almuhtada.org– Sering kali, di tengah padatnya rutinitas harian, ibadah seperti salat atau membaca Al-Qur’an terasa sekadar sebagai rutinitas mekanis. Bunyi adzan berkumandang, kita bergegas mengambil wudhu, melaksanakan salat secepat mungkin agar bisa kembali mengerjakan, lalu selesai.
Namun, setelah melakukan ibadah, pernahkah kamu merasa tetap hampa? Jika ya, kamu tidak sendirian. Banyak dari kita terjebak dalam rutinitas beribadah tanpa benar-benar meresapi maknanya. Padahal, ibadah sejatinya diturunkan sebagai oase bagi jiwa yang kelelahan.
Tempat yang membawa kita pada ketenangan hati dan keberkahan menjalani kehidupan. Perlu kita ketahui bahwa Allah menciptakan seluruh makhluk di dunia untuk beribadah, seperti firman-Nya, yaitu:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
Artinya:“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun”. (QS. Al-Isra: 44)
Sebagai makhluk ciptaan Allah Swt., manusia butuh ibadah. Jadikan momen ibadah sebagai waktu kita untuk benar-benar sejenak melupakan stres akan pekerjaan, notifikasi smartphone, dan kelelahan mental. Ibadah adalah waktu bagi kita untuk terhubung dengan sang pencipta yang Maha Menggenggam segala urusan. Seorang muslim dapat merasakan ketenangan jiwa, kebahagian kalbu, dan lapang dada dalam menjalankan ibadah.
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. Al-Nahl: 97)
Sudah seyogyanya bagi seorang muslim untuk berusaha semaksimal mungkin agar dirinya bisa merasakan kenikmatan dalam beribadah.
Pahami Makna di Balik Bacaan
Salah satu alasan utama mengapa ibadah terasa hampa dan membosankan adalah karena kita tidak mengerti apa yang kita ucapkan dan kerjakan. Lisan kita bergerak, tetapi akal dan hati kita berkelana entah ke mana. Misalnya ketika sholat, beberapa cara yang bisa kita lakukan agar ibadah kita lebih bermakna adalah dengan:
- Mempelajari arti bacaan salat yang paling sering dibaca, seperti surah Al-Fatihah, doa rukuk, dan sujud atau gerakan salat dalam setiap rakaat.
- Saat mengucapkan “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin”, hadirkan rasa syukur atas rezeki hari ini. Saat sujud, sadari betapa kecilnya kita.
Di saat kita benar-benar memahami makna dari apa yang kita kerjakan dan ucapkan kala beribadah, itu akan jauh lebih bermakna dan menyentuh kalbu. Rasanya begitu lebih ringan dan ikhlas.
Ternyata beribadah begitu indah teman-teman, ada ketenangan dan keridhaan Allah di dalam nya. Dimana kita meminta pertolongan, dimana kita diberi jeda untuk rehat sejenak, dan dimana dari situlah ada kemudahan-kemudahan atas segala macam permasalahan di dunia maupun di akhirat. []Bening Hilmia











