Kisah Dihyah Al–Kalbi, Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Memiliki Wajah Tampan Rupawan

Kisah Sahabat Nabi, Dihyah Al – Kalbi
Gambar Ilustrasi Kisah Sahabat Nabi, Dihyah Al – Kalbi (Pinterest - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Kisah para sahabat Nabi Muhammad SAW selalu memberikan inspirasi maupun pelajaran yang sangat berharga untuk umat Islam dari zaman ke zaman.

Setiap kisah tersebut memiliki arti dan nilai tersendiri baik pada segi agamis maupun sisi duniawi dari umat Islam. Kisah – kisah itulah yang membentuk umat Islam hingga sedemikian rupa pada zaman ini.

Salah satunya adalah kisah dari Dihyah Al – Kalbi , salah satu komandan perang Nabi Muhammad SAW. Beliau dikenal bukan hanya karena posisinya sebagai seorang komandan perang, namun dikabarkan bahwa beliau memiliki wajah yang sangat tampan dan “goodlooking” dalam istilah sekarang.

Beliau juga sering diutus sebagai delegasi dalam beberapa negoisasi mewakili Nabi Muhammad SAW pada para penguasa kerajaan.

Bahkan karena saking tampannya Dihyah Al- Kalbi, wajah beliau sering sekali digunakan oleh Malaikat Jibril as untuk menemui Nabi Muhammad SAW.

Ada beberapa riwayat hadits mengenai kemunculan Malaikat Jibril as dengan menggunakan wajah Dihyah Al – Kalbi saat menemui Nabi Muhammad SAW.  Riwayat – riwayat ini bersumber dari buku Sirah Nabawiyah dan Infinity Muslim Heroes.

Diceritakan dalam riwayat tersebut beliau adalah seorang pemuda dari Masyarakat Madinah yang sangat tampan dan diidolakan oleh banyak gadis setempat.

Bahkan ketika beliau lewat disuatu jalan, maka para gadis tersebut akan memenuhi pinggiran jalan atau tempat lain yang sekiranya dapat melihat paras beliau.

Baca Juga:  Julaibib Incaran Bidadari Surga

Ada juga gadis – gadis pemalu yang tidak akan keluar rumah tapi mereka akan mengintip dari balik tirai jendela rumah mereka.

Beliau yang memiliki nama asli Dihyah bin Khalifah Al – Kalbi ini juga seorang negosiator atau diplomat yang ulung dalam menjalankan misi negoisasi pada kerajaan lain baik untuk tujuan dakwah ataupun kerjasama semata.

Hal ini dibuktikan kala beliau diutus oleh Nabi Muhammad SAW untuk menemui Raja dari Kerajaan Romawi ( Heraclius ) untuk menyampaikan risalah Islam.

Beliau juga berhasil mengislamkan 2 keluarga besar disana yaitu Bani Alim dan Bani Zuhair dari daerah Romawi Timur.

Selain ketampanan beliau yang tiada tara, kesholehan beliau juga pada kualitas yang sangat tinggi. Hal itu membuat beliau memiliki beberapa keutamaan, salah satunya adalah wujud beliau seringkali digunakan oleh Malaikat Jibril as untuk menemui Nabi Muhammad SAW.

Salah satunya terjadi ketika Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat beliau tengah beristirahat pada Perang Khandaq.

Lalu datang seorang pemuda menuju Nabi Muhammad SAW yang ternyata adalah Malaikat Jibril as. Beliau berkata, “apakah kalian telah meletakkan senjata?

Jangan demikian! Para malaikat belum meletakkan senjata sama sekali. Keluarlah menuju Bani Quraizah!”. Lalu Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat melakukan apa yang dikatakan oleh Malaikat Jibril as dan menuju kesana.

Dalam perjalanan, beliau melewati Bani Gham dan menanyakan kepada mereka siapa yang baru saja lewat disana. Mereka menjawab, “telah melewati daerah kami Dihyah Al – Kalbi.” Dan Beliau hanya tersenyum karena mengetahui bahwa itu adalah Malaikat Jibril as. (H.R Muslim).

Baca Juga:  Ketika Kasih Sayang Rasulullah SAW Diuji: Kisah Zaid bin San'ah, Pendeta Masuk Islam Setelah Mencekik Nabi

Dalam riwayat lain dari Aisyah dan para sahabat, diceritakan bahwa Malaikat Jibril as sering menemui beliau baik untuk menyampaikan wahyu ataupun memberikan suatu ilmu dengan wujud Dihyah Al – Kalbi.

Hal ini menunjukkan bahwa Dihyah Al  – Kalbi sendiri memiliki keutamaan yang sangat tinggi hingga wujud beliau senantiasa digunakanoleh Malaikat Jibril as untuk menemui Nabi Muhammad SAW.

Demikian kisah beliau semoga bermanfaat untuk kita semua baik sebagai motivasi atau inspirasi dalam menjalankan kewajiban kita dalam beragama. [] Idha Fitri Nuril Layliyah

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post