Muslim Wajib Tahu! Ini Dia 6 Jenis Tidur Dalam Islam

Berbagai Jenis Tidur Menurut Islam
Gambar Ilustrasi Berbagai Jenis Tidur Menurut Islam (Pinterest - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Islam mengatur segala hal dalam kehidupan manusia, termasuk juga tidur. Dalam islam, ada beberapa jenis tidur yang perlu kita ketahui.

Beberapa jenis tidur sangat dianjurkan untuk kita umat muslim. Namun ada juga yang kurang dianjurkan, bahkan hingga dilarang.

Berikut adalah beberapa jenis tidur dalam islam yang perlu kita sebagai muslim ketahui.

  1. Qailullah

Qailullah atau tidur siang adalah tidur yang disunahkan oleh Rasulullah SAW. Tidur ini paling baik dikerjakan beberapa menit sebelum dzuhur, sekutar 11.30 sampai waktu dzuhur.

Rasulullah SAW bersabda : “Lakukanlah qailullah, karena sesungguhnya syaitan itu tidak berani qailulah.” (HR. At – Tabrani)

  1. Tidur Rahmat

Tidur Rahmat adalah tidur yang dilakukan setelah melaksanakan sholat isya. Seseorang yang begadang tanpa melakikan sesuatu yang bermanfaat adalah salah satu hal yang dibenci Rasulullah SAW.

“Dari Abu Barzah RA, bahwasannya Rasulullah SAW membenci tidur sebelum (isya’) dan berbincang – bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” (HR. Muttafaqun Alaih)

  1. Tidur Laknat

Tidur laknat, yaitu tidur yang dilakukan setelah sholat subuh hingga waktu terbitnya matahari. Tidur ini snagat dibenci oleh Allah dan Rasulullah SAW, karena pada saat tersebut Allah menurunkan banyak rahmat dan keberkahan.

Rasulullah SAW bersabda : “Apabila kamu telah selesai sholat Subuh janganlah kamu tidur tanpa mencari rezeki.” (HR. Tabrani)

  1. Tidur Lalai

Tidur lalai adalah tidur ketika sedang menimba ilmu, tidur ini memiliki 2 hukum. Jika tidak sengaja maka hukumnya ma’dzur, dan jika tidak disengaja maka hukumnya makruh dan bisa berdosa dan hukumnya haram jika tidur tersebut dilakukan dengan sengaja dan dengan maksud meremehkan ilmu yang disampaikan.

  1. Tidur Celaka
Baca Juga:  Types Of Zina You Should Know

Tidur celaka adalah tidur yang dilakukan ketika sudah memasuki waktu sholat. Menurut Zaynuddin al-Malibari dalam Fathul Mu’in, tidur ketika waktu shalat sudah masuk dan yang bersangkutan belum mengerjakan shalat adalah makruh atau tidak disarankan.

Tidur pada waktu shalat ataupun mendekati waktu shalat dimakruhkan karena dikhawatirman ketika orang tersebut bangun waktu sholat sudah habis.

  1. Tidur Siksaan

Tidur siksaan yaitu tidur yang dilajukan setelah melaksanakan shalat ‘Ashar. Tidur jenis ini sangat dibenci dan dilaknat oleh Allah dan Rasulullah SAW, karena tidur pada waktu tersebut dapat memicu berbagai penyakit, sepeti sesak napas, gelisah, dan murung. [] Aulia Cassanova

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post