Table Manner dalam Islam

Oleh:

Nurul Huda

Tata cara makan atau yang kerapkali disebut dengan table manner didalam dunia perhotelan memang sangat lumrah. Table manner sendiri mempunyai arti aturan etiket yang digunakan saat makan, serta mencakup penggunaan peralatan makan yang tepat. Terdapat beberapa aturan tabble manner  yang umum dipelari, antara lain pengunaan cutleries, aturan duduk, mengetahui jenis jamuan, dan susunan dalam penggunaan peralatan makan.

Sejarah awal table manner sendiri sudah ada sejak zaman purba, berlanjut sampai sekarang dimana Eropa (Perancis, Inggris) dan Amerika menjadikanya sebuah kebiasaan.Tak heran jika table manner menjadi citra seseorang baik itu kolega maupun bangsawan. Hal ini dapat dilihat dari cara dia makan.

Rumit memang jika tidak mengetahui bagaimana table mannerdilakukan. Mulai dari peralatanya yang banyak, makan harus satu persatu, badan tetap tegak,dan masih banyak lagi. Dimulai dari kita memakan BNB (bread and butter), lalu Appetizer (hidangan pembuka) umumnya panas dan one bit atau  sekali makan,kemudian ada salad yaitu sekumpulan sayur atau buah yang dihidangkan dengan saus tertentu umunya masyarakat indonesia menggenal pecel yang terdiri atas berbagai sayur yang telah di boilling lalu diberi saus berupa bumbu kacang dan tak lupa diberi crackers  atau rempeyekuntuk menambah kelezatan hidanggan, setelah itu ada sup baik panas maupun dinggin dan pada umumnya lidah orang jawa (termasuk penulis) tidak cocok dengan sup continental dikarenakan rasanya yang aneh oleh karena itu orang indonesia pada umumnya mengkonsumsi sup buntut,fungsi sup ini sendiri adalah sebagai perangsang cita rasa yang umumnya berasa gurih,setelah itu kita beralih ke hidangan inti (main course) yang biasanya terdiri dari karbohidrat umumnya kentang,lalu sayur dan tak lupa daging atau ikan.Terakhir yaitu hidang penutup (desert) yang umumnya rasanya manis entah itu berupa cake, kue, muffin maupun puding.

Baca Juga:  Petani dan Pandemi

Hidangan yang banyak tadi biasanya umum dipergunakan saat acara tertentu misalnya jamuan, kunjungan kenegaraan, dan acara-acara resmi. Pada umumnya  pada saat kita makan BNB/Main Course kita makan mengunakan tanggan kiri, kenapa  demikian? hal ini dikarenakan tanggan kanan kita memegang pisau oleh karena  itu tangan kiri kita menggunakan garpu jika tanggan kiri kita mengunakan pisau maka akan kesusahan.

Hal ini sangat bertentangan dengan agama Islam tentang makan menggunakan tanggan kiri “Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan dengan tanggan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan  tanggan kirinya” (H.R.Muslim 2020). Manakala kita table manneralangkah baiknya menggunakan tanggan kanan walaupun pada dasarnya tanggan kiri kita kesusahan memegang pisau. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulluah.

Bagaimana jika kita diundang sebuah negara dieropa untuk jamuan makan Inggris misalnya yang lekat akan aturan table mannernya. Apakah kita akan makan menggukan tanggan kanan atau kiri?

Adapun makan dengan tanggan kiri ketika ada udzur,maka hukumnya boleh. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengatakan “Makan dan Minun dengan tangan kiri ketika ada udzur hukumnya tidak mengapa,adapaun jika tanpa udzur maka humnya haram” (Al mausuah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah 6:119). Berdasarkan dalil tersebut maka tidak apa hukumnya jika anda melakunya saat jamuan makan kerajaan dan takut dianggap tidak sopan oleh kerajaan.

Baca Juga:  Drama Ramadhan & Mualafnya Dunia Pertelevisian

Denggan demikian jika seseorang takut dengan aturan suatu kerajaan maka hukumnya tidak apa. Jika anda orang mukmin yang taat maka anda akan tetap makan menggunakan tanggan kanan walaupun kesusahan nantinya,dan mungkin anda akan berargumen kepada kerajaan bahwa makan menggunakan tanggan kanan wajib hukumnya dalam Islam dan sekaligus  mensiarkan Agama Islam di kerajaan tersebut nantinya.

Penulis adalah Santri Pesantren Riset Al-Muhtada dan Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Related Posts

Latest Post