Mengenal untuk Waspada! Salah Satu Aliran dalam Islam, Khawarij

Khawarij, salah satu aliran dalam islam
Gambar Ilustrasi Khawarij, salah satu aliran dalam islam (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Dalam perjalanannya, umat Islam melahirkan banyak aliran dan paham-paham baru. Aliran-aliran yang ada, sering lahir dari sebuah konflik dan pemikirannya yang ekstrim. Di sini akan dibahas salah satu aliran dalam Islam yaitu khawarij.

Pengertian Khawarij

Khawarij berasal dari bahasa arab yang artinya keluar atau mereka yang keluar. Sedangkan, jika dilihat pengertiannya secara istilah, Khawarij berarti mereka yang keluar dari imam yang berhak yang disepakati oleh masyarakat.

Kemunculan pertama aliran Khawarij sering dikaitkan dengan peristiwa perdamaian antara Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Namun, dalam sejarahnya, orang yang pertama kali termasuk dalam Khawarij sudah ada bakan sejak Nabi Muhammad SAW masih hidup.

Dikisahkan dalam hadits riwayat bukhari nomor 4351, saat itu Ali mengirimkan harta rampasan perang berupa emas dari Yaman kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian, Nabi Muhammad SAW membagikannya kepada empat orang yaitu, Zaid al-Kahil, Al-Aqra’ bin Habis, ‘Uyainah bin Hishn, dan Alqamah Watshah atau ‘Amir bin ath-Thufail.

Dari kejadian itu, sebagian sahabat beliau merasa kurang senang. Lalu, Nabi Muhammad SAW berkata, “Apakah kalian tidka percaya kepadaku, padahal wahyu turun kepadaku dari langit pada waktu pagi dan sore?”

Kemudian, datanglah seorang laki-laki yang ia cekung kedua matanya, menonjol bagian atas kedua pipinya, menonjol dahinya, lebat jenggotnya, tergulung sarungnya, dan botak kepalanya. Lalu, orang itu berucap, “Takutlah kepada Allah, wahai Muhammad!”

Baca Juga:  Persaudaraan dalam Islam: Mengurai Kisah Inspiratif dalam Penyatuan Muhajirin dan Ansor

Maka, Nabi Muhammad berujar, “Celaka engkau, bukankah aku manusia yang paling takut kepada Allah?” Lalu, orang itu pun pergi.

Kemudian, Nabi Muhammad SAW melihat orang itu dalam keadaan berdiri karena takut seraya berkata, “Sesungguhnya akan keluar darinya suatu kaum yang membaca Al-Quran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka lepas dari agama seperti lepasnya anak panah dari buruannya.”

Dalam hadits lain, disebutkan bahwa orang tersebut berucap kepada Nabi Muhammad SAW, “Berbuat adillah!”

Maka, Nabi Muhammad SAW menjawab, “Celaka engkau, siapa lagi yang dapat berbuat adil kalau aku tidak adil?”

Orang yang dimaksud di atas bernama Dzul Khuwaishirah at-Tamimi. Dialah orang Khawarij pertama dalam sejarah Islam.

Kemunculan Pertama Aliran/Golongan Khawarij

Saat itu, ketika pasukan Ali bin Abi Thalib akhirnya berhasil memojokkan pasukan Mu’awiyah. Kemudian pasukan Mu’awiyah mengambil inisiatif untuk mengangkat mushaf di atas pedang dan mengajukan tahkim (perundingan) kepada pihak Ali bin Abi Thalib.

Ali kemudian menyetujui tahkim yang ditawarkan pihak Mu’awiyah. Akibat dari disetujuinya tahkim oleh Ali bin Abi Thalib, timbul kekecewaan dan ketidakpuasan dari sebagian pasukan Ali bin Abi Thalib.

Sebagian pasukan Ali yang merasa tidak puas lalu memisahkan diri dari Ali dan mereka menganggap bahwa semua orang yang terlibat dalam peristiwa tahkim adalah orang-orang kafir dan menghalalkan darah dari orang-orang kafir tersebut.

