Petani dan Pandemi

Oleh:

Anur Wahyu Ningtyas

Negara Indonesia merupakan Negara yang terkenal kaya akan sumber daya alam. Selain sebagai Negara maritim Indonesia juga terkenal sebagai Negara agraris dengan hasil pertanian yang melimpah. Bahkan mata pencaharian sebagian besar masyarakat Indonesia masih didominasi oleh petani terlebih pada beberapa daerah yang berada di pedesaan yang masih sangat mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber mata pencaharian. Selain di dukung dengan tanah yang subur Indonesia juga memiliki dua pergantian musim yaitu musim penghujan dan kemarau yang mana hal tersebut sangat berpengaruh terhadap proses kegiatan bercocok tanah. Jenis tanaman yang ditanam oleh petani di setiap daerah tentu beraneka ragam yang disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah dan juga suhu udaranya.

Sistem pertanian yang digunakan masyarakat Indonesia pada masa dulu dengan sekarang sangat berbeda. Pada saat ini hampir sebagian besar petani di Indonesia sudah menggunakan berbagai alat yang jauh lebih modern akibat adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih. Tanaman yang ditanam saat ini juga lebih beragam tidak hanya terfokus pada padi, palawija serta sayur-sayuran, hal ini diakibatkan karena semakin meningkatnya permintaan bahan pangan masyarakat Indonesia yang semakin tinggi.

Pada masa pandemi seperti saat ini tentu menjadi suatu tantangan tersendiri bagi para petani. Berbagai kebijakan pembatasan aktivitas di luar rumah tampaknya tidak berlaku bagi petani. Para petani mau tak mau harus tetap pergi ke sawah, padahal jika dilihat sebagian besar penduduk yang bekerja di sektor pertanian sudah banyak yang berusia lanjut akibat minimnya regenerasi petani muda yang ada di Indonesia. Panen raya yang seharusnya menjadi peluang emas bagi petani dengan harapan besar akan mendapatkan keuntungan selama bercocok tanam harus sirna akibat pandemi covid-19 yang cukup menjadi beban bagi para petani. Kerugian yang dialami petani pada tahun ini tentu cukup besar, hal ini dikarenakan terganggunya proses distribusi hasil pertanian, harga yang semakin menurun ditambah dengan menurunnya permintaan hasil pertanian oleh masyarakat Indonesia.

Baca Juga:  “Ats-tsabit wal mutaghayyir”

Sebagian besar petani terpaksa harus menjual hasil panennya walaupun dengan harga yang semakin menurun untuk tetap dapat melangsungkan kehidupannya serta sebagai modal untuk melaksanakan proses produksi tanaman selanjutnya. Hal ini harus didukung adanya kerja sama serta uluran tangan dari pemerintah untuk tetap memperhatikan kesejahteraan petani dengan membantu mendistribusikan hasil pertanian kepada masyarakat serta mempermudah penyediaan bibit serta pupuk bagi petani.

Penulis merupakan mahasantri Pesantren Riset Al-Muhtada dan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang

Related Posts

Latest Post