Lakukan Perjalanan di Malam Hari Termasuk Melakukan Amalan Sunnah? Berikut Penjelasannya!

Hukum melakukan perjalanan di malam hari dalam islam
Hukum melakukan perjalanan di malam hari dalam islam (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Melakukan Perjalanan merupakan suatu hal yang menyenangkan dan biasanya dilakukan dengan tujuan untuk merilekskan pikiran dan sebagai sarana untuk menghibur diri, menghilangkan stres dan lainnya.

Perjalanan juga memiliki beberapa aspek positif dalam ajaran Islam. Beberapa poin yang berkaitan dengan melakukan perjalanan dalam Islam dapat juga melibatkan aspek ibadah, mencari ilmu, pekerjaan, dan lainnya.

Melakukan suatu perjalanan atau safar dalam Islam ternyata terdapat waktu yang dianjurkan oleh syariat dan bahkan termasuk sebagai salah satu amalan sunnah. Waktu safar tersebut ialah dilakukannya safar pada malam hari.

Beberapa tradisi Islam menyatakan bahwa perjalanan pada malam hari bisa lebih diberkahi. Hal ini mungkin berkaitan dengan keyakinan bahwa malam hari adalah waktu ketika Allah SWT. memberikan banyak rahmat dan berkah.

Terdapat suatu hadits yang menyebutkan adanya anjuran safar dimalam hari, dalam hadits tersebut Rasulullah SAW. bersabda yang artinya : “Hendaklah kalian bepergian pada waktu (duljah) malam, karena seolah-olah bumi itu terlipat pada waktu malam.” (H.R Abu Dawud no. 2571)

Maksud dari kata “Duljah” dalam hadits tersebut adalah perjalanan safar dimalam hari sebagaimana yang terkandung dalam kamus Al-Ma’any. “Ad-duljah adalah perjalanan safar di awal malam”. (Mu’jam Al-Ma’aniy)

Kemudian makna dari “bumi itu terlipat” dalam hadits tersebut telah dijelaskan oleh Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad, beliau menjelaskan maksud dari kalimat tersebut ialah kesusahan yang dipangkas atau diringankan.

Baca Juga:  Aktualisasi Menjadi Bagian Orang-orang yang Mulia, Bertakwa dan Berderajat Tinggi di Sisi Allah Melalui Sholat Sunnah Rawatib

Tentu saja meringankan, karena tidak diragukan lagi bahwa manusia melakukan perjalanan dalam kesejukan dimalam hari tanpa harus merasakan adanya cuaca panasnya disiang hari.

Oleh karena itu, dengan melakukan safar dimalam hari dapat meringankan kesusahan safar karena seakan-akan bumi terlipat dimalam hari.

Dengan demikian jika akan melakukan suatu perjalanan atau safar hendaklah lakukan dimalam hari karena dengan begitu maka sama halnya kita juga melakukan suatu amalan sunnah sesuai yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits.

Tentu saja akan menambahkan keberkahan dan rahmat apabila melakukan aktivitas sesuai dengan amalan sunnah. [] Aisyatul Latifah

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post