Ternyata Ada Adab Ziarah Kubur dalam Islam, Simak Penjelasannya!

Ilustrasi orang yang sedang berziarah kubur (Freepik.com - almuhtada.org)

almuhtada.org – Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam sebagai sarana untuk mengingat kematian dan kehidupan akhirat. Pada awalnya, Rasulullah melarang para sahabat untuk berziarah kubur karena kondisi akidah mereka yang belum kuat, sehingga dikhawatirkan terjerumus dalam perbuatan syirik. Namun, setelah akidah tauhid mereka kokoh, Rasulullah memperbolehkan bahkan menganjurkannya.

Sebagaimana sabda beliau:

“Dahulu aku melarang kalian untuk ziarah kubur. Sekarang berziarah kuburlah kalian.” (HR. Muslim)

Oleh karena itu, dalam melaksanakan ziarah kubur, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan agar sesuai dengan ajaran Islam.

  1. Meluruskan Niat dan Tujuan

Tujuan utama ziarah kubur adalah untuk mengingat kematian dan mendoakan orang yang telah meninggal. Ziarah kubur tidak boleh dilakukan dengan niat meminta sesuatu kepada penghuni kubur, seperti kekayaan, keturunan, atau keberkahan tertentu. Perbuatan tersebut termasuk dalam kategori syirik karena memohon kepada selain Allah.

  1. Mengucapkan Salam kepada Penghuni Kubur

Ketika memasuki area pemakaman, dianjurkan untuk mengucapkan salam kepada penghuni kubur. Rasulullah mencontohkan bacaan sebagai berikut:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، يَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ

Artinya:

“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului kami dan yang akan menyusul. Dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian.”

  1. Mendoakan Mayit
Baca Juga:  Dahsyatnya Kekuatan Berpikir Positif, Begini dalam Pandangan Islam

Salah satu tujuan utama ziarah kubur adalah mendoakan orang yang telah wafat. Doa yang dibaca dapat berupa doa ampunan, seperti:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, berilah keselamatan dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya dan lapangkanlah kuburnya. Bersihkanlah ia dari dosa sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran.”

Mendoakan mayit merupakan bentuk kasih sayang dan kepedulian kepada sesama muslim, meskipun telah wafat.

  1. Membaca Ayat Al-Qur’an

Sebagian ulama membolehkan membaca ayat-ayat Al-Qur’an seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas. Namun, dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat (khilafiyah) di kalangan ulama, sehingga perlu disikapi dengan bijak dan saling menghormati.

  1. Tidak Menangis Berlebihan

Menangis karena rasa kehilangan diperbolehkan dalam Islam. Namun, meratapi kematian secara berlebihan, seperti berteriak atau meratap, dilarang karena menunjukkan ketidakikhlasan terhadap takdir Allah.

  1. Tidak Menginjak atau Menduduki Kuburan

Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan manusia, baik ketika hidup maupun setelah meninggal. Oleh karena itu, dilarang menginjak kuburan dan duduk di atasnya. Hal ini merupakan bentuk penghormatan kepada orang yang telah wafat.

  1. Menjaga Sikap dan Kesopanan
Baca Juga:  Muslim, Mukmin, Muhsin: Kamu Ada di Tingkatan Mana?

Ketika berziarah, hendaknya menjaga sopan santun termasuk dalam hal berpakaian yang sopan dan tidak melakukan perbuatan yang tidak pantas di area pemakaman. []Nathasya Putri Ratu

Related Posts

Latest Post