Kamu Harus Tahu! Inilah Waktu Mustajab untuk Berdoa

Waktu terbaik untuk berdoa
Gambar ilustrasi waktu terbaik untuk berdoa (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Berdoa merupakan suatu ibadah yang senantiasa dilakukan oleh para pemeluk agama, khususnya para pemeluk agama Islam.

Umumnya sebagian besar umat Islam berdoa seusai menunaikan sholat fardhu. Hal tersebut merupakan kebiasaan yang baik karena waktu seusai menunaikan sholat fardhu termasuk dalam waktu yang mustajab untuk berdoa. Lalu, apa yang dimaksud dengan waktu mustajab untuk berdoa ?

Istilah mustajab merupakan isim maf’ul dari kata “Istajaaba” yang bermakna dijawab, dikabulkan, atau diterima. Berdasarkan penjabaran tersebut, waktu mustajab untuk berdoa dapat diartikan sebagai waktu saat segala doa yang ucapkan oleh umat muslim memiliki kemungkinan tinggi untuk dikabulkan oleh Allah Swt., namun dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.

Terkabulnya doa serta permohonan yang telah diminta merupakan suatu anugerah yang sangat besar yang telah diberikan oleh Allah Swt. kepada umat Islam. Maka dari itu, sangat diperlukan pengetahuan mengenai waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa. Waktu-waktu tersebut meliputi :

  1. Sepertiga malam terakhir

Sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Bahkan, dapat dikatakan bahwa sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang paling mustajab bila dibandingkan dengan waktu-waktu yang lain. Rasulullah SAW. bersabda :

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya : “Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

Baca Juga:  Waktu-Waktu yang Dimakruhkan untuk Melaksanakan Sholat

Berdasarkan kutipan hadist tersebut, dijelaskan bahwa pada sepertiga malam terakhir Allah Swt. akan mengabulkan doa bagi hamba yang berdoa kepada-Nya di waktu itu, memberikan apa yang diminta hamba kepada-Nya, dan  mengampuni hamba yang meminta ampunan kepada-Nya.

Waktu sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang sangat utama karena pada waktu itu, setiap doa dan permintaan, baik permintaan atas suatu hal maupun permintaan atas pengampunan akan diterima dan dikabulkan oleh Allah Swt.

Lantas, kapan waktu sepertiga malam terakhir dimulai ? Menurut salah satu sumber, waktu sepertiga malam terakhir dimulai saat pukul 01.30 dini hari sampai masuknya waktu subuh.

  1. Seusai sholat maktubah (Sholat 5 waktu)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, seusai melaksanakan sholat fardhu (sholat maktubah) merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Abu Umamah Al-Bahili R.A. meriwayatkan seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah SAW. :

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ قَالَ جَوْفُ اللَّيْلِ الآخِرُ وَدُبُرَالصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ

Artinya : “Ya Rasulullah, doa manakah yang didengar Allah ?” Beliau menjawab, “(Doa pada) akhir malam dan setelah sholat maktubah (sholat wajib)” (HR. Tirmidzi; Hasan)

Hadist tersebut menerangkan bahwa doa yang didengar oleh Allah Swt. adalah doa yang dipanjatkan ketika akhir malam (sepertiga malam terakhir) dan seusai menunaikan sholat maktubah (sholat wajib). Namun, banyak ulama yang berpendapat bahwa doa yang dimaksud dalam hadist tersebut adalah doa sebelum salam. Sementara, Imam Nawawi mencantumkan hadist tersebut dalam kitab Al-Adzkar pada bab “Dzikir – Dzikir Setelah Sholat”

  1. Waktu antara adzan dan iqamah
Baca Juga:  Strategi Efektif dalam Membentuk Kebiasaan Positif Menurut Islam

Doa yang dipanjatkan oleh seorang hamba diantara adzan dan iqamah insyaallah akan diijabah oleh Allah Swt. Hal tersebut dijelaskan dalam suatu hadist yang berbunyi :

لاَ يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

Artinya : “Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (H.R. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad; Shahih)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, doa yang dipanjatkan diantara adzan dan iqamah akan diijabah oleh Allah Swt. Oleh karena itu, sungguh beruntung orang yang dapat berdoa dai waktu antara adzan dan iqamah dan sungguh rugi orang yang tidak dapat melaksanakannya.

  1. Saat sujud dalam sholat

Sujud Ketika sholat merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Karena hal tersebut, banyak para ulama yang sengaja memperpanjang waktu sujud pada saat sholat sunnah untuk memperbanyak doa yang dipanjatkan di dalamnya.

Sedangkan, untuk sholat maktubah, waktu sujud disesuaikan dengan kondisi jamaah agar tidak memberatkan. Terdapat hadist Riwayat Muslim yang menjelaskan hal tersebut. Hadist tersebut berbunyi :

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Artinya : “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim)

  1. Ketika Hari Jum’at

Hari jum’at merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Di hari itu, terdapat waktu ketika doa seseorang akan dikabulkan oleh Allah Swt. Bahkan, Rasulullah SAW. menyebutkan bahwa tidaklah seorang hamba berdoa melainkan pasti dikabulkan oleh Allah Swt. Rasulullah SAW. bersabda dalam suatu hadist yang berbunyi :

Baca Juga:  10 Ajaran Islam yang Bisa Diterapkan Untuk Menggapai Kebahagiaan Sejati

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ  وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ . وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا

Artinya : “Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: “Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa di waktu itu, pasti diberikan apa yang ia minta.” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama menjelaskan bahwa waktu yang dimaksud dalam hadist tersebut adalah sejak dimulainya khutbah hingga selesai sholat Jum’at, sebagian ulama lainnya menjelaskan bahwa waktu itu adalah setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam, dan sebagian ulama lainnya lagi menjelaskan bahwa waktu itu di akhir hari Jum’at menjelang matahari terbenam. [] Muhammad Khoirul Anwar

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post