Ketika Pemimpin Berlaku Zalim, Apa yang Harus Dilakukan Oleh Seorang Muslim?!!

Ilustrasi seorang pemimpin yang menyampaikan pidato di tengah berbagai dinamika dan kontroversi kebijakan publik (GPT.AI - almuhtada.org).

Almuhtada.orgDalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, setiap orang tentu mendambakan pemimpin yang adil, amanah, dan berpihak kepada rakyatnya. Namun, pada kenyataannya, tidak semua pemimpin mampu menjalankan amanah yang dipikulnya dengan baik.

Ada kalanya masyarakat merasa kecewa, terluka, atau bahkan menjadi korban kebijakan yang dianggap tidak adil. Lalu, ketika seorang pemimpin berlaku zalim, apa yang harus dilakukan oleh seorang muslim?

Pertama, seorang muslim harus memahami bahwa kezaliman adalah sesuatu yang dilarang dalam Islam.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lengah terhadap apa yang diperbuat oleh orang-orang zalim.” (Q.S. Ibrahim:42)

Ayat tersebut menjadi sebuah pengingat bahwa tidak ada satu pun bentuk kezaliman yang luput dari pengawasan Allah.

Meskipun terkadang keadilan tidak segera terlihat di dunia, Allah akan tetap mengetahui setiap perbuatan manusia dan akan memberikan balasan setimpal di akhirat.

Di sisi lain, mengetahui adanya kezaliman bukan berarti seorang muslim boleh larut dalam kebencian. Apa lagi sampai bertindak yang justru menambah kerusakan.

Islam mengajarkan sikap yang bijaksana dalam menghadapi keadaan yang sulit. Rasulullah bersabda:

“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya. Jika tidak mampu lagi, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.”

Hadis tersebut memberikan pedoman yang sangat jelas. Jika seseorang memiliki kewenangan dan kemampuan untuk memperbaiki keadaan dengan cara yang benar, maka ia dapat melakukannya.

Baca Juga:  Kondisi Wilayah yang Berkebalikan Akibat Perubahan Iklim

Jika ia tidak mampu, ia dapat menyampaikan kebenaran dengan cara yang santun, bijak, dan bertanggung jawab.

Namun, apabila semua jalan itu tidak memungkinkan, maka minimal ia tetap membenci kezaliman dalam hatinya dan tidak ikut mendukungnya.

Dan terlepas dari itu semua, di sinilah banyak orang sering merasa tidak berdaya. Mereka melihat ketidakadilan tetapi tidak memiliki kekuasaan untuk mengubahnya.

Dan dalam kondisi yang seperti ini, seorang muslim tidak boleh berputus asa. Karena ukuran keberhasilan di sisi Allah bukan hanya hasil di dunia yang serba terlihat, tapi juga tentang usaha dan niat yang dilakukan.

Selain itu, Islam juga mengajarkan betapa pentingnya berdoa. Berdoa bukanlah tanda karena lemah dan kewalahan, melainkan sebuah bentuk penghambaan kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Ketika manusia tidak memiliki kekuatan untuk mengubah keadaan, Allah memiliki segala sesuatu.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (Q.S. Ghafir:60)

Doa dapat menjadi sarana untuk memohon agar Allah memperbaiki keadaan kita, memberikan petunjuk dan hidayah kepada para pemimpin, serta melindungi masyarakat dari berbagai bentuk ketidakadilan.

Pada akhirnya, ketika kita menghadapi pemimpin yang zalim, seorang muslim diperintahkan untuk tetap selalu berpihak pada kebenaran, menjaga akhlak, memperbanyak doa, menyampaikan kritik dengan baik, serta tidak kehilangan harapan kepada pertolongan Allah.

Karena sejarah telah membuktikan bahwa tiada kekuasaan yang abadi. Semua pemimpin kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang mereka emban.

Baca Juga:  Jangan Abaikan! Ini Manfaat Latihan Beban Yang Sering Disepelekan

Dan semua bentuk kezaliman akan mendapatkan balasan yang adil di hadapan Allah subhanahu wata’ala.
Wallahu a’lam bissawab. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dimudahkan Allah untuk senantiasa tidak bungkam terhadap yang salah, berani menjunjung tinggi sebuah kebenaran, dan selalu menggunakan jalan yang di ridhai-Nya. Aamiiin. [] Rosi Daruniah

Related Posts

Latest Post