Adab Berdoa: Rahasia Dibalik Terkabulnya Sebuah Doa

Adab berdoa agar dikabulkan
Adab berdoa agar dikabulkan (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang lemah, yang senantiasa membutuhkan pertolongan dari Allah SWT.

Segala kebutuhan manusia tentu tidak akan terpenuhi tanpa kuasa dan izin Allah SWT. Untuk itu, aktivitas berdoa merupakan aktivitas yang fundamental dalam hidup manusia, sebagai wujud atau bukti lemahnya manusia dan betapa butuh atau bergantungnya manusia kepada Sang Pencipta, yakni Allah SWT.

Ketika berdoa atau meminta kepada Allah SWT tentu kita ingin agar doa kita dikabulkan. Ternyata dibalik ibadah berdoa, terdapat adab-adab yang perlu kita perhatikan. Diantara adab-adab berdoa dalam islam adalah sebagai berikut.

  1. Mencari Waktu yang Mustajab

Beberapa waktu yang mustajab untuk berdoa dalam islam diantaranya adalah waktu sore di hari jumat, waktu sahur atau sepertiga malam terakhir, waktu antara adzan dan iqamah, waktu bersujud, bulan Ramadhan, dan hari Arafah. Meskipun begitu, bukan berarti kita tidak boleh berdoa di luar waktu-waktu tersebut. Kita tentu boleh berdoa kapan saja, namun memperhatikan waktu untuk berdoa tentu akan menjadikan doa kita lebih afdhol.

  1. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Tangan

Hal ini sebagaimana yang disampaikan dalam sebuah hadist, yakni Dari Jabir ra. bersabda bahwa Nabi Muhammad saw. ketika berada di Padan Arafah, beliau menghadap kibkat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (HR. Muslim)

  1. Memulai doa dan memuji Allah dan bersholawat kepada Nabi saw
Baca Juga:  Inilah Adab Muslim yang Berilmu, Jaga Jangan Sampai Lupa!

Hal ini sebagaimana dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad dan berbunyi “Apabila kalian berdoa, hendaknya kalian memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi saw. Kemudian berdalah sesuai kehendak.” (HR. Ahmad)

  1. Berdoalah dengan Suara yang Lirih

Adab lain dalam berdoa ialah berdoa dengan suara yang lirih, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Isra’ yang artinya “Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (QS. Al-Isra: 110)

  1. Berdoa dengan Khusyu’ Merendahkan Diri dan Penuh Harap

Berdoa berarti meminta atau memohon sesuatu kepada Allah. Untuk itu kita perlu bersungguh-sungguh dalam berdoa. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Anbiya’ yang artinya “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (emngerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)

  1. Memantapkan Hati dan Berkeyakinan Allah SWT akan Mengabulkan

Dalam berdoa kita perlu yakin dan percaya bahwa doa kita pasti akan dikabulkan, karena berdoa dengan keraguan sama halnya dengan kita meragukan Allah SWT. Dalam sebuah hadist diriwayatkan bahwa “Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan.” (HR. Tirmidzi)

  1. Pahamilah Doa yang Kita Baca

Kita perlu memahami apa sesungguhnya yang sedang kita baca agar kita paham dengan apa yang sebenarnya kita minta. Sebagaimana sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi yang artinya “Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).” (HR. Tirmidzi)

  1. Mengulang-ulang doa dan merengek-rengek dalam berdoa
Baca Juga:  Apakah Penting Menadahkan Tangan Ketika Berdoa?

Berdoalah selayaknya kita memang membutuhkan apa yang kita panjatkan. Doa yang terus diulang-ulang akan memperbesar peluang bahwa doa kita akan dikabulkan, sebab kita tidak pernah tahu doa mana dan disaat kapan yang akan Allah kabulkan. Hal ini sebagaimana sebuah hadist  bahwasannya “Rasulullah saw. ketika berdoa, beliau mengulangi tiga kali. Dan apabila beliau meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali.” (HR. Ahmad, Muslim, dan yang lainnya)

  1. Tidak Tergesa-gesa Agar Segera Dikabulkan

Sebagaimana dalam meminta dengan sesama manusia, dalam berdoa kita tidak bisa memaksa. Maka, berdoalah dengan sabar dan jangan tergesa-gesa sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. “Akan dikabulkan (doa) kalian selama tidak tergesa-gesa. Dia mengatakan, ‘Saya telah berdoa, namun belum saja dikabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Banyak Bertaubat dan Rajin Melakukan Amalan Sunnah

“Tidak ada ibadah yang dilakukan hamba-Ku yang lebih Aku cintai melebihi ibadah yang Aku wajibkan. Ada hamba-Ku yang sering beribdah kepada-Ku dengan amalan sunnah, sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka . . . jika dia meminta-Ku, pasti Aku berikan dan jika minta perlindunga kepada-Ku, pasti Aku lindungi.” (HR. Bukhari)

  1. Hindari Mendoakan Keburukan

Jangan sampai kita mendoakan keburukan, baik untuk diri sendiri, anak, maupun keluarga. “Manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (QS. Al-Isra’: 11)

  1. Menghindari Makanan dan Harta yang Haram
Baca Juga:  Sumpah dalam Pandangan Islam dan Berbagai Macamnya

Makanan dan harta yang haram bisa menjadi penghalang terkabulnya doa-doa kita. Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw, beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima kecuali yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang Dia perintahkan kepada para Rasul”.

Demikianlah beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam berdoa. Semoga dengan mengamalkan adab-adab tersebut bisa menjadi perantara terkabulnya doa-doa yang kita panjatkan. [] Khikmatul Laili

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post