Tak Perlu Ragu Dalam Kebaikan, Inilah yang disebut Nabi Muhammad SAW sebagai Sebaik-baiknya Manusia

berbuat baik
Hadist yang berisi anjuran berbuat baik (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Berbuat baik kepada sesama manusia biasa dikenal dengan ihsan. Ihsan adalah manusia yang berupaya berbuat kebaikan dan menahan diri untuk tidak mengganggu orang lain.

Berbuat baik tergolong sebagai perbuatan terpuji. Bahkan berbuat baik disebutkan dalam hadits dan Al-Qur’an. Berikut ini beberapa hadits tentang berbuat baik:

1. Hadits berbuat baik kepada sesama manusia

Berbuat baik kepada sesama manusia merupakan perbuatan yang wajib diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap manusia pasti memiliki fase dimana ia harus berbuat baik ataupun sebaliknya.

Berikut ini hadits berbuat baik kepada sesama manusia:

عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم للناس

Artinya: Dari Jabir, ia berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda, ”Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR Thabrani dan Daruquthni).

2. Hadits tentang berbuat baik kepada semua makhluk hidup

عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّاد ابْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللهَ كَتَبَ اْلإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ.

Artinya: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik (ihsan) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh, maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih berlakulah baik dalam hal itu, hendaklah kalian mengasah pisaunya daan menyenangkan hean sembelihannya”. (HR. Muslim)

Baca Juga:  Inilah 4 Golongan Manusia Menurut Hadits Rosulullah SAW

3. Hadits berbuat baik kepada tetangga

Pada hakikatnya berbuat baik tidak ada batasannya, termasuk pada tetangga kita. Berikut ini hadits berbuat baik kepada tetangga,

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنه، أن النبي ﷺ يقول: خيرُ الأصحابِ عند اللهِ خيرُهم لصاحبِه، وخيرُ الجيرانِ عند اللهِ خيرُهم لجارِه”. أخرجه الترمذي

Artinya: “Dari Abdullah bin Amr ra, bahwa Nabi Saw bersabda, “Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah mereka yang paling baik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah mereka yang paling baik kepada tetangganya.” (HR at-Tirmidzi)

4. Hadits tentang perilaku baik

Berbuat baik merupakan hal yang indah. Setiap orang tentu memiliki kepribadian yang berbeda-beda.

Ada orang yang mendengar nama seseorang sudah malas mendengarnya bahkan cenderung ingin meninggalkannya.

Namun, sebaliknya ada orang yang kedatangannya diharapkan banyak orang, dengan sebab kedatangannya memberikan rasa aman dan nyaman.

Tipe seperti inilah yang disebut Nabi Muhammad SAW. sebagai sebaik-baiknya manusia.Berikut ini haditsnya!

خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan (orang lain) merasa aman dari kejelekannya.” (HR. At-Tirmidziy no. 2263).

5. Hadits tentang berbuat baik kepada kedua orang tua

Berbuat baik kepada orang tua merupakan suatu hal yang hukumnya sangat wajib. Bahkan ridho Allah bergantung pada ridho orang tua.
Hal ini memiliki makna bahwa berbuat baik kepada kedua orang tua adalah kunci dari segala kunci kehidupan dunia dan akhirat.

Baca Juga:  Perubahan Paling Baik Dimulai dengan Memperbaiki Shalatmu

Berikut ini hadits berbuat baik kepada kedua orang tua yang bisa kamu amalkan!

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ جِئْتُ أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَتَرَكْتُ أَبَوَىَّ يَبْكِيَانِ فَقَالَ ارْجِعْ
فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا

Artinya, “Dari sahabat Abdullah bin Amr ra, ia bercerita, seorang sahabat mendatangi Rasulullah saw dan mengatakan, ‘Aku datang kepadamu untuk berbaiat hijrah dan kutinggalkan kedua orangtuaku dalam keadaan menangis. Rasul menjawab, ‘Pulanglah, buatlah keduanya tertawa sebagaimana kau membuat mereka menangis,’” (HR Abu Dawud). [] Eka Diyanti

Editor : Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post