Kisah Bilal bin Rabah: Jasadmu Memang Milik Seorang Tuan Tapi Hatimu Milik Tuhan

Kisah Bilal bin Rabah
Gambar Ilustrasi Kisah Bilal bin Rabah (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Bilal bin Rabah al-Habsyi, merupakan seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang telah dijamin akan masuk surga.

Lelaki berkulit hitam dan kecil ini memiliki ibu yang bernama Hamamah, yakni seorang wanita yang  juga berkulit hitam.

Bilal tumbuh besar di keramaian kota Makkah  sebagai hamba sahaya milik keluarga Bani Abdul Dar. Sepeninggalan ayahnya, Bilal diserahkan kepada seorang pembesar Quraisy yang bernama Umayyah bin Khalaf.

Singkat cerita, berita keislaman Bilal diketahui oleh majikannya, Umayyah bin Khalaf. Berbagai ancaman dan penyiksaan diberikan pada Bilal.

Mulai dari dipukuli hingga babak belur, Bilal tak bergeming sama sekali atas sakit yang dirasa akibat penyiksaan dari tuannya.

Tak berhenti di situ, Umayyah bin Khalaf menyeret Bilal secara paksa melewati pasar kota, kemudian mengikatnya pada tanah dan menghadapkan Bilal pada teriknya matahari.

Bilal tetap tak peduli dengan penyiksaan tuannya itu, yang terlontar dari bibir Bilal hanyalah Ahad… Ahad… dan Ahad…. Hal ini membuat Umayyah bin Khalaf semakin geram dan menjadi jadi dalam menyiksa Bilal.

Umayyah bin Khalaf  mencambuk dan menaruh batu besar pada dada kecil Bilal hingga kesulitan untuk bernapas dan tulang rusuknya patah. “Hingga kau mengakui dewa dewa sebagai Tuhanmu, baru akan ku bebaskan.” Perintah Umayyah geram.

“Ahad… Ahad… Ahad…” yang terucap di bibir keluh namun tak lalai kepada Allah SWT, meski yang dipertaruhkan adalah nyawanya.

Baca Juga:  Menemukan Makna dalam Kisah Tukang Cukur dan Orang Bijak,Kedekatan dengan Allah dalam Kehidupan Sehari-Hari

Allah SWT mendatangkan pertolongan melalui Abu Bakar as-Shiddiq, yang mendengar kabar penyiksaan Bilal di padang pasir. Dengan cepat Abu Bakar mendatangi dan akan memerdekakan Bilal dari status perbudakannya.

Umayyah bin Khalaf yang memanfaatkan hal ini, menawarkan Bilal dengan harga yang sangat tinggi. Namun, tanpa pikir panjang, Abu Bakar as-Shiddiq langsung menyetujuinya sehingga Bilal bebas dari siksa Umayyah bin Khalaf dan menjadi seorang manusia seutuhnya tanpa status sebagai seorang  budak lagi.

Meneladani kisah Bilal bin Rabah, atas keteguhan iman yang tertanam pada hati Bilal sangat harus kita contoh sebagai umat muslim yang taat kepada Allah SWT. Meskipun taruhannya adalah nyawa, ingatlah bahwa pertolongan Allah pasti ada, ingatlah bahwa dunia hanyalah sementara. [] Rosi Daruniyah

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post