sesama. Setiap bantuan yang diberikan dengan ikhlas tidak akan sia-sia di hadapan Allah Swt. Justru hal tersebut akan menjadi sebab datangnya pertolongan dan kemudahan dalam kehidupan kita sendiri.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Allah Swt. memberikan balasan yang sangat besar kepada seseorang yang membantu saudaranya ketika susah dan memerlukan bantuan. Oleh karena itu, kita sebagai seorang muslim harusnya membiasakan diri untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar kita serta membantu orang lain yang sedang kesusahan sesuai dengan kemampuan kita. [Muhammad Khoirul Anwar]











