Ayat Kursi: Mahkota Al-Qur’an yang Menyimpan Keagungan Allah Swt

Ilustrasi kaligrafi ayat kursi, ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an (pinterest.com – almuhtada.org)

Almuhtada.org – Di antara 6.236 ayat yang terdapat dalam 114 surah Al-Qur’an, ada satu ayat yang oleh Rasulullah Saw. sendiri disebut sebagai ayat yang paling agung. Ayat itu adalah Ayat Kursi, ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah.

Ayat ini bukan sekadar hafalan rutin yang biasa kita lafalkan. Ayat ini adalah doa, perisai, sekaligus pengakuan iman yang paling padat maknanya dalam sejarah wahyu Islam.

Teks dan Terjemahan

Ayat kursi berbunyi,

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluknya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaannya lah apa yang di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisinya tanpa izinnya. Dia mengetahui apapun yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apapun dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakinya. Kursi (ilmu dan kekuasaannya) Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Mengapa ayat ini Disebut “Ayat Kursi”?

Nama “Ayat Kursi” berasal dari kata kursi yang disebutkan di dalamnya. Para ulama tafsir memiliki perbedaan pendapat terkait maknanya, sebagian menafsirkannya sebagai “singgasana kekuasaan Allah” secara hakiki, sebagian lain memaknainya sebagai “simbol ilmu dan kekuasaannya” yang meliputi seluruh alam semesta.

Baca Juga:  “Menuju Ramadan: Bulan Penuh Berkah dan Ampunan”

Dan yang disepakati para ulama tafsir adalah bahwa kata “kursi” dalam ayat ini menggambarkan betapa agung dan luasnya kekuasaan Allah hingga langit dan bumi pun hanyalah sebagian kecil dari cakupannya.

Kandungan Tauhid yang Sangat Padat

Salah satu alasan yang membuat ayat kursi istimewa adalah karena ia memuat rangkuman akidah Islam yang sangat padat hanya dalam satu ayat tunggal. Mari kita bedah satu per satu isi di dalamnya:

  1. “اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ”

Tidak ada tuhan selain Dia. Kalimat Ini adalah inti dari seluruh ajaran Islam. Kalimat ini menolak segala bentuk kesyirikan dan menegaskan bahwa hanya Allah yang berhak untuk disembah.

  1. “الْحَيُّ الْقَيُّومُ”

Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dua nama Allah ini diyakini para ulama sebagai Ismul A’zham, nama Allah yang paling Agung. Allah hidup tanpa permulaan dan tanpa akhir, serta tidak bergantung pada siapa pun, sementara seluruh makhluk bergantung kepadanya.

  1. “لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ”

Tidak akan dilanda kantuk dan tidak pula tidur. Kalimat ini membedakan Allah secara mutlak dari seluruh makhluknya. Manusia butuh tidur untuk memulihkan diri, tetapi Allah senantiasa terjaga, senantiasa mengawasi, dan senantiasa mengendalikan alam semesta tanpa henti.

  1. “لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ”

Penguasaan atas langit dan bumi. Allah lah pemilik sejati seluruh alam semesta. Tidak ada satu pun makhluk yang memiliki apapun secara mutlak semua yang kita miliki di dunia hanyalah titipan.

  1. “مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ “
Baca Juga:  Pendidikan dan Masyarakat

Kita tidak akan mendapatkan syafaat kecuali dengan izin-Nya. Kalimat ini secara tak langsung juga menolak keyakinan bahwa siapa pun nabi, malaikat, atau wali bisa memberi syafaat tanpa seizin Allah. Syafaat bukan hak siapapun, melainkan anugerah yang Allah berikan kepada siapa yang Dia kehendaki.

  1. “يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ”

Ilmu Allah yang tak terbatas. Manusia hanya mengetahui apa yang Allah izinkan untuk diketahui. Ini adalah pengingat atas keterbatasan akal manusia di hadapan keluasan ilmu Ilahi.

Keutamaan yang Diriwayatkan dalam Hadis

Keistimewaan Ayat Kursi bukan hanya soal kandungan maknanya, tetapi juga diperkuat oleh banyak hadis shahih Rasulullah Saw., contohnya adalah hadis berikut:

Dalam riwayat Muslim, Rasulullah Saw. bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an. Setelah Ubay menjawab “Ayat Kursi,” Rasulullah membenarkannya dan menepuk dada Ubay sebagai tanda persetujuan dan penghargaan.

Dalam sebuah riwayat yang sangat populer dari imam Bukhari, Abu Hurairah r.a. menceritakan pengalamannya menjaga zakat Ramadan. Di saat itu ia bertemu dengan sesosok makhluk yang tengah mencuri. Makhluk itu ternyata belakangan diketahui sebagai setan, menariknya setan ini mengajarinya Ayat Kursi, dia berkata, ”Bacalah sebelum tidur, maka Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi.” Rasulullah kemudian membenarkan perkataan setan itu meski setan terkenal sebagai pendusta.

Baca Juga:  Ingin Puasa Ramadhan? Ketahui Dulu Niatnya

Dalam riwayat lain Rasulullah Saw. bersabda bahwa siapa yang membaca ayat kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tidak akan ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian. Hadis ini diriwayatkan oleh An-Nasa’I dan dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani, menjadikannya amalan yang sangat dianjurkan setelah setiap shalat.

Ayat Kursi dalam Kehidupan Umat Islam

Hingga hari ini, Ayat Kursi hidup dalam keseharian umat Islam di seluruh penjuru dunia. Seringkali ayat ini dibaca sebelum tidur sebagai doa perlindungan, dilantunkan setelah shalat sebagai wirid harian, diajarkan kepada anak-anak sebagai hafalan pertama setelah Al-Fatihah, dan bahkan ditulis sebagai hiasan kaligrafi di dinding rumah dan masjid. Di Indonesia sendiri, Ayat Kursi adalah salah satu ayat yang paling dikenal bahkan oleh mereka yang tidak fasih membaca Al-Qur’an sekalipun.

Ayat Kursi bukan sekadar terkenal karena tradisi, Namun juga karena memang betapa luar biasanya ayat ini dalam kandungan makna, dalam keutamaan yang dijanjikan, dan dalam kedalaman tauhid yang tersimpan. Hanya dalam satu ayat, Allah merangkum siapa Dia, bagaimana kekuasaannya bekerja, dan bagaimana seharusnya manusia memandang dirinya di hadapan Sang Pencipta. Membaca Ayat Kursi bukan hanya sekadar ibadah lisan, melainkan juga tentang mengenal Allah yang sesungguhnya dan itulah mengapa ayat ini layak disebut sebagai mahkota Al-Qur’an.[]Dani Hasan Ahmad

Related Posts

Latest Post