Muharram: Bulan Refleksi dan Perencanaan

Oleh: Nurjaya

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru islam yaitu jatuh pada pada bulan muharram. Bulan Muharram merupakan bulan pertama pada kalender hijriyah yang didalamnya mengandung berbagai keistimewahan yang luar biasa. Menurut ahli tafsir, terdapat empat bulan yang disebut dengan bulan haram yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan bulan Rajab. Bulan haram berarti bulan yang mulia serta istimewa. Bulan Muharram juga disebut sebagai bulannya Allah, sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah yanga artinya “ Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulannya Allah, yakni bulan Muharram” (HR. Muslim).

Bulan muharram memang sangat luar biasa, banyak hal yang perlu kita siapkan dalam menyambut bulan muharram ini karena sangat disayangkan jika kita melewatkan salah satu bulan yang Allah muliakan ini. Terlebih pada bulan muharram terdapat pergantian tahun yaitu dari 1442H ke 1443H. Ini seharusnya menjadi agenda besar bagi seorang muslimin karena dapat membuat evaluasi atau refleksi diri dan perencanaan. Refleksi tentu perlu dilakukan oleh seorang muslim agar mengetahui hal yang sudah dilakukan selama satu tahun terakhir apakah baik atau justru sebaliknya. Sedangkan, perencanaan untuk satu tahun kedepan juga sangat penting agar dapat menjadi muslim yang lebih bermanfaat. Bahkan dalam salah satu perkataan Ali bin Abi Thalib mengatakan “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.” Perkataan ini, bukan hanya main-main tetapi seharusnya dapat kita terapkan dalan kehidupan kita agar kita setiap harinya selalu mengalami peningkatan dan jangan sampai menurun.

Keluarbiasaan muharram juga terletak pada sunah-sunah yang dianjurkan diantaranya berpuasa yaitu puasa asyura yang jatuh pada tanggal 10 muharram dan akan lebih baik jika dilanjutkan pada hari ke 8 dan 9. Tidak main-main, pahala yang dijanjikan Allah sangat luar biasa yaitu dapat menghapus dosa selama satu tahun kebelakang “Aku berharap pada Allah dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim). Pada bulan muharram juga disunahkan untuk memberikan sedekah, salah satu dumbernya dalam kitab Lathaifut Thaharah wa Asrarus Shalah karangan KH Sholeh Darat disebutkan: “Bahwa awal Muharram adalah tahun barunya seluruh umat Islam. Adapun tanggal 10 Muharram adalah ‘Hari Raya’ yang digunakan untuk bergembira dengan shadaqah.”

Bahkan, bulan muharram ini juga kerap dikaitkan dengan lebarannya anak-anak yatim sehingga sangat dianjurkan untuk beredekah kepada mereka. Bulan Muharram juga mendapat sebutan khusus yakni syahrullah atau tepatnya syahrullah al Asham (bulan Allah yang sunyi) karena sucinya bulan ini, maka kita sebagai umat yang taat haruslah memaksimalkan bulan muharram ini.

Penulis merupakan Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada dan Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *