Mengenal 2 Ulama Kharismatik Indonesia dan Pemikiranya dalam Dunia Islam

Foto KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari
Foto KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari (Pinterest - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Sejarah pemikiran Islam di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari masa-kemasa. Hadirnya banyak pemikiran dari kalangan umat muslim akan melatarbelakangi tumbuhnya kemajuan dan perkembangan peradaban Islam di Indonesia.

Di artikel kali ini, akan dibahas dua ulama kharismatik Indonesia yang mempunyai pengaruh besar dalam menyumbangkan pemikirannya. Siapa aja sih sebenarnya?

Berikut dua ulama kharismtaik Indonesia yang mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan agama Islam di Indonesia:

  1. Ahmad Dahlan

Kiyai Ahmad dahlan merupakan seorang ulama sekaligus pahlawan nasional yang mendirikan organisasi keislaman besar di Indonesia yakni Muhamadiyah. Beliau lahir di Kauman Yogyakarta pada tahun 1868. Selama hidupnya beliau berkhidmah penuh di Muhamadiyah sebagai ketua pusat.

Banyak pemikiran-pemikiran kyai Ahmad Dahlan yang memberikan dampak begitu besar bagi perkembangan agama Islam maupun kemajuan bangsa Indonesia. Beliau memiliki gagasan dan ide baru terkait banyak bidang, mulai dari pendidikan , ekonomi, kesehatan dan bidang kehidupan lainya.

Konsep pendidikan Islam yang diajarkan oleh kyai Dahlan memiliki keterkaitan antara nilai-nilai masyarkat setempat dan nilai kebangsaan. Tiga konsep pokok dalam pendidikan Kiyai Ahmad Dahlan terdiri dari proses, kandungan, dan penerima.

Pendidikan Islam yang diprogramkan bertujuan untuk membimbing umat dan mengarahkan agar sampai pada derajat tertinggi serta mimiliki banyak kemanfaatan bagi agama dan bangsa.

Pembaharuan Pemikiran yang dilakukan oleh kyai Dahlan melalui pendidikan didasarkan pada tujuan utama yang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan tetap berada pada koridor keagamaan demi tercapainya kesejahteraan umat Islam di Indonesia.

Baca Juga:  Jangan Anti Dulu! Ternyata Begini Politik Ala Islam

Beliau melakukan pembaharuan sistem dan konsep pendidikan agama yang mulanya pesantren hanya mencetek generasi ahli agama, namun pada saat itu turut dimasukan juga ilmu pengetahuan umum dengan tujuan agar masyarakat bertambah pengetahuan sekaligus tidak mudah dibohongi oleh Belanda.

Tujuan dibentuknya sistem pendidikan seperti ini pada hakikatnya adalah untuk mencetak intelektual muslim yang berkemajuan sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan zaman. Pembaharuan yang dilakukan oleh Kiyai Ahmad Dahlan seringkali diidentikan dengan kemajuan ilmu-ilmu umum dan moderen.

  1. KH Hasyim Asyari

KH Hasyim Asy’ari merupakan salah satu tokoh nasional yang sangat banyak menyumbangkan berbagai pemikiranya untuk kemajuan agama dan bangsa.

Beliau lahir dari kalangan bangsawan yang hidupnya di lingkungan pesantren, silsilah beliau menyambung kepada Maulana Ishak (Sunan Giri) dari jalur ayah. Sedangkan nasab dari jalur orang tuanya menyabung pada Jaka Tingkir (Brawijaya V).

Kiyai Hasyim merupakan salah satu ulama dan intelektual muslim Indonesia yang masa mudanya dihabiskan berjuang untuk agama dan bangsa, khususnya di organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Beliau merupakan salah satu penulis produktif dengan karya yang cukup banyak dibidang agama, tasawuf, fiqih dan ilmu Hadist. Karya-karya beliau sampai saat ini masih.

Dalam pemikiran di dunia keislaman kiyai Hasyim Asy’ari menggunakan konsep Islam tradisonal dengan tetap mempertahankan ciri dakwah yang dibawakan oleh walisongo. Hal inilah yang masih digunakan sebagai model pembelajaran pesantren-pesantren salaf terutama di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Baca Juga:  Menemukan Makna dalam Kisah Tukang Cukur dan Orang Bijak,Kedekatan dengan Allah dalam Kehidupan Sehari-Hari

Selain pendidikan agama, beliau juga mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dan rasa cinta tanah air hubbul wathan minal iman. Selogan tersebut merupakan salah satu bentuk kecintaan beliau terhadap tanah air Indonesia.

Secara garis besar pemikiran kebangsaan yang digagas oleh Kiyai Hasyim sejalan dengan konsep pemikiran orang Sunni yang dibawakan oleh Al Ghozali dan Al. Mawardi.

Sebagaiman yang telah dijelaskan diatas dapat diambil kesimpulan bahwasanya KH Hasyim Asy’ari merupakan salah satu tokoh besar yang memiliki pengaruh diberbagai bidang kehidupan, baik agama maupun kebangsaan.

Pemikiran keislaman yang beliau sampaikan bersifat Islam tradisionalis. Pemikiran-pemikiran beliau hendaknya kita teladani dan terapkan dalam kehidupan keagamaan dan kebangsaan kita pada hari ini.

Itulah penjelasan singkat mengenai dua ulama khasrismatik Indonesia yang mempunyai pengaruh cukup besar bagi perkembangan Islam di Indonesia.  [] Ridwan

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post