Antara Sifat Alami dan Usaha: Dua Tipe Akhlak Mulia Pada Diri Manusia Dalam Islam

Akhlak mulia pada manusia
Akhlak mulia pada manusia (Canva - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Akhlak merupakan salah satu komponen penting dalam jiwa manusia yang menentukan apakah mereka ini tergolong dalam manusia yang baik ataukah buruk.

Akhlakul karimah merupakan budi pekerti baik yang dimiliki manusia yang senantiasa berlandas atas perintah dan larangan Allah SWT. Namun tak banyak yang tahu bahwa ada dua jenis akhlak mulia pada diri manusia.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa akhlak adalah tabiat atau ketetapan asli yang melekat pada manusia. Akhlak juga bisa diperoleh atau didapatkan dengan jalan usaha atau membiasakan diri.

Maksudnya adalah selain dari akhlak mulia itu merupakan sifat asli pada manusia, akhlak mulia juga bisa dimiliki dengan cara membiaskan diri menerapkan nilai-nilai budi pekerti dalam setiap aktifitas.

Rasululah SAW pernah bersabda kepada sahabatnya yang bernama Asyajj Abdul Qois: “Sesungguhnya dalam dirimu ada dua sifat yang Allah sukai; sifat santun dan tidak tergesa-gesa”.

Sahabatnya bertanya: ”Wahai Rasulullah, Apakah kedua akhlaq tersebut merupakan hasil usahaku, atau Allah-kah yang telah menetapkan keduanya padaku?”.

Beliau menjawab: Allahlah yang telah mengaruniakan keduanya padamu”. Kemudian ia berkata: ”Segala puji bagi Allah yang telah memberiku dua akhlaq yang dicintai oleh-Nya dan oleh Rasul-Nya”.

Kisah percakapan Rasulullah dengan sahabatnya tersebut menunjukkan bahwa akhlak mulia itu didapatkan dari karunia Yang Maha Kuasa dan bisa pula dijemput dengan jalan usaha manusia. Jika ditanya mana yang lebih utama diantara keduanya?

Baca Juga:  Zulkarnain Agung Sang Raja Dengan Keimanan dan Kekuasaannya

Tentu jawabannya adalah yang alami lah (atas karunia Allah) yang utama. Karena dengan sifat alami tersebut kita tidak memerlukan tenaga lebih dalam menghadirkannya. Dengan sifat alami itu pula bisa menjadi perangai dan kebiasaan yang baik bagi manusia.

Namun hal demikian tidak menjadi alasan untuk kita yang belum berkesempatan menerima karunia tersebut untuk terus berusaha memiliki akhlak mulia dengan jalan usaha. Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang berlomba-lomba dalam kebaikan. [] Siti Nurjannah

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post