Berikut Ini 5 Waktu Mandi yang Disunahkan Rasulullah Saw

Waktu Mandi
Gambar Ilustrasi Waktu yang Disunahkan Mandi (Pinterest - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Mandi merupakan aktivitas membersihkan tubuh setelah atau sebelum beraktivitas. Dalam Islam, ternyata mandi juga terdapat beberapa waktu istimewa yang dapat mendatangkan pahala loh!

Berikut ini 5 waktu mandi yang disunahkan Rasulullah SAW beserta  penjelasannya.

  1. Hari Jum’at

Hari Jum’at merupakan hari yang diagungkan dalam agama Islam. Banyak peristiwa – peristiwa penting Islam yang terjadi di hari Jum’at.

Begitu spesialnya hari Jum’at dalam pandangan Islam sampai – sampai ada sholat yang dikhususkan hanya di hari Jum’at, yaitu sholat Jum’at.

Sebelum pergi sholat Jum’at, di sunahkan untuk mandi terlebih dahulu, sebagaimana hadist Rasulullah SAW yang artinya : Dari Aus bin Aus, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun.” (HR. Tirmidzi no. 496. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

  1. Sholat Ied

Sholat Ied atau Sholat hari raya adalah sholat yang dilakukan ketika hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha tiba.

Sebelum berangkat untuk melaksanakan shola tied di sunahkan untuk mandi terlebih dahulu. Hal ini sebagaimana terdapat hadist yang artinya : “Dan dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, ‘Bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Ibnu Majah).

  1. Sholat Istisqa
Baca Juga:  Menggali Kekuatan Hukum Tarik - Menarik dalam Islam: Kunci Sukses dengan Keyakinan dan Doa

Sholat Istisqa merupakan sholat yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Sholat ini tidak bisa dilakukan sembarang waktu, sholat Istisqa dilakukan ketika terjadi musim kemarau panjang dan air menjadi sebuah kebutuhan untuk suatu hajat tertentu.

  1. Sholat Gerhana

Seperti namanya, sholat ini dilakukan ketika terjadi gerhana baik matahari maupun bulan. Sholat gerhana sendiri bertujuan untuk mengagungkan kekuasaan Allah atas terjadinya gerhana serta mengingatkan manusia akan datangnya hari kiamat.

Diantaranya disebutkan oleh Syekh Wahbah Al Zuhaili di dalam kitab Alfiqh Al Islami Wa Adillatuhu yang artinya : Dan disunahkan mandi untuk melaksanakan salat gerhana Matahari atau Bulan, sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam pembahasan mandi-mandi yang disunnahkan. Karena salat gerhana Matahari atau Bulan adalah salat yang disyariatkan untuk kumpul bersama melaksananyanya, disunnahkan pula adanya khotbah menurut ulama Syafiiyyah dan adanya nasehat menurut ulama Malikiyyah, maka disunnahkan mandi untuk salat Gerhana Matahari atau Bulan seperti salat Jumat dan dua hari raya”.

  1. Sebelum Memandikan Mayat

Hal ini sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, yang artinya : “Siapa yang memandikan mayat, maka hendaknya dia mandi. Dan siapa yang menggotongnya hendaklah dia berwudhu.: (HR.Abu Dawud, 2/62-63 dan Tirmidzi, 2/132). [] Aulia Cassanova

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post