Ketika Orang Tua Tidak Sesempurna yang Kamu Harapkan

Ilustrasi seorang anak yang tengah berhadapan dengan realitas bahwa orang tua mereka adalah manusia biasa yang tidak luput dari salah dan keterbatasan. (Gemini.AI - almuhtada.org)

almuhtada.org – Ketika masih kecil, banyak dari kita memandang bahwasanya orang tua adalah sosok sempurna yang selalu benar dan tentu dijadikan panutan. Mereka selalu terlihat kuat, bijaksana, dan seakan-akan memiliki jawaban atas semua masalah.

Namun, semakin beranjak dewasa, perlahan, cepat atau lambat kita akan melihat sisi lain dari mereka. Bukan karena mereka berubah, meskipun mungkin.

Dari sana kita akan menyadari bahwa orang tua juga bisa marah, bisa salah dalam mengambil keputusan, bahkan terkadang melakukan hal-hal yang dapat membuat hati kita terluka.

Dan tentu saja, di titik itu tidak jarang anak akan merasa kecewa. Bukan hanya itu, bahkan semakin beranjak dewasa, banyak dari kita akan merasa canggung dan bahkan asing. Kita selalu berharap bahwa orang tua akan selalu memahami perasaan kita. Bahwa orang tua akan selalu mendukung pilihan hidup kita. Dan bahkan selalu bersikap seperti apa yang kita inginkan.

Namun pada kenyataannya tidak selalu demikian. Ada orang tua yang sulit mengungkapkan kasih sayang. Ada yang terlalu keras dalam mendidik. Ada yang sering membandingkan anaknya dengan orang lain. Bahkan ada yang terkadang membuat keputusan yang sulit dipahami.

Lalu bagaimana jika orang tua kita tidak sesempurna dengan apa yang kita harapkan?

Pertama, kita harus menyadari bahwa orang tua juga manusia. Mereka bukan malaikat yang terbebas dari suatu kesalahan. Mereka memiliki keterbatasan, rasa lelah, ketakutan, dan pengalaman hidup yang membentuk cara mereka berpikir.

Baca Juga:  Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua

Sering kali seorang anak hanya melihat hasil dari sebuah keputusan, tetapi tidak melihat alasan dan perjuangan yang ada di baliknya. Mungkin kita pernah merasa kesal karena orang tua melarang apa yang kita inginkan.

Namun, bisa jadi larangan itu lahir dari kekhawatiran yang tidak mampu mereka ungkapkan dengan baik. Mungkin kita pernah merasa tidak dipahami, padahal sebenarnya orang tua sedang berusaha melindungi kita dengan cara yang mereka tahu.

Allah subhanahu wata`ala berfirman;

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah menyayangiku sewaktu mereka kecil.” (Q.S. Al Isra: 24).

Ayat ini memerintahkan kita untuk menghormati orang tua, tidak hanya ketika mereka sempurna.

Justru Allah memerintahkan kita untuk tetap berbuat baik kepada mereka karena besarnya pengorbanan yang telah mereka lakukan sejak kita kecil.

Islam mengajarkan seorang anak untuk senantiasa berbakti kepada orang tua. Namun, terlepas dari hal itu, Islam tidak mengajarkan anak untuk membenarkan semua kesalahan orang tua. Jika orang tua melakukan kekeliruan, kita tetap boleh memiliki pendapat yang berbeda, dan meluruskannya.

Namun, Islam mengajarkan agar perbedaan itu disampaikan dengan adab, bukan kebencian, apalagi kekerasan.

Rasulullah bersabda;

“Ridha Allah tergantung rida orang tua, dan murka Allah tergantung murka orang tua.” (H.R. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan betapa besar kedudukan orang tua dalam Islam. Oleh karenanya, sudah sepatutnya kita menjaga hubungan baik dengan orang tua kita.

Baca Juga:  Pentingnya Peran dan Sikap Orang Tua dalam Mendidik Anak

Kedewasaan seorang anak bukanlah ketika kita berhasil menemukan kesalahan orang tua.

Kedewasaan anak adalah ketika kita mulai memahami bahwa mereka juga sedang berjuang dan belajar menjadi orang tua yang baik.

Perlu kita tahu bahwa mereka tidak mendapat buku panduan yang baik dan sempurna. Mereka membesarkan anak juga sambil menghadapi masalah hidup mereka sendiri. Mereka senantiasa memberikan yang terbaik untuk anaknya dengan segala keterbatasan yang dimiliki.

Maka jika hari ini kamu merasa kecewa pada orang tuamu, cobalah melihat mereka dari sudut pandang yang berbeda. Mungkin mereka tidak sempurna. Mungkin mereka pernah membuat kesalahan.

Namun, bisa jadi mereka juga sedang berjuang sekuat tenaga untuk menjadi orang tua terbaik berdasarkan kemampuannya.

Karena pada akhirnya, tidak ada orang tua yang sempurna. Dan tidak ada seorang anak yang sempurna juga. Yang ada hanyalah manusia yang sedang belajar untuk saling memahami dan menyayangi.

Wallahu a’lam bissawab. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dimudahkan Allah untuk senantiasa berbakti terhadap kedua orang tua kita, berani menjunjung tinggi sebuah kebenaran, dan selalu menggunakan jalan yang di ridhai-Nya. Aamiiin. [] Rosi Daruniah

Related Posts

Latest Post