Zaman Semakin Modern Adab Menjadi Berkurang

Oleh : Zahrotuz Zakiyah

Semakin terlihat majunya zaman sekarang, bisa terlihat dari fashion-fashion sekarang, barang-barang yang semakin canggih, hingga gadget yang terus meluncurkan merek dan model terbaru, bahkan ilmu pun kita bisa mendapatkan secara canggih, seperti melalui internet atau referensi lainnya. Mungkin sejenak kita dapat berpikir bahwa semua itu, pentingkah?

Atau hanya membuat kita bertanya-tanya tentang kemajuan semua itu. Mungkin menurut kita mengikuti alur zaman yang semakin maju itu mudah, namun bukankah itu menjadikan sulit bagi kita untuk mendapatkan ilmu yang mendalam?

Banyak di antara kita atau di sekeliling kita orang yang berilmu, misalnya orang tersebut memiliki prestasi atau orang tersebut memang mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan ilmu. Namun kebanyakan dari mereka di zaman modern ini, mereka sering kali tidak memperhatikan tingkah mereka, lebih tepatnya mereka kurang mengetahui adab. Bisa jadi itu semua dikarenakan seiring majunya zaman, sehingga mereka terpengaruh dengan pergaulan anak zaman sekarang yang kurang akan ilmu pengetahuan dan adab. Karena banyaknya anak zaman sekarang yang lebih condong fokus pada gadget mereka, apalagi di masa pandemi ini yang menyebabkan semua anak lebih sering memantau gadget mereka. Padahal penting bagi kita mengetahui banyak ilmu disertai pula dengan adab.

Karena adab dalam menuntut ilmu adalah sebab yang menolong mendapatkan ilmu, seperti yang dikatakan Abu Zakariya :” Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh”. Dan juga karena dengan adablah kita akan memahami ilmu.

Baca Juga:  Selesai Melaksanakan Penelitian, Pesantren Riset Al-Muhtada Gelar Seminar Hasil Penelitian

Sudah banyak seperti yang kita lihat, seorang anak yang kurang adabnya terhadap orang yang lebih dewasa dari dirinya, bahkan seorang santri di zaman sekarang pun juga masih kurang dalam hal beradab. Haruskah kita menghormati atau menghargai orang yang berilmu tanpa adab? Atau sebaliknya, beradab namun tak berilmu?

Dari keduanya, kita seharusnya lebih menghormati atau menghargai orang yang beradab namun tak berilmu, karena adab itu lebih penting dari ilmu.

Alangkah baiknya jika kita menguasai keduanya, yaitu berilmu dan juga beradab. Apalagi kita seorang santri yang seharusnya menerapkan adab dan juga ilmu yang kita dapatkan selama kita menjadi seorang santri. Karena setiap pondok itu pasti mengajarkan tentang adab dan ilmu, namun semua itu tergantung pada santri dalam pandai-pandai memahami dan juga menerapkan ajaran tersebut.

Penulis adalah Mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada dan Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang.

Related Posts

Latest Post