Perkara-Perkara yang Sering Tertinggal dalam Sholat

Hal yang Sering Terlupa Saat Sholat
Gambar Ilustrasi Hal yang Sering Terlupa Saat Sholat (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Dalam melakukan ibadah sholat terkadang kita meninggalkan suatu perbuatan yang menjadi bagian dalam sholat karena sebab lupa.

Perkara perkara yang ditinggalkan dalam sholat dibahas dalam kitab taqrib fasl ketujuh pada bab sholat

(فصل) والمتروك من الصلاة ثلاثة أشياء: فرض وسنة وهيئة. فالفرض لا ينوب عنه سجود السهو بل إن ذكره والزمان قريب أتى به وبنى عليه وسجد للسهو. والسنة لا يعود إليها بعد التلبس بالفرض لكنه يسجد للسهو عنها. والهيئة لا يعود إليها بعد تركها ولا يسجد للسهو عنها وإذا شك في عدد ما أتى به من الركعات بنى على اليقين وهو الأقل وسجد للسهو. وسجود السهو سنة ومحله قبل الزلام.

والمتروك من الصلاة ثلاثة أشياء: فرض وسنة وهيئة

Perkara yang ditinggalkan dalam sholat itu ada 3 macam, yaitu adakalanya berupa fardhu, Sunnah Ab’ad dan Sunnah hai’at

فالفرض لا ينوب عنه سجود السهو بل إن ذكره والزمان قريب أتى به وبنى عليه وسجد للسهو

  1. Fardhu, yang dimaksud fardhu disini ialah rukun-rukun dalam sholat. Rukun sholat tidak bisa diganti dengan sujud Sahwi.

Apabila kita meninggalkan satu rukun pada satu rakaat dalam sholat  dan seketika itu kita langsung mengingatnya maka kita diperbolehkan kembali untuk melakukan rukun tersebut.

Contohnya Ketika kita lupa melakukan ruku’ pada rakaat pertama dan kita mengingatnya pada saat masih melakukan rakaat pertama maka kita diperbolehkan kembali untuk melakukan ruku’

Namun ketika kita mengingatnya setelah kita melakukan rakaat berikutnya maka kita mengganti rukun tersebut pada rakaat setelahnya.

Apabila kita mengingatnya setelah selesai melaksanakan sholat dan jaraknya masih sebentar dari pelaksanaannya, maka kita langsung mengulangi sholat tersebut dan melakukan sujud sahwi.

والسنة لا يعود إليها بعد التلبس بالفرض لكنه يسجد للسهو عنها.

  1. Sunnah Ab’ad

Apabila yang tertinggal itu berupa sunnah Ab’ad maka ia tidak diperbolehkan untuk mengulangi Sunnah Ab’ad tersebut ketika ia sudah melakukan rukun dan dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi.

Namun ketika ia belum melakukan rukun maka diperbolehkan kembali untuk melakukannya.

Baca Juga:  Sudahkah Kita Bersujud dengan Benar? Berikut yang Perlu Diperhatikan

Misalnya ketika kita lupa melakukan tasyahud awal dan mengingatnya pada posisi kita hendak berdiri dari tasyahud awal dan belum melakukan rukun sholat selanjutnya maka kita diperbolehkan kembali untuk melakukannya, berbeda halnya jika kita sudah berdiri dan melakukan rukun selanjutnya maka kita tidak diperbolehkan kembali duduk untuk melakukan tasyahud awal serta dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi karena jika kita kembali maka kita menambahkan rukun dan gerakan yang menyebabkan batalnya sholat.

Adapun yang termasuk Sunnah Ab’ad yaitu; tasyahud awal, duduk tasyahud awal, qunut yang dilakukan pada sholat subuh dan di akhir sholat witir pada pertengahan sampai akhir bulan ramadhan, berdiri untuk melakukan qunut, Sholawat kepada baginda Nabi pada tasyahud awal, dan sholawat kepada keluarga Nabi pada Tasyahud akhir.

والهيئة لا يعود إليها بعد تركها ولا يسجد للسهو عنها

  1. Sunnah Hai’at

Sunnah hai’at adalah perkara perkara yang disunnahkan dalam sholat.

Apabila yang ditinggalkan itu berupa sunnah Hai’at maka tidak diperbolehkan untuk mengulangi dan melakukan sujud sahwi, baik ia meninggalkan secara sengaja ataupun tidak.

وإذا شك في عدد ما أتى به من الركعات بنى على اليقين وهو الأقل وسجد للسهو. وسجود السهو سنة ومحله قبل الزلام.

Ketika kita lupa terhadap jumlah rakaat sholat yang telah kita lakukan kita harus mengambil jumlah rakaat yang paling sedikit meskipun ada penguat dalam jumlah rakaat tersebut.

Misalnya ketika kita melakukan sholat namun kita lupa yang kita lakukan ini rakaat kedua apa ketiga maka kita harus mengambil rakaat yang kedua, meski ada teman kita yang memberi tahu bahwa kita sedang melakukan rakaat yang ketiga dan kita juga dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi.

Baca Juga:  Kiat Meraih Cinta Nabi dengan Mengikuti Sunnah-Sunnah Rasulullah SAW

Sujud sahwi tidak apa apa bila tidak dilakukan, namun lebih baik kita melakukan sujud sahwi. [] Nayla Syarifa

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post