Masjid Pertama yang Dihancurkan atas Perintah Rasulullah SAW pada Sejarah Agama Islam, Bagaimana Kisahnya?

Masjid yang dihancurkan pada masa Rasulullah SAW
Gambar ilustrasi masjid yang dihancurkan pada masa Rasulullah SAW (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Masjid merupakan tempat ibadah orang islam yang paling disucikan dan diagungkan. Disana mereka menjalankan ibadah sholat dan ibadah lainnya yang dianjurkan untuk dilakukan didalam masjid. Karena dianggap sebagai tempat yang suci, masjid seringkali diberi sebutan “Rumah Allah”.

Kita sebagai umat islam tentunya percaya bahwa ibadah yang dilakukan didalam masjid memiliki pahala yang leebih baik daripada ditempat lain.

Tapi apa jadinya jika masjid itu dihancurkan atau dirobohkan? Hal itu tentunya akan membuat kekacauan atau kebencian pada pihak yang merobohkannya. Mereka akan menerima hujatan dari umat islam karena masjid adalah tempat ibadah yang suci bagi mereka. Karena itu masjid tidak akan dihancurkan jika tidaak memiliki alasan yang pasti didalamnya.

Dalam sejarah agama islam, ada satu masjid yang mana ia diperintahkan untuk dihancurkan oleh Rasulullah SAW sendiri. Masjid itu dibakar dan tempat bekas masjid itu dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat.

Hal ini mungkin mengejutkan kita karena pada saat itu masjid dianggap sangat mulia oleh umat islam. Tapi ada alasan yang membuat masjid itu dihancurkan bahkan dengan perintah Rasulullah SAW sendiri.

Nama dari masjid tersebut adalah masjid Dhirar, yang aman masjid ini dibangun beberapa waktu setelah berdirinya Masjid Quba. Masjid Quba sendiri adalah masjid yang pertama dalam agama islam ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Arsitektur dari masjid Quba sangatlah sederhana tapi ia menjadi pusat kegiatan unat islam di Madinah. Hal ini membuat orang – orang munafik tidak tenang karena melihat perkembangan umat islam disana.

Baca Juga:  Kisah Antusiasme Penduduk Madinah Menyambut Kedatangan Rasulullah dan Pembangunan Masjid Quba

Akhirnya mereka membuat rencana agar kegiatan yang berlangsung di Masjid Quba sepi dan tidak berkembang. Mereka membangun Masjid Dhirar yang mana arsitektur dan bangunannya sangatlah megah dan besar. Ketika masjid tersebut sudah didirikan, ada beberapa orang yang datang pada masjid ini.

Rasulullah SAW melihat hal ini juga ingin mengunjungi Masjid Dhirar karena alasan pembangunannya. Ada yang mengatakan alasan pembangunan Masjid Dhirar adalah untuk menampung anak – anak, orang miskin, dan orang sakit yang tidak mampu untuk pergi ke Masjid Quba. Ketika beliau mengunjungi masjid tersebut, firman Allah SWT turun dengan peringatan akan keberadaan masjid tersebut.

Firman tersebut adalah Surah At – Taubah ayat 107 yang berbunyi :

وَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَّكُفْرًا وَّتَفْرِيْقًاۢ بَيْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَاِرْصَادًا لِّمَنْ حَارَبَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ مِنْ قَبْلُ ۗوَلَيَحْلِفُنَّ اِنْ اَرَدْنَآ اِلَّا الْحُسْنٰىۗ وَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ  107.

Artinya : “Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).”

Dengan turunnya firman tersebut Rasulullah SAW menyadari bahwa tujuan masjid tersebut diririkan adalah untuk memecah belah umat islam. Selain itu, masjid itu juga menjadi tempat para orang munafik untuk merencanakan penyerangan terhadap Rasulullah SAW dan umat islam. Sehingga Rasulullah SAW menganjurkan para sahabat untuk membakar masjid tersebut agar tidak mengancam keberlangsungan umat islam disana.

Baca Juga:  Kisah Khalifah Umar Dengan Penggembala Kambing

Itulah kisah Masjid Dhirar yang dihancurkan atas perintah Rasulullah SAW sendiri karena dapat mengancam umat islam. Pelajaran yang bisa kita ambil adalah jangan sampai terlalu percaya pada simbol – simbol agama yang ada. Tetapi hendaknya kita harus memastikan apakah simbol tersebut sesuai dengan syariay yang ada atau tidak sehingga kita bisa menghindari simbol – simbol agama yang ternyata menyesatkan. [] Idha Fitri Nuril Layliyah

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post