Proses Islamisasi hingga Berdirinya Kerajaan Islam Peureulak

Kerajaan Peureulak
Sejarah islamisasi di Kerajaan Peureulak

Almuhtada.org – Kerajaan Peureulak sebelum datangnya Islam bukanlah penganut agama Hindu dan Budha tetapi mereka menganut agama Zoroaster yang dibawa oleh bangsa Persi yaitu Pangeran Salman. Ketika Persia berhasil di Islamkan, maka orang-orang Persi yang berada di Peureulak juga masuk Islam.

Raja Peureulak kala itu bernama Syahir Nawi juga masuk Islam dan mengajak rakyatnya masuk Islam, karena itulah perkembangan Islam di Peureulak tidak mengalami kesulitan dan hambatan, karena jika seorang raja tidak mau masuk Islam, maka perkembangan Islam di daerah itu tidak akan berjalan lancar.

Untuk memperdalam agama Islam di Peureulak, raja meminta kepada pedagang-pedagang Arab yang berada di Peureulak untuk menyampaikan pesan kepada Khalifah Abbasiyah ( Dinasti yang menguasai Arab masa itu ) untuk mengirimkan ulama dan orang-orang berpendidikan ke Peureulak agar bisa mengajarkannya kepada masyarakat Peureulak yang telah memeluk Islam.

Khalifah Daulah Abbasiyah kelima, bernama Khalifah Harun Ar-Rasyid di Baghdad akhirnya menerima pesan raja Peureulak melalui Pedagang Arab yang baru kembali ke Arab. Khalifah Harun Ar-Rasyid merespon pesan ini dengan baik, karena merupakan suatu peluang untuk bisa menyebarkan agama Islam hingga ke Timur jauh.

Lalu pada abad ke II Hijriyah tahun 173 H atau 790 M, abad ke 8 Masehi Khalifah Harun Ar-Rasyid Secara resmi mengirimkan satu armada dakwah yang diberi nama Nahkoda Khalifah  berjumlah 100 orang yang terdiri dari bermacam-macam ahli.

Baca Juga:  Pandawa Lima, Gambaran 5 Rukun Islam

Khalifah juga mengangkat putranya Al Makmun menjadi kapten kapal. Armada itu mendarat di Bandar Khalifah, Peurelak, Aceh Timur atau yang sekarang tempat tersebut terletak di Kampung Raya Meuligau, Peureulak, Aceh Timur.

Dalam rombongan armada tersebut, ada salah satu bangsawan yang bernama Ali Al-Muktabar, yang mana bangsawan ini merupakan keturunan dari Khulafaur Rasyidin, Sayyidina Ali bin Abi Thalib dari anaknya Husein bin Abi Thalib.

Kemudian setelah sampai di Peureulak, raja menikahkan Ali Al-Muktabar dengan adiknya. Dari pernikahan itu lahirlah seorang putra bernama Sayed Maulana Abdul Aziz Syah.

Setelah kurang lebih lima puluh tahun berlalu, ajaran Islam di Peureulak dirasa sudah mendasar pada masyarakat, maka sudah waktunya untuk memproklamirkan berdirinya kerajaan Islam.

Kerajaan Islam di Peureulak didirikan pada tanggal 1 Muharram 225 H atau 840 M pada hari Selasa, dengan raja pertama bernama Sultan Alauddin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah. [] Deya Sofia

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post