Jangan Pasrah! Kenali Takdir Muallaq Dalam Islam

Takdir Muallaq Menurut Islam
Gambar Ilustrasi Takdir Muallaq Menurut Islam (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Islam mengajarkan mengenai ketetapan-ketetapan dunia yang disebut sebagai takdir. Percaya akan takdir itu sendiri menjadi salah satu rukun iman dalam islam.

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR Muslim)

Hal ini menunjukkan kuasa Allah untuk memutuskan dan menetapkan atas kehidupan makhluknya. Meski begitu, Allah memberikan manusia kesempatan mengatur hal-hal yang tidak paten dari-Nya.

Bentuk takdir yang menjadi hak manusia untuk diperjuangkan dapat juga berupa takdir muallaq. Apakah takdir muallaq itu?

Dikutip dari Panduan Muslim Sehari-hari oleh DR KH M Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, muallaq artinya sesuatu yang digantungkan.

Secara istilah, takdir muallaq merupakan ketentuan Allah SWT yang mengikutsertakan peran manusia melalui usaha atau ikhtiar.

Apabila ikhtiar dan usahanya sesuai ketetapan Allah SWT maka hasil yang didapatkan akan memuaskan. Berlaku juga sebaliknya. Takdir muallaq sendiri turut diterangkan dalam surah Ar Ra’d ayat 11,

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

Artinya: “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah SWT. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Baca Juga:  Makna Takdir dalam Berbagai Sudut Pandang

Lantas apa saja bentuk takdir muallaq? Takdir muallaq dapat berupa kesehatan, kepandaian atau kemampuan, dan status sosial bersama kekayaan. Semuanya hal yang daapt digantungkan dan diangkat oleh ikhtiar.

Maka ingatlah Allah tidak akan meninggalkan ummatnya sendiri atas semua ketetapannya. Sebagai muslim, memasrahkan diri tanpa usaha atas sesuatu yang dapat digantungkan bagai celaan terhadap putusan yang Allah berikan. [] Risqie Nur Salsabila

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post