Telinga Berdengung Berarti Pertanda Buruk? Simak Penjelasannya!

Perspektif Islam Tentang Telinga Berdengung
Gambar Ilustrasii Perspektif Islam Tentang Telinga Berdengung (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org– Pasti diantara kalian pernah merasakan telinga berdengung secara tiba-tiba. Hal tersebut pasti mengganggu aktivitas karena dalam beberapa detik tidak bisa mendengar suara dengan jelas

Telinga berdengung sering dikaitkan dengan akan datangnya hal buruk. Namun, agama Islam adalah agama rasional.

Dalam Islam munculnya dengungan di telinga menjadi peringatan agar orang tersebut ingat kepada Rasulullah Saw dengan mengucapkan sholawat kepada nya

Dalam sebuah hadist Rasulullah Saw bersabda:

إِذَا طَنَّتْ أُذُنُ أَحَدِكُمْ فَلْيَذْكُرْنِي وَلْيُصَلِّي عَلَيَّ وَلْيَقُلْ ذَكَرَ اللَّهُ مَنْ ذَكَرَنِي بِخَيْرٍ – رواه الحكيم وابن السني، الطبراني وابن عدي وابن عساكر

Artinya: “Jika telinga salah seorang di antara kalian berdengung, maka hendaknya dia mengingatku (Rasulullah SAW), membaca selawat (sholawat) kepadaku, dan mengucapakan: dzakarallahu man dzakarani bi khairin.” (H.R. al-Hakim, Ibn as-Sinni, at-Thabarani).

Dalam sebuah hadist Rasulullah menganjurkan umatnya untuk berdzikir dan mengucapkan dzakarallahu man dzakarani bi khairin (Semoga Allah SWT mengingat orang yang mengingatku dengan kebaikan) ketika telinga berdengung

Lantas apakah ada kaitannya telinga berdengung dengan kesehatan??

Dalam dunia kesehatan, telinga berdengung memiliki penyebab diantarnya

  • Menurunya fungsi syaraf pendengaran
  • Mendengarkan suara dengan volume keras
  • Masalah pada gendang telinga
  • Efem samping Dafi flu
  • Naiknya tekanan darah

Adanya mitos-mitos maupun anjuran-anjuran ketika telinga berdengung jangan menjadikan kita terjerumus kepada hal-hal yang sifatnya dhaif.

Baca Juga:  Manusia dengan Prasangka Buruk Terhadap Hidup! Berikut Cara Mengelola Prasangka dari Perspektif Islam

Mengucapkan sholawat ketika berdengung niatkan lillahi ta’ala untuk memohon syafaat Nabi Muhammad Saw. Semoga tulisan ini bermanfaat dan tidak disalahartikan. [] Laili Mukrimatin

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post