Mencintai Bumi Kita

Oleh: Zakiyah Azzahro Haidar

Seperti yang kita tahu, saat ini keadaan bumi semakin memburuk. Penyebabnya pun tidak hanya satu hal. Mungkin benar ucapan mereka bahwa usia bumi kita semakin tua, tapi bukan itu masalah utamanya. Masalah rusaknya bumi ini disebabkan oleh ulah manusia yang sombong dan tidak bertanggung jawab. Bagaimana tidak, mereka tetap membuang sampah sembarangan walau tersedia tempat sampah di sebelahnya. Itu memang hal kecil di mata manusia, namun jika semua manusia seperti itu setiap waktu, coba bayangkan seberapa besar tumpukan-tumpukan sampah di bumi ini. Bumi yang biru, hijau, dan nampak segar itu pun suatu saat akan terlihat seperti buah yang membusuk jika manusia terus seperti itu.

Bukan hanya sampah yang tersebar di seluruh tempat. Namun juga limbah-limbah pabrik yang mungkin bisa meracuni ekosistem bahkan manusia itu sendiri. Biasanya limbah pabrik mencemari sungai-sungai, padahal di dalam sungai masih ada ekosistem seperti ikan dan hewan serta tumbuhan air lain. Manusia seolah tidak peduli dan hanya memetntingkan mendapatkan uang yang selama ini mereka kejar. Bahkan kesehatan mereka sendiripun tidak mereka pedulikan. Ikan sungai maupun ikan laut yang sudah terkontaminasi limbah tetap mereka ambil untuk dikonsumsi. Tidak peduli jika nantinya penyakit bersarang pada tubuh mereka. Air sungai tercemarpun masih mereka gunakkan untuk MCK ataupun minum. Mereka tidak peduli lagi dengan manusia lain yang menderita akibat ulah jahat manusia. Manusia hanya peduli pada penghasilan bagi diri sendiri.

Baca Juga:  Sikap Ikhlas: Kunci Kebahagiaan dan Ketenangan

Selain tanah dan air yang tercemar, udara juga tercemar akibat ulah manusia. Asap-asap pabrik, asap rokok, dan gas-gas beracun telah berhasil mencemari udara. Jalanan di kota sudah penuh dengan kendaraan-kendaraan pribadi yang tentu akan mencemari udara melalui asap kendaraan. Sebenarnya manusia bisa meminimalisir pencemaran udara dari asap kendaraan bermotor. Caranya yaitu dengan menggunaakan kendaraan umum masih, tetapi manusia lebih senang dengan kendaraan pribadi mereka yang pasti akan memenuhi jalanan dan menambah polusi udara. Akibatnya, ozonpun mulai menipis dan mengakibatkan udara semakin panas. Kondisi tersebut berdampak terhadap sebagian es di kutub yang mencair. Akhirnya habitat bagi pinguin dan beruang kutub semakin terancam.

Adanya pencemaran tanah, air, udara yang merajalela juga diikuti dengan eksploitasi ekosistem. Seperti penggundulan hutan tanpa izin hingga membuat hewan hutan kehilangan habitatnya yang membuat hewan masuk ke lingkungan warga. Wargapun ternyata membunuh atau menyalahkan hewan tersebut yang seringkali merusak perkebunan warga. Eksploitasi lainnya adalah perburuan liar terhadap hewan langka untuk dijual. Hal itu benar-benar tidak beradab, karena hanya demi lembaran uang mereka rela merusak tempat tinggal mereka sendiri. Mereka rela hidup dalam kesuraman yang mereka ciptakan, terbalut asap-asap polusi yang semakin menebal, merusak paru-paru hingga hilangnya nyawa.

Bagaimanakah cara mengatasi kerusakan tersebut agar bumi kita kembali hijau dan segar? Walaupun kita tidak bias mengembalikan semua yang rusak itu, setidaknya degan usaha yang kita lakukan, cukup untuk mengurangi kerusakan tersebut. Beberapa usaha yang perlu kita lakukan seperti (1) hentikan eksploitasi tumbuhan dan hewan karena mereka tidak bersalah; (2) menanami lahan kosong dengan tumbuhan atau pohon-pohon; (3) tidak membuang sampah sembarangan; (4) tidak merokok, karena merokok hanya akan membuang uang dan merusak tubuh; (5) jangan pernah menggugunakan kendaraan pribadi jika anda masih bisa menggunakan kendaraan umum. Jika kita lakukan hal tersebut apa ruginya apalagi cara tersebut untuk mengurangi polusi. Pesan untuk kita semua cintailah bumi dan rawatla bumi, karena bumi adalah tempat tinggal kita satu-satunya.

Baca Juga:  Tongkat Estafet Perubahan Masyarakat Ada Dipundak Pemuda

Penulis adalah Santri Pesantren Riset Al-Muhtada dan Mahasisiwi FMIPA Universitas Negeri Semarang

Related Posts

Latest Post