Inilah Prinsip Gaya Hidup Islami yang Wajib Diterapkan Setiap Muslim

Ilustrasi Gambar Menerapkan Gaya Hidup Islami (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Islam merupakan agama yang hadir untuk mengatur segala perbuatan  di dunia dengan berlandaskan kitab suci Al-Quran bagi para pemeluknya.

Di dalam Al-quran Allah SWT telah memberi gambaran mengenai kehdupan di dunia dan kesenangan di dalamnya yang terdapat pada Q.S Al-Hadid ayat 20.

اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ ۝٢

Artinya:

“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya”.

Pada ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa kehidupan manusia di dunia itu hanya seperti permainan.

Dunia itu bersifat sementara, nantinya di akhir akan ada azab pedih bagi mereka yang sangat mencintai dunia, meninggalkan amal saleh serta melibatkan dirinya ke dalam kemusyrikan dan menyembah berhala.

Namun, ada ampunan dan keridaan dari Allah bagi orang-orang yang mensucikan dirinya dari dosa dan maksiat, merendah diri kepada Allah SWT, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Baca Juga:  Berikut Ini 5 Waktu Mandi yang Disunahkan Rasulullah Saw

Allah juga menegaskan bahwa dunia hanyalah kesenangan yang akan lenyap dan hilang serta bersifat menipu. Orang yang terlena dengan dunia menganggap bahwa kehidupan hanyalah di dunia dan tidak ada kehidupan setelahnya.

Dalam kehidupan ini manusia biasanya mencari kebaikan (al-khair) dan kebahagiaan (as-sa’adah).

Untuk mewujudkan hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah, setiap orang punya pandangan yang berbeda. Perbedaan cara pandang memunculkan beragam gaya hidup.

Menurut seorang ahli psikologi Alfred Adler (1929), gaya hidup adalah sekumpulan perilaku yang mempunyai arti bagi individu maupun orang lain pada suatu saat di suatu tempat, termasuk di dalam hubungan sosial, konsumsi barang, entertainment dan berbusana.

Sebagai seorang muslim, seharusnya kita menerapkan gaya hidup islami. Gaya hidup islami adalah gaya hidup yang berlandaskan tauhid.

Beberapa prinsip gaya hidup islami adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan setiap kegiatan dengan niat untuk beribadah kepada Allah

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

Artinya: “Sesungguhnya amal seseorang itu tergantung dengan niatnya, dan bagi setiap orang balasannya sesuai dengan apa yang diniatkannya.”

  1. Segala gaya hidup yang dilakukan berdasarkan prinsip baik dan pantas

Allah berfirman dalam surah Al- a’raf ayat 26:

Baca Juga:  Ingin Hidup Sehat? Ikutilah Teladan Rasulullah SAW

يَا بَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْءٰتِكُمْ وَرِيْشًاۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ ۝٢٦

Artinya: “Wahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan bulu (sebagai bahan pakaian untuk menghias diri). (Akan tetapi,) pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu merupakan sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Allah agar mereka selalu ingat.”

  1. Mengenakan atau memakan sesuatu yang diperoleh secara halal dan thayyib

Allah berfirman dalam surah al-Baqarah ayat 168:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya:  “Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah ayat 168).

  1. Menghindari kebohongan

Allah berfirman dalam surah An-Nahl Ayat 105:

اِنَّمَا يَفْتَرِى الْكَذِبَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِۚ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكٰذِبُوْنَ ۝١٠٥

Artinya:  “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah. Mereka itulah para pembohong”

  1. Tidak berlebihan

Dalam Surah Al-A’raf ayat 31 Allah berfirman:

يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

Artinya:  “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A’raf ayat 31)

Baca Juga:  Cara Menghormati Guru dalam Cara Pandang Agam Islam

Marilah kita menerapkan gaya hidup islami dalam kehidupan kita agar mendapat ridho dari Allah SWT. [] Dyta Wahyuning Asri

Editor : Moh. Aminudin

Related Posts

Latest Post