Kenali Nilai Esensial Pemuda Muslim Di Era Sekarang dan Apa Saja Penyebabnya

Pemuda muslim di era sekarang
Pemuda muslim di era sekarang (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Islam merupakan agama yang lurus dan pedoman yang menuntun manusia dalam menjalani kehidupan sesuai Ridha Allah SWT.

Orang yang mengikuti segala perintah dan larangan yang Allah tentukan akan mendapatkan kedamaian dan kesejahteraan.

Namun, akhir-akhir ini terus bertambah saudara muslim kita yang mengabaikan ajaran-ajaran Islam karena beberapa hal yaitu sebagai berikut.

  1. Pergaulan

Pergaulan merupakan hal yang paling berpengaruh dalam mengubah karakter orang. Hal itu seringkali terjadi secara nyata di sekitar kita.

Misalnya, anak yang dulunya malas sekolah dan tidak pernah memperhatikan guru saat dalam pembelajaran, akan berubah menjadi anak yang sangat aktif di dalam pembelajaran yang berlangsung setelah ia sering bergaul dan duduk di dekat orang yang rajin dan pintar di kelasnya.

Mengapa pergaulan  menjadi hal yang krusial dalam permasalahan ini? Hal ini dikarenakan melalui pergaulan, kita membiasakan diri akan hal-hal yang umum terjadi dalam lingkup pertemanan tersebut, meskipun sebenernya bernilai baik ataupun buruk sekalipun.

Sebagai muslim yang baik, perlu untuk kita sadar dan mendekatkan diri dalam pergaulan bersama orang-orang yang memiliki aura positif dan selalu mengajak kita cenderung melakukan kebaikan dan menjauhi segala larangan Allah.

Dengan demikian akan tercipta muslim yang ditempatkan di pergaulan  yang baik sehingga selalu mendapatkan lebih banyak hidayah dan petunjuk dari Allah.

  1. Internet

Anda tentu sering menggunakan gawai ataupun laptop untuk berbagai kebutuhan. Di dunia hiburan ataupun pendidikan, Anda gunakan perangkat tersebut melalui bantuan internet untuk mengakses sosial media seperti tiktok, Instagram, ataupun YouTube.

Baca Juga:  Menggali Kekuatan Hukum Tarik - Menarik dalam Islam: Kunci Sukses dengan Keyakinan dan Doa

Bahkan, media sosial tersebut juga barangkali Anda gunakan untuk kebutuhan wirausaha ataupun sejenisnya.

Manfaat manfaat yang bisa diperoleh sangatlah besar apabila kita mampu untuk menggunakannya dengan bijak.

Akan tetapi, pada kenyataannya banyak sekali saudara muslim kita yang masih belum menggunakan berbagai kemudahan teknologi dengan bijak.

Sepertinya halnya pisau bermata dua, perangkat elektronik yang ditunjangi akses internet mendapati informasi ataupun hiburan yang merusak penggunanya, terutama pemuda dan anak-anak yang mahir dalam menggunakan teknologi saat ini.

Artis-artis Korea, Tren-tren tarian, ataupun konten-konten lain yang candu dan merusak penggunanya telah banyak masuk di otak saudara muslim kita.

Sangat disayangkan mengingat banyak sekali yang terlalu fanatik dan disibukan perkara dunia itu, sehingga lalai akan ilmu dan akhlak yang diajarkan dalam Islam. Sebagai muslim yang baik, perlu untuk saling mengingatkan tentang ilmu yang diajarkan dalam Islam di akhir zaman yang penuh tantangan ini

  1. Guru Agama

Kemauan mencari guru agama untuk mengaji banyak dikesampingkan oleh pemuda muslim saat ini. Banyak sekali yang masih belum menyadari betapa luar biasanya ilmu agama Islam dan ajaran ajaran yang ada dalam agama ini.

Islam memiliki ajaran yang sangat bermanfaat karena lengkapnya ilmu yang berkonteks kehidupan, baik kehidupan kdygs dunia maupun kehidupan akhirat.

Seseorang yang mengerti manfaat dari ilmu agama Islam dengan baik, akan berusaha mencari guru agama untuk mengajarkan dirinya, sehingga dapat menerima ilmu yang Islam ajarkan dengan benar.

Baca Juga:  Ternyata Beginilah Tafsir Mimpi Menurut Islam

“Pemuda haruslah mempunyai cita-cita tinggi supaya hidupnya berarti. Apabila cita cita tercapai terutama di hari tuanya, dia akan menekur melihat anak tangga yang dilalulinya dahulu dengan tersenyum” – Buya Hamka.

Sebagai pemuda Islam haruslah bercita-cita bisa menjadi penerus akan nilai-nilai ajaran Islam. Karena pemuda merupakan pemimpin dunia di beberapa tahun kedepan. Dan pemimpin yang baik akan melahirkan bakal calon pemimpin yang baik pula. [] Syukron Ma’mun

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post