Lihat Temanmu Sekarang, Ini Tanda Teman yang Baik Menurut Islam

Latar belakang gradasi untuk perayaan Hari Pemuda Internasional (freepik.com-almuhtada.org)

Almuhtada.org – Pertemanan bukan sekadar soal kebersamaan, tawa, atau seberapa sering kita menghabiskan waktu bersama. Beberapa orang mengatakan bahwa teman adalah cerminan diri bahkan bisa menjadi penentu arah hidup kita. Tidak berlebihan jika seseorang dinilai dari dengan siapa ia berteman. Allah sendiri mengingatkan betapa besar pengaruh teman dalam hidup manusia pada QS. Al-Furqan ayat 27-28:

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا (٢٧)
يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (٢٨)

Artinya: “Pada hari itu (kiamat), orang-orang zalim menggigit jari mereka sendiri seraya berkata, ‘Wahai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama Rasul. Celakalah aku! Seandainya dulu aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku.’

Berikut ciri-ciri teman yang baik diambil dari ayat-ayat Qur’an dan hadis

  1. Jujur dan Dapat Percaya

Kejujuran adalah dasar dari pertemanan yang sehat. Tanpa kejujuran, hubungan dipenuhi kecurigaan. Rahasia bisa tersebar, kepercayaan hancur, dan pertemanan berubah menjadi sumber luka. Allah berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 119:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Artinya: “Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.

  1. Teman yang Mengingatkan pada Allah

Teman yang baik akan menasihati dengan lembut ketika kita lalai. Ketika teman tidak pernah mengingatkan, kita perlahan bisa terbiasa dengan kelalaian. Ibadah terasa biasa untuk ditinggalkan, dosa terasa ringan, dan hati menjadi semakin jauh dari Allah tanpa disadari.

  1. Hadir di Saat Sulit
Baca Juga:  Why is Gossip Forbidden by Religion? Here's why

Teman sejati tidak hanya ada saat senang, tetapi juga saat kita berada di titik terendah. Teman yang hanya hadir saat senang akan menghilang ketika kita butuh. Akhirnya, kita merasa sendirian dan kehilangan tempat bersandar.

  1. Tidak Iri dan Saling Mendoakan

Teman yang baik ikut bahagia atas keberhasilan kita. Sesuai hadis riwayat Muslim:

Janganlah kalian saling dengki…” (HR. Muslim)

Rasa iri bisa merusak hubungan. Ia bisa berubah menjadi sindiran, menjatuhkan, bahkan diam-diam berharap kita gagal.

  1. Menjaga Lisan dan Perasaan

Teman yang baik menjaga ucapan dan tidak menyakiti. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ucapan yang kasar, gosip, atau ejekan bisa meninggalkan luka yang dalam. Pertemanan yang seharusnya menenangkan justru menjadi sumber stres.

Pertemanan dalam Islam bukan hanya untuk dunia, tetapi juga hingga akhirat. Karena itu, melihat teman bukan hanya soal siapa yang paling dekat, tetapi siapa yang paling membawa kita kepada kebaikan.[]Nathasya Putri Ratu

Related Posts

Latest Post