Diam, Pangkal Keselamatan dalam Berkomunikasi

Diam sebagai cara mendapat keselamatan dalam berkomunikasi
Diam sebagai cara mendapat keselamatan dalam berkomunikasi (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Dalam suatu obrolan bahkan perdebatan, kadangkala diam menjadi salah satu jalan yang harus dipilih.

Bukan tak pandai berucap atau kalah dalam berdebat, namun dengan diam bisa  menghindarkan seseorang dari kejelekan atau keburukan pada dirinya.

Dapat dikatakan, diam menjadi pangkal keselamatan seseorang dalam berkomunikasi.

Ada satu hadits dimana Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda, من صمت نجا, yang artinya barang siapa yang diam, maka dia selamat.

Orang yang diam akan terhindar dari berbagai masalah karena sedikit berbicara dari ucapan yang jelek atau pun tidak berfaedah.

Daripada banyak bicara tetapi tidak ada faedahnya atau berucap yang jelek-jelek, lebih baik diam karena itu merupakan tandanya keimanan.

Sebagaimana sabda Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam,

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Artinya, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah.”

Tapi perlu diingat, tidak selamanya diam itu baik untuk dilakukan.

Ketika terjadi suatu kemungkaran, wajib hukumnya untuk menegur dan mengingatkan orang tersebut agar kembali kepada kebaikan.

Namun jika memilih untuk diam, maka sama saja orang tersebut membenarkan kemungkaran itu dan akan mendapatkan dosa yang sama dengan pelakunya.

Oleh karena itu, bersikap diam harus juga memperhatikan kondisi dan situasi agar nantinya tidak salah dalam bertindak.

Baca Juga:  Kenali Sifat Sabar Sedari Dini, Niscaya Allah Akan Melindungi

Di era digital sekarang ini, diam tidak hanya dilakukan secara lisan saja, tetapi juga melalui ketikan jari. Munculnya media sosial membuat interaksi semakin tak terbatas, baik ruang maupun waktu.

Oleh karena itu, perlunya sikap bijak dalam bersosial media dengan menjaga ketikan jari, seperti tidak melakukan ujaran kebencian, berkomentar negatif, dan menyebar berita hoax. [] Mohammad Khollaqul Alim

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post