Kita adalah Perempuan yang Membangun Peradaban

Peran Perempuan dalam Membangun Peradaban
Gambar Ilustrasi Peran Perempuan dalam Membangun Peradaban (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Islam merupakan agama yang diridhai Allah SWT. Utamanya perkara dalam mengatur kehidupan manusia, di dalam Islam Allah mengaturnya dengan adil, yaitu dengan menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Derajat antara laki-laki dan perempuan di sisi Allah ialah sama dan yang membedakan hanyalah ketaqwaannya. Dimaksud ketaqwaan yaitu dengan mengimani dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai khalifah di muka bumi, maka perempuan juga memiliki peran strategisnya. Peran strategis itu dapat diimplementasikan melalui penguasaan agama yang baik, penguasaan IPTEK yang mendukung, serta keterampilannya yang didukung juga dengan kepahaman dalam menempatkan diri sesuai fitrahnya sebagai perempuan.

Bagaimana kemudian perempuan bias menyadari perannya tersebut, sehingga mampu membangun peradaban sesuai yang diharapkan oleh kita kebanyakan. Saat ini kita sudah memasuki zaman di mana arus globalisasi dengan mudah dan cepatnya kita peroleh.

Apabila arus tersebut tidak diimbangi dengan pemahaman dan penempatan peran yang tepat, maka perempuan bias gagal dalam misinya membangun suatu peradaban. Alih-alih peradaban, justru malah sebaliknya, yaitu terbelakang dan tertinggal.

Jika kita adalah perempuan, maka berbanggalah, karena banyak juga peran yang bias kita perankan dan maksimalkan. Jika kita adalah perempuan, maka bersyukurlah, karena dengannya kita bias mengambil bagian untuk melakukan banyak perubahan dan kebaikan. Apa yang harus kita lakukan untuk mengimplementasikan bentuk peradaban tersebut?

Baca Juga:  Menghadapi Zaman: Memperkuat Diri dengan Pilar Islami

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk kita sebagai perempuan yang akan membangun peradaban, di antaranya:

  1. Memaksimalkan peran dan fungsi sebagai akademisi yang berintelektual. Di antaranya dapat dimulai dari membiasakan diri untuk suka membaca, menganalisis, dan memberikan solusi atas masalah yang terjadi sesaui peran saat ini.
  2. Memaksimalkan dan melakukan fungsi keterampilan yang dimiliki dengan baik. Menjadikan keterampilan yang dimiliki untuk kebermanfaatan, baik dirinya, masyarakat, maupun dalam aspek yang lebih luas. Melakukan inovasi-inovasi maupun karya yang bermanfaat.
  3. Mewujudkan dedikasi dalam diri, di antaranya melalui melatih rasa empati, peduli, maupun berbagai kontribusi yang bisa dilakukan sesuai dengan peran yang dijalankan

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan sebagai perempuan untuk membangun suatu peradaban. Langkah sederhana dan konkrit yang bisa dilakukan saat ini adalah, teruslah belajar, bertumbuh, dan berkembang.

Jangan membatasi diri sendiri dengan ketakutan, buruk sangka pada takdir-Nya. Jadi, sudah kah mengambil peran hari ini? [] Khasiatun Amaliyah

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post