Pasukan yang memisahkan diri (berjumlah 12.000) inilah yang kemudian dikenal dengan nama aliran/golongan Khawarij. Mereka memisahkan diri (secara harfiah) dari Ali saat perjalanan pulang dari Siffin ke Kuffah.

Baca Juga:  Bagaimana Cara Memilih Sahabat? Yuk Cari Tahu Jawabannya!

Saat Ali dan pasukannya masuk ke Kuffah, golongan khawarij (berjumlah 12.000) ini berpisah dari pasukan Ali dan menuju ke tempat yang bernama Harura’ dan kemudian berdomisili dan mengembangkan ajarannya di sana. Mereka selalu meneriakkan slogannya, “Tidak ada hukum, kecuali hukum Allah!”

Sifat-Sifat atau Ciri-Ciri Kaum Khawarij

  1. Mereka adalah orang-orang yang berlebihan dalam beribadah

Dari keterangan Ibnu Abbas, bahwa mereka adalah orang yang hitam jidatnya, pucat wajahnya karena seringnya begadang waktu malam, kaki dan tangan mereka kapalan, mereka disebut quro’ karena bacaan Al-Quran nya bagus dan lama.

  1. Mereka mudah mengkafirkan orang muslim dan menhalalkan darahnya

Imam Ibnul Jauzi berkata di kitabnya, Talbis Iblis, dalam perjalanan orang-orang Khawarij bertemu dengan Abdullah bin Khabbab bin Al-Art dan istrinya. Kemudian, mereka bertanya dan meminta Abdullah untuk menyampaikan hadits yang didengar dari Rasulullah. Abdullah pun menyampaikan hadits tentang fitnah. “Yang duduk lebih baik dari yang berdiri. Dan yang berjalan lebih baik dari yang berlari. Maka, jika kamu mendapati masa seperti itu, jadilah kamu sebagai seorang hamba Allah yang terbunuh”

Kemudian, mereka bertanya, “Apakah kamu mendengar ini dari ayahmu, yang disampaikan dari Nabi Muhammad SAW?” Abdullah menjawab, “Ya” Maka mereka langsung memenggal kepala Abdullah dan membunuh istrinya dengan cara membelah perutnya yang sedang hamil.

  1. Mereka orang-orang muda dan buruk pemahamannya
Baca Juga:  5 Ciri Wanita yang Dijamin Masuk Surga

Sebagaimana disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits, “Akan keluar pada akhir zaman suatu kaum yang umurnya masih muda, sedikit ilmunya, mereka mengatakan dari sebaik-baik manusia. Membaca Al-Qur’an tidak melebihi kerongkongannya. Terlepas dari agama seperti terlepasnya anak panah dari busurnya”

(Hadits Riwayat Bukhari, VI/618, No. 3611, Muslim, II/746 No. 1066).

Pendapat atau Ajaran-Ajaran Khawarij

  1. Dosa yang ada hanya dosa besar saja, dan melakukan dosa besar akan menjadikan seseorang itu kafir.
  2. Khawarij tidak menerima sistem khalifah berdasarkan keturunan (nasab), tapi boleh dari suku manapun dan dipilih berdasarkan pemilihan yang benar-benar bebas oleh semua umat muslim.
  3. Ketaatan kepada khalifah adalah wajib dan apabila ia menyimpang maka wajib berlepas diri dan boleh memerangi atau membunuhnya.
  4. Orang-orang yang tidak sefaham dengan Khawarij (termasuk anak, istri) boleh ditawan, dijadikan budak atau bahkan dibunuh.

Itulah penjelasan tentang Khawarij yang semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang membaca. Walapun sekarang aliran Khawarij tidaklah seaktif dibanding zaman dulu, tapi tetaplah waspada dan coba untuk tidak termakan dengan cara dakwah mereka (tentang Khawarij). Pahami aliran atau golongan lain dalam Islam agar bisa membentengi diri dengan pengetahuan yang dimiliki. [] Abian Hilmi

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post