Menelusuri Kembali Masa Kejayaan Islam di Langit Eropa dalam Membangkitkan Ghirah Umat Islam

Masa Kejayaan Islam di Eropa
Gambar ilustrasi masa Kejayaan Islam di Eropa (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Spanyol menjadi saksi bisu kejayaan Islam di bawah kekuasaan Dinasti Umayyah selama 7 abad lamanya, tentu hal tersebut bukanlah waktu yang dibilang singkat.

Ada banyak peninggalan dari segi bangunan, arsitektur, hingga penamaan kota tak lepas dari pengaruh Islam pada saat itu yang masih ada hingga sekarang.

Seperti Ibu Kota Spanyol yakni Madrid juga berasal dari bahasa Arab yakni Al-Majrit yang berarti saluran air, nama tersebut diambil karena saat itu sistem irigasi Andalusia sangatlah bagus dan tergolong modern pada zamannya, di kawasan tersebut juga terdapat sungai Manzanares yang menjadi sumber air utama, kemudian oleh masyarakat nama Al-Majrit ini pun menjadi ejaan penduduk setempat yakni Madrid.

Tak hanya itu, bangunan peninggalan Dinasti Umayyah pun kental akan arsitektur Islam khas Timur Tengah seperti istana-istana serta pusat pendidikan seperti universitas dan perpustakaan megah tempat berkumpulnya para pelajar dari berbagai tempat yang banyak melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar seperti Ibnu Sina, Al-Farabi, Abbas Ibnu Firnas, Al-Zahrawi dan masih banyak lagi.

Sejarah mencatat bahwa pada masa kejayaan Dinasti Umayyah di Spanyol berbagai sektor kehidupan berkembang pesat, tidak hanya di bidang pendidikan saja, namun juga ekonomi, sosial hingga budaya.

Namun sayang seribu sayang, kejayaan tersebut hanya tinggal kenangan, tak lebih dari sebuah cerita sejarah, umat Islam yang dulunya bercahaya bagai rembulan malam kini telah meredup.

Baca Juga:  Perang Badar, Apa Dampaknya untuk Umat Islam?

Eksistensi umat Islam di dunia tengah mengalami kemunduran, bahkan dipandang sebelah mata, hal ini tiada lain dan tiada bukan karena umat Islam jauh dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist. Kita bisa bisa melihat realita kehidupan yang mana saat ini umat Islam tengah dilanda kemerosotan moral pada generasi-generasi penerusnya.

Sifat serakah terhadap dunia, enggan memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan akhirat dan lain sebagainya, inilah yang membuat umat Islam mudah diporakporandakan dan dipecah belah, hal ini juga terjadi pada saat menjelang keruntuhan Islam di Eropa yang disebabkan karena umat Islam jauh dari Al-Qur’an dan Al-Hadist.

Oleh karena itu sebagai generasi muslim yang sadar akan pentingnya mengembalikan eksistensi umat Islam untuk menuju peradaban yang berkemajuan, kita harus senantiasa mengamalkan Al-Qur’an dan Al-Hadist dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sekedar mempelajarinya saja.

Sudah saatnya umat Islam bangkit dari keterpurukan, jadikan kisah umat terdahulu sebagai ibrah dalam mengobarkan semangat perjuangan demi mewujudkan umat Islam yang berkemajuan. [] Hanum Salsabila

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post