Mengenal Yasin Fadhilah: Pengertian, Keutamaan, dan Hukumnya

Ilustrasi Al - Qur'an (Freepik.com - almuhtada.org)

almuhtada.org – Bagi warga pesantren, bacaan Yasin Fadhilah bukan lagi menjadi hal yang asing. Bacaan ini kerap menjadi amalan rutin yang dipakai di pondok pesantren. Namun, di luar kalangan pesantren, bacaan Yasin Fadhilah mungkin masih menjadi hal yang jarang didengar. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan bacaan Yasin Fadhilah?

Yasin Fadhilah merupakan bacaan surat Yasin yang diberi tambahan atau diselingi doa-doa pada ayat-ayat tertentu, yang telah diajarkan oleh para ulama terdahulu. Bacaan ini sering dibaca dengan maksud untuk memperoleh keberkahan, kemudahan dalam hidup, serta perlindungan dari segala keburukan termasuk kejahatan orang dzalim.

Membaca Yasin Fadhilah merupakan bentuk memperdalam manfaat atau keutamaan surat Yasin. Dalam sebuah hadits disebutkan:

اَلْبَقَرَةُ سَنَامُ القُرْآنِ، وَاسْتُخْرِجَتْ “اللّٰهُ لاَإِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ” مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ، وَ (يس) قَلْبُ القُرْآنِ، لَا يَقْرَؤُهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللّٰهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَالدَّارَ الآ خِرَةَ إِلَّا غُفِرَلَهُ، إِقْرَءُهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ. يَعْنِيْ (يس) اللهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَالْحَىُّ الْقَيُّومُ

Artinya: “Al-Baqarah adalah punuknya Al-Qur’an dan ayat (ini) dikeluarkan dari bawah arsy. Sedangkan surat Yasin adalah inti dari Al-Qur’an. Tidaklah seseorang yang membacanya dengan niat menginginkan Allah dan negeri akhirat melainkan ia akan diampuni. Bacakanlah ia pada orang-orang yang hendak meninggal di antara kalian”. (HR. Ahmad: V/25, 26)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa surat Yasin memiliki kedudukan sebagai qalbul qur’an. Oleh karena itu, banyak sekali keutamaan-keutaman yang bisa didapat dari membaca surat Yasin. Maka, alangkah baiknya jika Surah Yasin tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Mengembangkan Potensi Kecerdasan dengan Berkaca pada Al-Quran

Adapun hukum membaca Yasin Fadhilah sebagai wirid atau dzikir adalah diperbolehkan dan mendapat pahala yang senilai dengan membaca surat Yasin seperti biasa. Hukum ini didasarkan pada hadits riwayat Imam An-Nasa’i, yaitu:

عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ صَلَّى إِلَى جَنْبِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَقَرَأَ فَكَانَ إِذَا مَرَّ بِآيَةِ عَذَابٍ وَقَفَ وَتَعَوَّذَ وَإِذَا مَرَّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ وَقَفَ فَدَعَا وَكَانَ يَقُولُ فِى رُكُوعِهِ: سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ. وَفِى سُجُودِهِ: سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

Artinya : “Diriwayatkan dari sahabat Hudzaifah ra. bahwa dia melakukan shalat malam di samping Rasulullah SAW. beliau membaca surat ketika sampai pada ayat yang menerangkan adzab, beliau berhenti dan meminta perlindungan dan ketika sampai pada ayat yang menerangkan rahmat beliau berhenti dan berdo’a meminta rahmat, ketika ruku’ beliau membaca Subhana Rabbiyal Adzimi, dan ketika sujud beliau membaca Subhana Rabbiyal A’la”. (HR. Nasa’i dalam Kitab at-Tibyan karangan Imam Nawawi)

Asal-usul Yasin Fadhilah tidak dapat dipastikan secara jelas dari literatur keislaman klasik. Praktik ini lebih merupakan hasil perkembangan budaya dan tradisi Islam lokal yang menggabungkan bacaan Al-Qur’an dengan doa-doa tambahan untuk mendapatkan manfaat tertentu. Meskipun demikian, praktik ini didasarkan pada kepercayaan bahwa kombinasi bacaan Al-Qur’an dan doa dapat memberikan kekuatan spiritual yang lebih besar.

Sebagai bagian dari kekayaan tradisi Islam, Yasin Fadhilah hingga kini masih diamalkan secara luas. Bacaan ini dapat ditemukan dalam berbagai kitab wirid, buku keislaman, maupun dalam bentuk digital seperti aplikasi dan file PDF. [ ] Nihayatur Rif’ah

Baca Juga:  Menggali Spiritualitas dari Kisah Luqman Al-Hakim dalam Al-Qur'an

 

Related Posts

Latest Post