Berbagi: Sebuah Jalan Menuju Kebahagiaan dan Keberkahan Hidup

Berbaagi Keberkahan dengan Sedekah
Gambar Ilustrasi Berbaagi Keberkahan dengan Sedekah (BingAi - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Tugas manusia di muka bumi selain untuk beribadah kepada Allah SWT, pun mendapatkan arahan berkelanjutan untuk bisa saling membantu antar sesama umat manusia.

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, alias memerlukan orang lain untuk mencapai segala kebutuhan dalam hidupnya. Sehingga, membantu antar sesama dalam konsep berbagi agaknya penting untuk menjadi perhatian bersama dan dilaksanakan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagi adalah salah satu sikap mulia yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Umat Islam didorong untuk memiliki sikap mulia ini dalam proses menjalani kehidupan di dunia.

Berbagi diartikan sebagai konsep tolong menolong, membantu, solidaritas kepada sesama dengan rezeki yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT. Sikap berbagi untuk kebaikan ini juga sebagai bentuk wujud syukur kita sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Lawan dari sikap berbagi adalah kikir. Sikap ini artikan sebagai sikap manusia yang pelit atau enggan berbagai untuk kebaikan kepada sesama.

Tentunya umat Islam harus bisa menjauhi sikap seperti ini karena kikir merupakan sikap tidak baik. Kekikiran akan mendapatkan pengalungan di hari Akhirat kelak. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 180 yang artinya:

“Jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya mengira bahwa (kekikiran) itu baik bagi mereka. Sebaliknya, (kekikiran) itu buruk bagi mereka. Pada hari Kiamat, mereka akan dikalungi dengan sesuatu yang dengannya mereka berbuat kikir. Milik Allahlah warisan (yang ada di) langit dan di bumi. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS: Ali Imran: 180).

Baca Juga:  Menjadikan Sebaik-baiknya Rumah Menurut Islam sebagai Fondasi Kebahagiaan Keluarga

Sikap berbagi sejatinya adalah sebuah jalan menuju kebahagiaan dan keberkahan dalam hidup. Dalam kehidupan ini manusia tidak terlepas dari interaksi yang terjalin antara satu dengan yang lainnya. Interaksi tersebut mendatangkan konsep memberi dan menerima.

Misalnya, orang memberi senyum, tentu akan mendapatkan senyuman juga dari orang telah kita beri senyum. Hal ini sepercik membawa kebahagiaan diantara keduanya.

Bagi mereka yang membutuhkan akan merasa bahagia apabila kita berbagi kepadanya. Mereka akan merasa terbantu dan akan semangat untuk bangkit menjalani kehidupan. Kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh si penerima, tapi juga oleh si pemberi apabila berbagi dengan ikhlas dan semata-mata mengharap Ridho Allah.

Selain mendapatkan bahagiaan, orang yang berbagi juga akan mendapatkan perlindungan dari Allah. Rasullullah bersadba yang artinya: “Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

Kemuliaan berbagi tidak hanya berhenti pada ketercapaian bahagia, namun juga perihal keberkahan dalam hidup. Keberkahan adalah ziyadatul khair, yaitu bertambahnya kebaikan. Keberkahan adalah sesuatu yang masih misterius.

Tetapi, keberkahan itu dapat kita lihat dari tiga hal, yakni implikasi positifnya menjadi banyak, didapat setelah mengalami dan merasakan manfaatnya, serta mengalirnya kebaikan-kebaikan dalam hidup.

Melakukan berbagi atau sedekah tidak membuat kita semakin berkurang, justru Allah akan menambahkan rezeki dan nikmat bagi orang yang berbagi dengan ikhlas.

Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 261 yang artinya: Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqarah: 261).

Baca Juga:  Jangan Pernah Takut Dianggap 'Sok Suci, Sok Alim', Tetaplah Saling Mengingatkan Akan Kebaikan

Dengan begitu, sudah seyogianya mulai sekarang kita mulai belajar untuk berbagi sebisa apa yang kita miliki untuk meraih kebagiaan dan keberkahan dalam hidup. [] Maulana Junaedi

Editor: Mohammad  Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post