Khulafa’ Rasyidin: Kisah 4 Khalifah Umat Islam yang Merupakan Sahabat Nabi

Khulafa' Rasyidin, Khalifau Umat Islam
Khulafa' Rasyidin, Khalifau Umat Islam (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Di dalam sejarah Islam, setelah Nabi Muhammad SAW wafat sekitar tahun 632 M, ada beberapa orang pilihan yang menjadi pengganti Rasulullah untuk memimpin kaum muslim di masa itu. Khulafa’ Rasyidin terdiri dari 4 orang sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW. Siapa sajakah mereka?

Khulafa’ Rasyidin berasal dari kata Al-Khulafa Ar-Rasyidin yang memiliki makna pengganti-pengganti Rasulullah yang cendekiawan. Penamaan ini diberikan kepada 4 orang sahabat (Abu Bakar, Umar, Usman, Ali) oleh para orang muslim yang juga dekat dengan Rasulullah.

Sedangkan untuk makna secara mendalam dari Khulafa’ Rasyidin adalah para pemimpin pengganti Rasulullah yang adil, cerdik, bijaksana, selalu melaksanakan tugas berlandaskan islam, selalu mendapat petunjuk dari Allah dalam memimpin umat islam pada masa itu.

Masa kepemimpinan Khulafa’ Rasyidin merupakan masa yang krusial dalam sejarah peradaban Islam, karena merupakan masa dimana pertama kalinya islam dipimpin selain nabi dan setelah nabi wafat. Hal ini juga yang menjadi beban tanggungjawab bagi para sahabat, dimana mereka harus bisa memimpin umat islam dengan tetap mempertahankan ajaran Nabi Muhammad SAW serta para sahabat dapat menjawab perkembangan zaman yang tidak ada dalam Al-Qur’an dan Sunnah.

Periode kepemimpinan Khulafa’ Rasyidin dimulai sejak tahun 11 H hingga 41 H (632-661 M). Pada masa itu terjadi penaklukan-penaklukan Islam di Persia, Syam (Syiria), Mesir, dan lain-lain. Pada periode sejarah Khulafa’ Rasyidin umat islam betul-betul berada dalam manhaj Islam yang benar.

Berikut 4 nama sahabat nabi yang menjadi Khulafa’ Rasyidin serta kisah singkatnya

  1. Abu Bakar Ash Shiddiq

Sahabat nabi yang pertama kali menjadi pemimpin selanjutnya setelah Rasulullah wafat ialah Abu Bakar Ash Siddiq. Abu Bakar Ash Shiddiq memiliki nama lengkap Abdullah bin Utsman (Abu Qahafah) bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Sa’d bin Tamim bin Murrah bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr al-Tamimi al-Quraisyi dan lahir di kota Mekkah pada tahun 572 M.

Baca Juga:  Kisah Memilukan : Rasulullah SAW Dihukum Cambuk Menjelang Kematiannya

Gelar Ash Shiddiq diberikan kepadanya karena ia selalu membenarkan Nabi dalam berbagai peristiwa. Nabi Muhammad seringkali menunjuk Abu Bakar untuk mendampinginya di saat saat penting atau dikala menggantikan Rasulullah ketika berhalangan hadir, dan Rasulullah mempercayainya sebagai pengganti untuk menangani berbagai tugas keagamaan.

Abu Bakar menjadi khalifah hanya sekitar dua tahun yaitu pada tahun 632 M sampai 634 M. Masa kepemimpinannya yang singkat ini banyak digunakan untuk menyelesaikan Perang Riddah yang diakibatkan oleh suku-suku bangsa Arab yang tidak lagi mau untuk tunduk kepada Madinah. Khalid bin Walid menjadi salah satu jenderal yang berjasa dalam mengatasi Perang Riddah.

  1. Umar bin Khatab

Setelah Abu Bakar wafat, sahabat nabi yang menggantikan ialah Umar bin Khathab. Umar bin Khathab memiliki nama lengkap Umar bin Khattab bin Ady bin Abd al-‘Uzza bin Riyakh bin Abdullah bin Qorth bin Razakh bin Ka’ab bin Ady bin Luay bin Ghalib al-Qurasyi al-Adwi dan lahir 12 tahun setelah kelahiran Rasulullah SAW yakni pada tahun 582 M.

Perawakannya tinggi besar dan tegap dengan otot-otot yang menonjol dari kaki dan tangannya, jenggot yang lebat dan berwajah tampan, serta warna kulitnya coklat kemerah-merahan. Beliau dibesarkan di dalam lingkungan Bani Adi, salah satu kaum dari suku Quraisy. Beliau merupakan khalifah kedua didalam islam setelah Abu Bakar As Shiddiq.

