Keraguan Dalam Pandangan Islam, Kamu Harus Baca Ini!

Pandangan Islam Tentang Keraguan
Gambar Ilustrasi Pandangan Islam Tentang Keraguan (Freepik.com - Almuhtada.org)

Almuhtada.org – Pernahkan kalian mengalami keraguaan? Tentu setiap orang pernah mengalami keraguan di dalam hidupnya. Ragu biasanya datang saat kita menghadapi suatu pilihan ataupun dalam menentukan suatu keputusan.

Pada dasarnya keraguan timbul saat kita tidak memiliki pegangan dalam menjalankan segala sesuatu. Sebagai contoh adalah seseorang yang ragu dalam mengambil keputusan sebab ia tak punya dasar dalam mempertimbangkan diantara dua pilihan tersebut.

Selain keraguan dalam mengambil keputusan, keraguan juga dapat muncul ketika kita hendak beramal. Satu hal yang perlu dipahami, bahwasannya jangan pernah ragu selagi apa yang kita lakukan tidak merugikan orang lain. Namun, ketika kamu masih ragu, maka masih perlu diperbaiki niat amal yang kamu kerjakan.

Lalu bagaimanakah hukum ragu dalam islam?

Menurut seorang ulama bernama Syaikh Muhammad bin Shâlih al ‘Utsaimîn rahimahullah menyebutkan dalam Manzhûmah Ushûlil-Fiqh wa Qawâ’idihi pada bait ke-38

وَالـشَّــكُّ بَــعْـدَ الْـفِـعْـلِ لَا يُــؤَثِّــرُ
وَهَــكَـذَا إِذَا الـشُّــكُــوْكُ تَــكْـثــرُ

“Dan keraguan setelah perbuatan tidaklah berpengaruh.”

Pendapat tersebut mengandung arti bahwasannya keraguan yang muncul setelah melakukan perbuatan tidaklah berpengaruh.

Selain itu, juga disebutkan dalam sebuah ayat yang berbunyi:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allâh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” [Al-Baqarah/2:286]

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah tidak akan memberikan beban atau ujian terhadap makhluk yang melebihi batas kemampuannya dalam mengatasi ujian tersebut.

Baca Juga:  Mengungkapkan Cinta dalam Cahaya Islam: Langkah Bijak dalam Menyikapi Perasaan Suka terhadap Lawan Jenis

Hal ini juga tertuang dalam firman Allah:

إِنَّمَا النَّجْوَىٰ مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allâh.” [al Mujâdilah/58:10].

Pada hakikatnya keraguan yang muncul disebabkan oleh bisikan setan yang menganggu manusia. Karenanya, keraguan yang kita alami tidak perlu dihiraukan. Demikianlah pembahansan keraguan menurut pandangan islam. [] Eka Diyanti

Editor: Mohammad Rizal Ardiansyah

Related Posts

Latest Post