Membuka Mata: Terlalu Berambisi dengan Dunia Hingga Lupa Akhirat

menyeimbangkan dunia dan akhirat
Gambar ilustrasi menyeimbangkan dunia dan akhirat (Pinterest - Almuhtada.org)

Almuhtada.org  – Banyak dari kita yang hidup dengan mengagungkan kesuksesan dunia sebagai ukuran kebahagiaan dan keberhasilan.

Pujian pujian hanya di peruntukkan untuk orang orang yang terlihat menonjol di dunia. Kita dituntut untuk berprestasi dalam karier, memperoleh kekayaan materi, dan mendapatkan pengakuan sosial.

Ini sering dianggap sebagai jalan menuju kehidupan yang sukses dan memuaskan. Hal ini membuat banyak orang berlomba lomba mengejar dunia hingga lupa kehidupan akhirat.

Padahal semestinya, kehidupan dan kesuksesan sejati adalah di akhirat.  Karena dunia dengan segala kemegahan dan keindahannya tidak ada nilainya jika dibandingkan dengan akhirat.

Tidak ada yang salah dengan mengejar kesuksesan dunia, namun masalah muncul ketika hal ini menjadi satu-satunya fokus dalam hidup kita.

Terlalu terpaku pada urusan dunia dapat membuat kita lupa akan keberadaan dunia akhirat, yang memiliki konsekuensi jauh lebih berat di kehidupan mendatang.

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآَخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. Ar-Ruum: 7)

Mengejar kehidupan dunia itu tidak salah, karena islam sendiri menuntun umatnya untuk sukses baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk meraih kesuksesan dunia akhirat itu, Allah Swt juga telah memberikan petunjuk yaitu Al-Qur’an.Dalam Al-Qur’an di anjurkan kita sebagai umat muslim untuk selaras antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat

Baca Juga:  Rahasia Mengingat dan Menghindari Lupa: Berdasarkan Kitab Ta'limul Muta'alim

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ يَبْغِضُ كُلَّ جَعْظَرِي جَوَّاظٍ سَخَابٍ فِي الأَسْوَاقِ جَيْفَةٌ بِاللَّيْلِ حِمَارٌ بِالنَّهَارِ عَالِمٌ بِالدُّنْيَا جَاهِلٌ بِالآخِرَةِ

“Allah sangat membenci orang ja’dzari (orang sombong), Jawwadz (rakus lagi pelit), suka teriak di pasar (bertengkar berebut hak), bangkai di malam hari (tidur sampai pagi), keledai di siang hari (karena yang dipikir hanya makan), pintar masalah dunia, namun bodoh masalah akhirat.” (HR. Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya 72 – Al-Ihsan. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini dha’if, lihat Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 2304. Adapun Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam tahqiq Shahih Ibnu Hibban menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih  sesuai syarat Muslim)

Orang yang orientasinya akhirat tidak akan merugi di dunia. Bahkan, ia justru akan mendapatkan bagian dunia dan akhirat sekaligus. Maka adalah suatu kebodohan jika kita hanya memfokuskan amalan kita untuk mengejar dunia. Seperti firman Allah berikut ini (Q.s. al-Baqarah [2]: 200)

Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Sedangkan orang yang berakal pasti akan memanjatkan doa dengan redaksi berikut.

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”” (Q.s. al-Baqarah [2]: 201). Inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang Muslim.

Baca Juga:  Umat Muslim Minimal Hafalkan 5 Surah Ini Sebelum Meninggal!

Untuk itu reminder untuk kita semua agar bisa selaras dan seimbang dalam mengejar dunia sehingga Allah akan selalu memberikan keberkahan dalam hidupnya. [] Fitri Novita Sari

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post