Baca Juga:  Al-Malikah: Pelacur yang Menjadi Penghuni Surga

Umar bin Khathab menjadi khalifah pada tahun 634 M sampai 644 M serta dinobatkan sebagai khalifah pertama yang sekaligus memangku jabatan panglima tertinggi pasukan islam, dengan gelar khusus amir al-mukminin (panglima orang-orang beriman).

Di masa kepemimpinan Umar, kondisi politik dalam keadaan yang stabil, usaha usaha perluasan wilayah islam menorehkan hasil yang memukau. Pada kepemimpinan Umar juga, ekspansi terjadi secara masif, kota Damaskus 635 M, Suria 636 M, Mesir 641 M semuanya jatuh ke kekuasaan Islam. Dengan adanya gelombang ekspansi ini, kekuasaan Islam telah meliputi juga Palestina, Syiria, Irak, Persia dan Mesir.

  1. Utsman bin Affan

Sahabat nabi selanjutnya yang menjadi khalifah ialah Utsman bin Affan. Utsman lahir enam tahun setelah Tahun Gajah, atau tepatnya 579 M di Thaif, daerah kawasan Hijaz. Nama lengkapnya ialah Ustman ibn Affan ibn abdil Ash ibn Umayyah.

Masa kepemimpinan Utsman merupakan yang terlama dari semua khalifah Khulafa’ Rasyidin, yaitu selama 12 tahun dari tahun 644 M sampai 656 M.

Berdasarkan catatan, tidak seluruh masa kekuasaannya menjadi saat yang baik dan sukses. Para pencatat sejarah membagi masa pemerintahan Ustman ibn Affan menjadi dua periode, enam tahun pertama merupakan masa pemerintahan yang baik dan enam tahun terakhir adalah masa pemerintahan yang buruk.

Utsman bin Affan berjasa dalam membangun bendungan untuk menjaga arus banjir yang besar dan juga mengatur pembagian air ke kota-kota. Utsman juga lah yang membangunn infrastruktur seperti jalan-jalan, jembatan, dan juga memperluas masjid di Madinah.

Di akhir masa kepemimpinannya, banyak terjadi gejolak permasalahan seperti pemberontakan, yang mengakibatkan terbunuhnya Utsman. Utsman wafat sebagai syahid pada tanggal 17 Dzulhijjah 35 H atau 655 M.

  1. Ali bin Abi Thalib
Baca Juga:  Kisah Al-Qamah yang Sulit Mengucap Kalmiat Syahadatain saat Sakaratul Maut

Khulafa’ Rasyidin terakhir sekaligus Khalifah ke empat selepas Rasulullah ialah Ali bin Abi Thalib. Ali memiliki nama lengkap Ali bin Abi Thalib bin Abdul Mutalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Luay bin Kilab bin Qushai. Ali lahir di Makkah 32 tahun setelah kelahiran Nabi Muhammad SAW, walau ada pendapat lain yang mengatakan 21 tahun setelah Nabi Muhammad lahir.

Pada masa kepemimpinan Ali selama 6 tahun lamanya yakni dari tahun 656 M sampai 661 M, cukup banyak terjadi gejolak permasalahan di berbagai bidang. Bahkan bisa dikatakan tidak ada keadaan yang stabil saat itu.

Salah satunya ialah pemberontakan terhadap Ali yang dilakukan oleh Thalhah, Zubair, dan Aisyah. Hal ini karena Ali tidak mau menindak tegas para pembunuh Utsman dan mereka menuntut pembelaan atas pembunuhan secara zalim.

Dan disaat yang sama kebijakan-kebijakan yang Ali buat, dirasa merugikan dan kurang tepat sebagai pemimpin, sehingga membuatnya ditinggalkan beberapa orang terdekatnya.

Ali bin Abi Thalib terbunuh ketika dalam perjalanan oleh kaum Khawarij pada tahun 661 M.

Itulah ringkasan singkat mengenai kisah Khulafa’ Rasyidin. Masa ini merupakan masa dimana Islam mengalami kemajuan dari berbagai aspek, mulai dari aspek sosial, antropologi, bahkan teknologi.

Masa al-Khulafa’ ar-Rasyidin juga masa yang sangat pantas ditiru dalam pribadinya, karena mereka adalah seorang pemimpin yang adil, bijaksana, sederhana dan sebgainya. Mereka juga seorang pemimpin pemerintahan yang ideal dan sejati yang harus dijadikan contoh. [] Raffi Wizdaan Albari

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post