Wisata Religi Makam Syekh Maulana Maghribi Menjadi Tempat Ziarah Semua Kalangan

Wisata Makan Syekh Maulana Maghribi
Wisata Makan Syekh Maulana Maghribi (Dok. Pribadi - Almuhtada.org)

Makam Syekh Maulana Maghribi terletak di Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah merupakan kawasan tak asing bagi masyarakat muslim di tanah Jawa. Bagi para peziarah, Wonobodro menjadi tujuan wisata religi karena terdapat makam ulama terkemuka. Bahkan, banyak yang menyebut sebagai wali, yakni Syekh Maulana Maghribi.

Untuk menjangkaunya tidak terlalu sulit karena kemudahan jalur transportasi yang ada saat ini. Jaraknya sekitar 30 kilometer dari Alun-alun Batang. Begitu sampai di sana, maka akan langsung terlihat undakan lebar yang dibuat untuk menuju area makam.

Begitu sampai undakan, maka peziarah bisa masuk melalui gerbang yang dibangun cukup tinggi. Setelah itu, terlihat jalur lurus menuju makam Syekh Maulana Maghribi. Makam Syekh Maulana Maghribi lokasinya tepat berada di tengah bangunan semacam pendopo yang ditopang empat sokuguru. Tempatnya terlihat rapi, terbuat dari keramik, batu nisannya terbungkus kain mori, dan ditutup dengan tirai.

Makam Wonobodro sudah lama masyhur sebagai destinasi wisata religi di Jawa Tengah. Ini karena terdapat makam ulama penyebar Islam Syekh Maulana Maghribi yang konon hidupnya sebelum Walisongo di Tanah Jawa. Di tempat ini, setiap tahunnya juga digelar haul yang dihadiri puluhan ribu orang dari berbagai daerah.

Syekh Maulana Maghribi adalah tokoh penyebar Islam yang berasal dari Maroko. Beliau dipercaya sebagai salah satu penyebar Islam sebelum para Wali Sanga, dan diperkirakan wafat pada tahun 1419.

Baca Juga:  Dibalik Makna Lagu Lir-Ilir Karya Sunan Kalijaga

Beliau merupakan tokoh penyebar agama Islam sebelum masa Wali Songo. Beliau diketahui sebagai putra ulama Persia, Maulana Jumadil Kubro yang datang dari negeri Champa (Kamboja) ke Jawa sekitar tahun 1400-an. Beliau juga merupakan pendiri pesantren pertama di Jawa.

Syekh Jumadil Kubro merupakan salah satu da’i Ahlussunah wal Jamaah yang dikirim dari wilayah Timur ke Nusantara Beliau dikenal sebagai sesepuh Wali Songo atau ayah dari Sayyid Ibrahim As-Samarkandi (Sunan Ampel) dan Maulana Ishaq (Sunan Giri).

Syekh Jumadil Kubro memiliki nama asli Sayyid Jamaluddin Husein. Beliau merupakan da’i masyhur yang berasal dari wilayah Samarkand, Uzbekistan. Menurut silsilahnya, Syekh Jumadi Kubro adalah keturunan ke-10 dari al-Husain, cucu Nabi Muhammad SAW.

Peran Syekh Jumadil Kubro yang begitu besar menjadikan ia dikenal sebagai orang yang telah meruwat Tanah Jawa. Ia berhasil membuat banyak bangsawan Majapahit memeluk agama Islam.

Beliau wafat pada tahun 1376 dan dimakamkan di Trowulan. Ada beberapa makam yang diklaim sebagai makam Syekh Jumadil Kubro, di antaranya di Semarang, Mojokerto, dan lereng Gunung Merapi Yogyakarta.

Kemudian pendapat lain juga mengatakan bahwa makamnya berada di wilayah Wajo, Sulawesi Selatan. Ini karena beliau terakhir kali pernah berdakwah di daerah Gowa. [] Muhammad Ikhsanudin

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post