Kurang Tepat! Kebiasaan Tirakat di Kalangan Pesantren

kebiasaan tirakat yang berdampak buruk
Gambar ilustrasi kebiasaan tirakat yang berdampak buruk (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Tirakat, sebuah praktik yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan pesantren di Indonesia, sering kali memunculkan beragam pemahaman di kalangan para santri.

Namun, dalam menjalankan tirakat ini, terkadang kesehatan fisik dan kebutuhan dasar mereka terabaikan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tirakat adalah menahan hawa nafsu seperti berpuasa.

Pada prinsipnya tirakat adalah perbuatan yang sengaja dilakukan untuk menahan diri dan Hasrat yang tidak baik, tidak pantas , dan tidak bijaksana dalam kehidupan, kesenangan yang diartikan sebagai kesenangan duniawi yang sementara sifatnya.

Seperti yang sudah difirman kan Allah dalam surat al kahfi ayat 28

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَلَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا ۝٢٨

Dan bersabarlah engkau wahai Nabi Muhammad bersama orang-orang yang beriman yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan berzikir dan berdoa dengan mengharap keridaan-Nya,bukan karena mengharap kesenangan duniawi; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka walaupun mereka miskin, lalu mengarah perhatianmu kepada orang-orang kafir karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, sebab keengganannya mengikuti tuntunan yang Kami wahyukan serta menuruti keinginannya yang teperdaya oleh kesenangan duniawi dan keadaannya yang demikian itu sudah melewati batas. (QS. Al- Kahfi (18):28)

Baca Juga:  Pergi ke Mekkah Hanya Untuk Mengantarkan Bakiak! Ini Kisah Ahmad, Santri Kyai Kholil Bangkalan Yang Terkenal Bodoh Tapi Punya Karomah Tersembunyi

Para santri sering salah mengartikan tirakat sebagai pengorbanan fisik tanpa memperhatikan kesehatan. Inilah yang menjadikat tirakat kurang tepat.

Padahal, menjaga kesehatan fisik adalah bagian integral dari ajaran Islam. Mereka cenderung merasa memperhatikan kesehatan terlalu “mewah”.

Memang benar bahwa tirakat yang dianjurkan dalam Islam seringkali berupa puasa, namun penting untuk diingat bahwa menjaga kesehatan tubuh adalah bagian integral dari ajaran Islam itu sendiri.

Terlebih lagi, dalam masa pertumbuhan seperti masa remaja, kebutuhan gizi harus dipenuhi secara optimal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat.

Selain itu, penting untuk memperbaiki pemahaman tentang konsep tirakat. Tirakat seharusnya bukan sekadar pengorbanan fisik semata, tetapi juga merupakan bentuk pengendalian diri dalam mencapai kedekatan dengan Allah.

Ini bisa dilakukan melalui pelaksanaan puasa sunah, wirid, dan praktik-praktik spiritual lainnya yang tidak mengorbankan kesehatan fisik. Perlu juga ditekankan bahwa menjaga kesehatan fisik adalah bagian tak terpisahkan dari ibadah itu sendiri.

Oleh karena itu, penting bagi pesantren untuk mengintegrasikan program-program kesehatan yang bersifat inklusif, seperti penyediaan kotak P3K, penyuluhan tentang gizi seimbang, dan olahraga yang teratur, sehingga para santri dapat menjalankan tirakat mereka tanpa mengabaikan kesehatan fisik mereka.

Maka dengan selalu memperhatikan keseimbangan Kesehatan dan spiritual kita serta mengistikamahkan keduanya, insyaallah ilmunya dapat menjadi berkah dan bermanfaat.  [] Adinda Aulia

Baca Juga:  War Takjil : Wujud Toleransi Beragama di Bulan Ramadan

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post