Fitrah Manusia dalam Hidup

Fitrah Manusia yang Perlu Diketahui
Fitrah Manusia yang Perlu Diketahui (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Fitrah dalam diri manusia secara religus dimaknai sebagai umat muslim yang beriman islam. Secara Bahasa, fitrah berasal dari kata fathara yang berarti pecah atau mencipta. Dari kata fathara Allah artinya Allah mencipta.

At- Thabari dan Ibnu al-Mundzir menjelaskan, dengan mengutip pendapat mujahid, bahwa fitrah yang dimaksud adalah agama(din) islam. Hal ini mengundang arti bahwa seorang anak dilahirkan dalam keadaan selamat dari kekufuran

Setiap Jiwa berjanji kepada Allah tatkala masih dalam kandungan, sebagaimana diisyaratkan dalam surat Al-A’raf ayat 172.

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَا ۛاَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ

”Dan (ingatlah), Ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul(engkau tuhan kami), kami menjadi saksi”.(kami lakukan demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan:”sesungguhnya kami (bani adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”

Lebih dalam lagi makna fitrah dijelaskan lebih gemblang oleh Ibn Abd al-Bar dan Ibn ‘Athiyah, yaitu karakter ciptaan dan kesiapan yang ada pada diri anak Ketika dilahirkan (nature), yang menyediakan atau menyiapkannya untuk mengidentifikasi ciptaan-ciptaan Allah dan menjadikanya dalil pengakuan terhadap Rabbnya.

Baca Juga:  Hukum Menonton Makanan Saat Berpuasa

Fitrah merupakan karakteristik ciptaan, yaitu karakteristik bawaan yang melekat dalam setiap manusia sejak dilahirakan. Karakter bawaan ini tidak akan pernah berubah atau berganti, kecuali perilaku akan berubah dengan lingkungan disektarnya.

Tabiat yang berupa kesiapan menerima agam dan kelurusan itu tidak lain adalah naluri beragama. Dengan demikian, fitrah didefinisikan sebagai karakteristik ciptaan Allah yang sifatnya bawaan dan tidak pernah berubah, yaitu potensi kehiduapn yang berupa kebutuhan jasmani dan naluri.

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”

Jadi, teman-teman, fitrah manusia merupakan tahap awal di mana proses manusia belum mendapatkan ilmu pengetahuan, manusia dapat diibaratkan seperti kertas putih (teori tabularasa) yang kosong belum tercoret dengan tulisan apapun.

Lingkungan dan keluarga lah yang akan membentuk anak tersebut. Manusia juga dapat mengetahui oleh keyakinan orang tuanya akan diarahkan kemana keyakinan itu. [] Gilang

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post